• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kabar

Milad ke-113 Muhammadiyah, Angkat Tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”

Yogi Arfan oleh Yogi Arfan
8 bulan yang lalu
in Kabar
0
9
SHARES
20
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

18 November 2025 nanti, Muhammadiyah mencapai usia 113 tahun sejak berdirinya pada 1912. Memasuki usia tersebut, organisasi Islam ini mengangkat tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa.”

Istilah “kesejahteraan” (welfare, prosperity) sendiri memiliki cakupan makna yang luas. Dalam bahasa, sejahtera berarti “hal atau keadaan sejahtera; keamanan, keselamatan, ketenteraman.” Secara umum, ia menunjuk pada kondisi hidup yang baik: manusia berada dalam keadaan makmur, sehat, dan damai.

Dalam bidang ekonomi, kesejahteraan berkaitan dengan keuntungan material serta memiliki makna teknis tertentu (fungsi kesejahteraan sosial). Sedangkan dalam kebijakan publik, “kesejahteraan sosial” mengacu pada pelayanan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sebagaimana konsep negara sejahtera.

Melansir muhammadiyah.or.id, Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah, mengatakan, terdapat dua tujuan utama dari tema tersebut. Pertama, gerakan Muhammadiyah diarahkan untuk semakin memperkuat dan memperluas ikhtiar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Orientasi kesejahteraan yang dimaksud tidak hanya sebatas aspek sosial-ekonomi, tetapi juga berlandaskan pada kesejahteraan rohaniah (spiritual dan moral), sehingga menghasilkan kesejahteraan yang menyeluruh, baik lahir maupun batin.

Related Post

Cinta bisa tumbuh berbeda, tetapi pernikahan kokoh ketika dibangun di atas akidah yang sama. (ilustrasi: shutterstock.com

Cinta Beda Mazhab antara Muhammadiyah dan NU: Ketika Hati Bertemu, Haruskah Pernikahan Berpisah?

2 Juni 2026
Islam membuktikan bahwa iman, sains, dan teknologi dapat tumbuh bersama membangun peradaban manusia. (ilustrasi: shutterstock.com)

Islam dan Dunia Material: Agama yang Tak Pernah Memisahkan Iman dari Peradaban

1 Juni 2026

MasyaAllah! MI Muhammadiyah Pasuruan Sembelih 5 Kambing Qurban, Siswa Belajar Ikhlas dan Peduli Sesama

29 Mei 2026

Masjid Al-Ukhuwah Himpun 6 Sapi dan 10 Kambing Qurban, Distribusikan Hampir 1.800 Kantong Daging

28 Mei 2026

Kedua, Muhammadiyah berkomitmen terus mendorong sekaligus mendukung kebijakan pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan umum sebagaimana amanat UUD 1945. Upaya itu diharapkan semakin nyata dan merata, terutama bagi seluruh lapisan masyarakat, dengan landasan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia sebagaimana ditegaskan dalam sila kelima Pancasila.

Haedar menilai, Milad Muhammadiyah kali ini berlangsung di tengah dinamika kebangsaan yang rumit. Situasi tersebut menuntut adanya kesadaran kolektif dalam mewujudkan cita-cita nasional: Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

Sejak berdirinya, Muhammadiyah sudah berperan dalam kebangkitan nasional untuk kemerdekaan serta turut membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia. Komitmen kebangsaan ini terus diteguhkan berdasarkan nilai-nilai Islam, yang sejalan dengan cita-cita “Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur” — “Suatu negara yang indah, bersih suci dan makmur di bawah perlindungan Tuhan Yang Maha Pengampun.”

Haedar juga menegaskan bahwa Muhammadiyah memiliki tekad kuat untuk terus memajukan kesejahteraan bangsa, baik lahir maupun batin. Hal ini ditegaskan dalam Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah yang menjadi asas fundamental gerakan.

Di dalamnya terdapat pernyataan: “Masyarakat yang sejahtera, aman, damai, makmur, dan bahagia hanyalah dapat diwujudkan di atas keadilan, kejujuran, persaudaraan dan gotong-royong, bertolong-tolongan dengan bersendikan hukum Allah yang sebenar-benarnya, lepas dari pengaruh setan dan hawa nafsu.”

Selain itu, Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah (MKCH) juga memuat dasar filosofis yang menegaskan: “Muhammadiyah berkeyakinan bahwa Islam adalah agama Allah yang diwahyukan kepada Rasul-Nya sejak Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan seterusnya sampai kepada Nabi penutup Muhammad saw, sebagai hidayah dan rahmat Allah kepada umat manusia sepanjang masa, dan menjamin kesejahteraan hidup materiel dan spiritual, duniawi, dan ukhrawi.”

Dalam Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah, terdapat enam belas langkah usaha yang salah satunya terkait erat dengan kesejahteraan, di antaranya:

  • “(6) Memberdayakan kaum perempuan dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kesejahteraan sosial…”
  • “(8) Memajukan perekonomian dan kewirausahaan ke arah perbaikan hidup yang berkualitas.”
  • “(9) Meningkatkan kualitas kesehatan, pertolongan kemanusiaan dan kesejahteraan masyarakat.”
  • “(10) Memelihara, mengembangkan, dan mendayagunakan sumber daya alam dan lingkungan untuk kesejahteraan…”

Haedar menjelaskan, “Muhammadiyah meletakkan kesejahteraan dalam konteks kehidupan bangsa yang memiliki kaitan substansial dengan perintah konstitusi kepada Pemerintah Negara sebagaimana terkandung dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, yaitu ‘memajukan kesejahteraan umum’.”

Ia pun menambahkan bahwa setelah merdeka, bangsa Indonesia harus memastikan kemajuan kesejahteraan yang merata untuk seluruh rakyat, bukan hanya sebagian kelompok, apalagi kelompok kecil. Mengingat kesenjangan sosial-ekonomi masih menjadi persoalan, maka diperlukan kebijakan pemerintah yang strategis dan praktis guna mewujudkan kesejahteraan umum yang benar-benar luas dan merata bagi seluruh rakyat Indonesia.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: dakwahislammuhammadiyah
Share4Tweet2Share1
Yogi Arfan

Yogi Arfan

Kalau orang lain bisa, kenapa harus saya?

Related Posts

Cinta bisa tumbuh berbeda, tetapi pernikahan kokoh ketika dibangun di atas akidah yang sama. (ilustrasi: shutterstock.com
Opini

Cinta Beda Mazhab antara Muhammadiyah dan NU: Ketika Hati Bertemu, Haruskah Pernikahan Berpisah?

oleh Nashrul Muminin
2 Juni 2026
Islam membuktikan bahwa iman, sains, dan teknologi dapat tumbuh bersama membangun peradaban manusia. (ilustrasi: shutterstock.com)
Opini

Islam dan Dunia Material: Agama yang Tak Pernah Memisahkan Iman dari Peradaban

oleh Dary Yumna Joesi
1 Juni 2026
MI Muhammadiyah Pasuruan gelar qurban Idul Adha untuk menanamkan kepedulian, keikhlasan, dan semangat berbagi. (foto: Istimewa/pasmu.id)
Kabar

MasyaAllah! MI Muhammadiyah Pasuruan Sembelih 5 Kambing Qurban, Siswa Belajar Ikhlas dan Peduli Sesama

oleh PasMu Media
29 Mei 2026
Next Post

Evaluasi Diri dan Lingkungan: Refleksi Pengajian Ustadz Umar Effendi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ilustrasi Hutan Wakaf Muhammadiyah/Generate by AI

Muhammadiyah akan Bangun Hutan di Lahan Wakaf, Lengkap dengan Vegetasi dan Laboratorium Ekologi

14 Mei 2026
Prestasi membanggakan SD Al Kautsar dalam Ujian TKA 2025–2026, wujud generasi islami, berkarakter, dan berprestasi. (Ilustrasi: pasmu.id)

Siswa SD Al Kautsar Tunjukkan Hasil Terbaik di Ujian TKA

29 Mei 2026
Pekerja rehab Masjid Darul Arqom kaget temukan sarang tawon di lubang kubah kecil, lalu lapor takmir hingga BPBD diterjunkan/Foto Agus pasmu.id

Proyek Rehab Masjid Darul Arqom Terganggu, Pekerja Temukan Sarang Tawon Raksasa di Lubang Kubah Kecil

17 Mei 2026
Iduladha yang disertai pelaksanaan khutbah oleh para khatib di berbagai titik wilayah Kota Pasuruan/Ilustrasi AI

Catat 6 Lokasi Sholat Idul Adha di Kota Pasuruan dan Imbauan Penting Ini!

18 Mei 2026
Bahlil jadi lagu bank: pujian ironis yang bikin publik hafal rima, bukan kebijakan. (Ilustrasi: AI)

Lagu Viral Mas Bahlil Versi Nama nama Bank

3 Juni 2026
Iman adalah jangkar jiwa, saat sabar hilang, bahtera rumah tangga akan karam. (foto: Suharsono/pasmu.id)

Menjaga Nahkoda Iman di Tengah Badai Takdir

3 Juni 2026
Image IPM

Presiden Copot Kepala BGN: Harapan Baru Bagi Pelajar

3 Juni 2026
Cinta bisa tumbuh berbeda, tetapi pernikahan kokoh ketika dibangun di atas akidah yang sama. (ilustrasi: shutterstock.com

Cinta Beda Mazhab antara Muhammadiyah dan NU: Ketika Hati Bertemu, Haruskah Pernikahan Berpisah?

2 Juni 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan