• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
Pasmu
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kabar

Kiai Cepu, Satu-satunya Kader Muhammadiyah yang Menjadi Dosen di Institut Agama Buddha

Yogi Arfan oleh Yogi Arfan
1 tahun yang lalu
in Kabar, Fakta Unik
0
Foto oleh Yogi Arfan/Pasmu

Foto oleh Yogi Arfan/Pasmu

82
SHARES
190
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Pada Sabtu, 10 Agustus 2025, Pasuruan kedatangan sosok istimewa: Kiai Cepu, nama yang sudah tidak asing lagi bagi para aktivis seni dan budaya Muhammadiyah. Nama aslinya adalah Kiai Kusen. Ia tidak hanya dikenal sebagai seorang filsuf, budayawan, dan penulis, tetapi juga sebagai seorang pemikir yang secara aktif mengintegrasikan agama, seni, dan budaya dalam satu perspektif yang harmonis.

Saat ini, beliau menjabat sebagai Wakil Ketua Lembaga Seni Budaya PP Muhammadiyah dan juga sebagai Ketua Komite Sastra di Dewan Kesenian Tangerang Selatan. Kepekaannya terhadap isu-isu kontemporer, terutama di zaman digital ini, membuat kehadirannya selalu dinantikan di berbagai forum diskusi.

Dalam kunjungannya ke Pasuruan, Kiai Cepu ingin menemui rekannya, Pak Badri, yang merupakan seorang seniman Muhammadiyah dari Kabupaten Pasuruan. Selama perjalanan ini, kami beruntung bisa bertemu dan bercengkerama dengannya di sebuah warung kopi sederhana yang terletak dekat GOR Kota Pasuruan.

Kami mendapatkan banyak wawasan serta nasihat berharga dari beliau mengenai Islam, seni, filsafat, dan juga tentang esensi Muhammadiyah yang mungkin belum pernah kami dengar sebelumnya.

Related Post

Guru SMP Muhadisa Raih Juara 2 OGN SMP Tingkat Kota Pasuruan, Bawa Gagasan Baru Pembelajaran Bahasa Indonesia

7 September 2026
PDA kajian lingkungan Q.S. Ar-Rum ayat 41, serukan moral dan ekologi untuk cegah kerusakan bumi.

Pesan Al-Qur’an untuk Kelestarian Lingkungan

7 September 2026

Ketika Allah Meyakinkan Hamba bahwa Setelah Gelap, Ada Cahaya

7 September 2026

Renovasi Klinik SehatMu Dimulai, Muhammadiyah Kota Pasuruan Gelar Tasyakuran dan Doa Bersama

1 September 2026

Salah satu hal yang menarik dari perjalanan intelektual Kiai Cepu adalah bahwa ia adalah satu-satunya kader Muhammadiyah yang mengajar di Institut Agama Buddha, bernama Institut Nalanda, di Jakarta, sebuah lembaga pendidikan yang melahirkan calon-calon biksu. Sejak tahun 2018, beliau dipercaya untuk mengajar mata kuliah Pluralisme Agama di tingkat S1 dan S2.

Bagi Kiai Cepu, pendidikan di tengah masyarakat beragam keyakinan bukanlah sebuah ancaman terhadap identitas, melainkan peluang untuk menyebarkan nilai-nilai Islam serta ajaran Muhammadiyah secara inklusif. Ia membagikan pengetahuan tentang Islam hingga esensi ajaran Muhammadiyah, yang disambut baik oleh para mahasiswa. Saking besarnya antusiasme mereka, universitas pun memintanya untuk menjadi dosen tetap.

“Segala sesuatu tergantung cara komunikasinya, bukan semata materinya,” ujar Kiai Cepu.

Prinsip ini terbukti efektif, di mana para mahasiswa Buddha memberikan penilaian tinggi terhadap pengajarannya dengan angka di atas 8, serta senantiasa menunggu pertemuan selanjutnya. Mereka tidak merasa terancam dengan kemusliman Kiai Cepu.

Bahkan pada bulan Ramadan lalu, Kiai Cepu memaparkan makna puasa dalam Islam di hadapan komunitas Buddha, sementara mereka membalas dengan penjelasan tentang konsep puasa dalam ajaran mereka. Pertukaran pemahaman ini bukan hanya memperluas wawasan, tetapi juga menumbuhkan rasa saling hormat.

Kiai Cepu mengaitkan pengalamannya dengan 10 Sifat Muhammadiyah dalam Kepribadian Muhammadiyah, khususnya sifat ke-2 dan ke-3: Memperbanyak kawan dan mengamalkan ukhuwah Islamiyah serta lapang dada, luas pandangan, dengan memegang teguh ajaran Islam. Menurutnya, apa yang ia lakukan sejalan dengan metode dakwah Kiai Ahmad Dahlan yang tetap relevan hingga hari ini.

Kehadiran Kiai Cepu dalam pertemuan antaragama menunjukkan sikap terbuka tidak berarti mengorbankan identitas diri. Sebenarnya, melalui pendekatan yang ramah, dialog dapat menjadi alat dakwah yang lebih ampuh serta menciptakan hubungan kemanusiaan yang lebih kuat.

Kiai Cepu juga menunjukkan bahwa Muhammadiyah merupakan organisasi dakwah yang juga hadir di ruang-ruang dialog budaya dan lintas agama. Dan di sana, dakwah justru menemukan bentuknya yang paling halus dan menyentuh.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: dakwahislammuhammadiyahpendidikan
Share33Tweet21Share6
Yogi Arfan

Yogi Arfan

Kalau orang lain bisa, kenapa harus saya?

Related Posts

Kabar

Guru SMP Muhadisa Raih Juara 2 OGN SMP Tingkat Kota Pasuruan, Bawa Gagasan Baru Pembelajaran Bahasa Indonesia

oleh PasMu Media
7 September 2026
PDA kajian lingkungan Q.S. Ar-Rum ayat 41, serukan moral dan ekologi untuk cegah kerusakan bumi.
Kabar

Pesan Al-Qur’an untuk Kelestarian Lingkungan

oleh Nurul Mawaridah
7 September 2026
Ad-Dhuha ajarkan gelap bukan akhir; sunyi bukan ditinggal; nikmat diubah jadi kepedulian sosial.
Opini

Ketika Allah Meyakinkan Hamba bahwa Setelah Gelap, Ada Cahaya

oleh Nashrul Muminin
7 September 2026
Next Post

MKKS SMP Swasta Kota Pasuruan Meriahkan Fun Games Kemerdekaan HUT RI ke-80

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Jamaah Masjid Al-Ukhuwah healing ke Kota Batu/Pasmu.id

Apresiasi Jamaah yang Istiqamah, Masjid Al-Ukhuwah Ajak Healing dan Menginap di Villa Kota Batu

30 Agustus 2026

Renovasi Klinik SehatMu Dimulai, Muhammadiyah Kota Pasuruan Gelar Tasyakuran dan Doa Bersama

1 September 2026
Image Pasmu.id

Muhammadiyah Gadingrejo Terima Wakaf Rumah untuk Rumah Tahfidz dan Panti Asuhan Al Muttaqin

15 Agustus 2026
Cimory hadirkan edukasi, senam, dan keceriaan untuk ratusan siswa SMP MEKA di Krian. (foto: Nina Tri Wulyo/pasmu.id)

Semarak dan Edukatif, Cimory Hadirkan Pengalaman Berbeda untuk Siswa SMP MEKA

14 Agustus 2026

Guru SMP Muhadisa Raih Juara 2 OGN SMP Tingkat Kota Pasuruan, Bawa Gagasan Baru Pembelajaran Bahasa Indonesia

7 September 2026
PDA kajian lingkungan Q.S. Ar-Rum ayat 41, serukan moral dan ekologi untuk cegah kerusakan bumi.

Pesan Al-Qur’an untuk Kelestarian Lingkungan

7 September 2026
Ad-Dhuha ajarkan gelap bukan akhir; sunyi bukan ditinggal; nikmat diubah jadi kepedulian sosial.

Ketika Allah Meyakinkan Hamba bahwa Setelah Gelap, Ada Cahaya

7 September 2026
Veteran tanamkan nilai Semangat 45 di SD MuCES kampus baru, siswa antusias belajar sejarah perjuangan bangsa. (foto: Suyatno/pasmu.id)

SD MuCES Tanamkan Nilai Semangat 45 Bersama Veteran Kota Pasuruan

3 September 2026
PasMu

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan