• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kabar

Khutbah Iduladha: Keteladanan Nabi Ibrahim Jadi Fondasi Ketakwaan dan Pendidikan Keluarga

Marjoko oleh Marjoko
4 menit yang lalu
in Kabar
0
Khutbah Iduladha: Keteladanan Nabi Ibrahim Jadi Fondasi Ketakwaan dan Pendidikan Keluarga. (Foto: Marjoko/pasmu.id)

Khutbah Iduladha: Keteladanan Nabi Ibrahim Jadi Fondasi Ketakwaan dan Pendidikan Keluarga. (Foto: Marjoko/pasmu.id)

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Pasuruan, 27 Mei 2026 – Dalam khutbah Iduladha yang disampaikan di hadapan jamaah salat Id di Stadion Untung Surapati, khatib Drs. Arifin Ahmah, mengajak umat Islam untuk terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya secara sungguh-sungguh. Menurut khatib, pesan takwa selalu disampaikan dalam setiap khutbah agar menjadi pengingat bagi umat Islam untuk senantiasa taat dan patuh kepada Allah SWT dalam seluruh aspek kehidupan.

Pada kesempatan tersebut, khatib mengangkat tema tentang keteladanan Nabi Ibrahim Alaihissalam dalam hubungannya dengan Allah, sesama manusia, dan kehidupan. Ia menjelaskan bahwa Nabi Ibrahim AS merupakan salah satu figur utama yang diperintahkan Allah SWT untuk diteladani oleh umat Islam. Hal itu sebagaimana firman Allah dalam Surah An-Nahl ayat 123 yang memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk mengikuti agama Nabi Ibrahim yang lurus (hanif).

Khatib kemudian menguraikan perjalanan Nabi Ibrahim AS dalam mencari Tuhan di tengah masyarakat yang saat itu masih menyembah berhala. Nabi Ibrahim memperhatikan bintang, bulan, dan matahari, namun semuanya terbenam dan tidak kekal. Dari peristiwa itu, Nabi Ibrahim menyimpulkan bahwa Tuhan sejati bukanlah sesuatu yang muncul dan tenggelam, melainkan Allah SWT, pencipta langit dan bumi. Menurut khatib, kisah tersebut mengajarkan pentingnya memperkuat keyakinan dan akidah melalui perenungan terhadap tanda-tanda kebesaran Allah yang ada di alam semesta.

Selain itu, khatib juga mengisahkan keberanian Nabi Ibrahim AS ketika berdakwah kepada Raja Namrud. Dalam dialog yang terjadi, Nabi Ibrahim menyampaikan bahwa Allah adalah Dzat yang mampu menghidupkan dan mematikan. Raja Namrud berusaha membantah dengan menunjukkan kekuasaannya terhadap dua orang budaknya. Namun Nabi Ibrahim kemudian menantang Namrud untuk menerbitkan matahari dari barat apabila benar memiliki kekuasaan seperti Tuhan. Tantangan tersebut membuat Raja Namrud terdiam karena manusia tidak akan mampu mengubah ketetapan Allah SWT.

Related Post

Iduladha yang disertai pelaksanaan khutbah oleh para khatib di berbagai titik wilayah Kota Pasuruan/Ilustrasi AI

Catat 6 Lokasi Sholat Idul Adha di Kota Pasuruan dan Imbauan Penting Ini!

18 Mei 2026

Jangan Biarkan Sepotong Haram Menahan Doa di Langit

8 Mei 2026

Pentingnya Tabayyun dan Menjaga Lisan di Era Informasi

2 Mei 2026

Ustaz Miftakhul Jannah Mengajak Menjadi Manusia Bertakwa Pasca Ramadhan

20 Maret 2026

Dalam khutbahnya, khatib turut menyinggung kisah Nabi Ibrahim AS yang meminta kepada Allah SWT agar diperlihatkan bagaimana Allah menghidupkan makhluk yang telah mati, sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 260. Allah kemudian memerintahkan Nabi Ibrahim mencincang empat ekor burung dan meletakkan bagian-bagiannya di beberapa tempat. Setelah dipanggil atas izin Allah SWT, burung-burung tersebut hidup kembali dan datang kepada Nabi Ibrahim. Menurut khatib, peristiwa itu menunjukkan bagaimana Nabi Ibrahim terus berusaha meneguhkan keyakinannya kepada Allah SWT.

Bagian penting khutbah membahas kisah penyembelihan Nabi Ismail AS yang menjadi dasar disyariatkannya ibadah kurban. Nabi Ibrahim menyampaikan kepada putranya bahwa dirinya mendapat perintah Allah SWT melalui mimpi untuk menyembelih sang anak. Nabi Ismail dengan penuh keikhlasan meminta ayahnya menjalankan perintah tersebut dan menyatakan kesiapannya untuk bersabar.

Khatib menilai jawaban Nabi Ismail menunjukkan keberhasilan pendidikan keluarga yang dibangun di atas kejujuran, amanah, dan keteladanan orang tua. Menurutnya, seorang anak akan mudah mempercayai dan menaati orang tuanya apabila sejak kecil dididik dengan nilai-nilai kebenaran dan kejujuran.

Khatib juga menjelaskan bahwa Allah SWT kemudian mengganti Nabi Ismail dengan seekor kibas, yang menjadi asal mula disyariatkannya ibadah kurban hingga saat ini. Ia menyebutkan adanya perbedaan pendapat ulama mengenai hukum kurban. Mazhab Abu Hanifah memandang kurban sebagai kewajiban bagi yang mampu, sementara mayoritas ulama lainnya menilai kurban sebagai sunnah muakkadah atau sunnah yang sangat dianjurkan.

Selain ibadah kurban, khutbah tersebut juga mengingatkan pentingnya menjaga perilaku selama menjalankan ibadah haji. Khatib mengutip ayat Al-Qur’an yang melarang perbuatan fasik, berkata kotor, dan bertengkar saat berhaji. Menurutnya, nilai-nilai tersebut tidak hanya berlaku ketika menunaikan ibadah haji, tetapi juga harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Di akhir khutbah, khatib mengajak seluruh jamaah menjadikan Nabi Ibrahim AS sebagai teladan dalam memperkuat akidah, meningkatkan ketakwaan, membangun keluarga yang baik, serta menjaga hubungan sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Khutbah kemudian ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan, ampunan, dan kesejahteraan umat Islam di dunia maupun akhirat.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: idul adhakhutbah
ShareTweetShare
Marjoko

Marjoko

Seorang pecinta tulisan, pengulik desain grafis, and Good Daddy and Hubby in every universe.

Related Posts

Iduladha yang disertai pelaksanaan khutbah oleh para khatib di berbagai titik wilayah Kota Pasuruan/Ilustrasi AI
Kabar

Catat 6 Lokasi Sholat Idul Adha di Kota Pasuruan dan Imbauan Penting Ini!

oleh Marjoko
18 Mei 2026
Khutbah

Jangan Biarkan Sepotong Haram Menahan Doa di Langit

oleh Wildan Miftahul Ilmi
8 Mei 2026
Khutbah

Pentingnya Tabayyun dan Menjaga Lisan di Era Informasi

oleh Firnas Muttaqin
2 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ilustrasi Hutan Wakaf Muhammadiyah/Generate by AI

Muhammadiyah akan Bangun Hutan di Lahan Wakaf, Lengkap dengan Vegetasi dan Laboratorium Ekologi

14 Mei 2026
Pekerja rehab Masjid Darul Arqom kaget temukan sarang tawon di lubang kubah kecil, lalu lapor takmir hingga BPBD diterjunkan/Foto Agus pasmu.id

Proyek Rehab Masjid Darul Arqom Terganggu, Pekerja Temukan Sarang Tawon Raksasa di Lubang Kubah Kecil

17 Mei 2026
Iduladha yang disertai pelaksanaan khutbah oleh para khatib di berbagai titik wilayah Kota Pasuruan/Ilustrasi AI

Catat 6 Lokasi Sholat Idul Adha di Kota Pasuruan dan Imbauan Penting Ini!

18 Mei 2026
MI Muhammadiyah Kunjungan ke P3GI

Museum Gula yang Baru Diresmikan Diserbu Siswa MI Muhammadiyah, Ada Praktik Tanam Tebu

19 Mei 2026
Khutbah Iduladha: Keteladanan Nabi Ibrahim Jadi Fondasi Ketakwaan dan Pendidikan Keluarga. (Foto: Marjoko/pasmu.id)

Khutbah Iduladha: Keteladanan Nabi Ibrahim Jadi Fondasi Ketakwaan dan Pendidikan Keluarga

27 Mei 2026
Tangis haru dan ucapan syukur mewarnai pengumuman kelulusan siswa kelas VI SD MuCES Kota Pasuruan. (Suyatno/Pasmu.id)

“Alhamdulillah!” Suasana Haru Warnai Kelulusan Siswa Kelas 6 SD MuCES

26 Mei 2026
Bu Safa dan siswa SD Al Kautsar berfoto bersama Dean Bragonier usai workshop inklusi di UMM/foto: Istimewa pasmu.id

Workshop Notice Ability di UMM Bangun Semangat Pendidikan Inklusif, Kepala SD Al Kautsar: “Setiap Anak Memiliki Potensi yang Harus Dilihat”

25 Mei 2026 - Updated On 26 Mei 2026
Di usia ke-79, PII ditantang bukan sekadar melahirkan alumni berjabatan, tetapi kader yang mampu menjawab paradoks Indonesia: negeri kaya raya yang rakyatnya belum sepenuhnya sejahtera/foto: Suharsono pasmu.id

Refleksi 79 Tahun PII: Menanti Jiwa Kader di Tengah Kekayaan Negeri yang Tergadai

25 Mei 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan