PASURUAN—Bagi sebagian anak, liburan adalah waktu untuk bermain dan berkumpul bersama keluarga. Namun, bagi anak-anak yatim, kesempatan itu tidak selalu mudah mereka rasakan. Karena itu, tawa 50 anak yatim yang memenuhi Parimas Waterpark Pacet pada awal Juli lalu menjadi lebih dari sekadar rekreasi. Di sana tumbuh harapan, kebersamaan, sekaligus pelajaran hidup.
Momentum tersebut menjadi bagian dari peringatan Milad ke-24 LAZISMU yang jatuh pada 4 Juli 2026. Seluruh LAZISMU di Jawa Timur mengusung tema peningkatan kesejahteraan umat melalui program pola tumbuh kembang anak yatim, piatu, dan dhuafa sebagai wujud komitmen bahwa zakat, infak, dan sedekah tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga membangun masa depan generasi.
Di Kota Pasuruan, semangat tersebut diwujudkan melalui Gebyar Muharram 1448 Hijriah dengan menghadirkan program PLAY (Pekan Liburan Anak Yatim). Program yang digagas M. Muslimaini ini lahir dari kolaborasi LAZISMU Kota Pasuruan dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) RSUD dr. Soedarsono Kota Pasuruan. Keduanya ingin menghadirkan santunan Muharram yang tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak.
“Anak-anak yatim tidak hanya membutuhkan santunan, tetapi juga pengalaman yang membentuk keberanian, tanggung jawab, dan kepercayaan diri,” ujar Muslimaini.
Sebanyak 50 anak yatim mengikuti kegiatan outbound dan rekreasi edukatif di Parimas Waterpark Pacet pada 7 Juli 2026. Melalui berbagai aktivitas, mereka belajar bekerja sama, menumbuhkan jiwa kepemimpinan, serta menikmati kebersamaan dalam suasana yang penuh keceriaan.
Rangkaian kegiatan berlanjut pada 9 Juli 2026 melalui nonton bareng film Children of Heaven, yang sarat dengan pesan tentang perjuangan, tanggung jawab, dan harapan. Pada hari yang sama, LAZISMU juga menyalurkan paket perlengkapan sekolah (school kit), santunan, serta menyerahkan bantuan kaki palsu kepada seorang ibu rumah tangga melalui kolaborasi dengan DWP RSUD dr. Soedarsono Kota Pasuruan sebagai bagian dari program pada pilar kesehatan.

Bagi penerima manfaat, bantuan tersebut bukan sekadar alat bantu, melainkan kesempatan untuk kembali beraktivitas dan menjalani kehidupan secara lebih mandiri. Di situlah makna zakat benar-benar hadir, bukan hanya meringankan beban, tetapi juga mengembalikan harapan.
Melalui program PLAY, LAZISMU Kota Pasuruan ingin menunjukkan bahwa investasi terbaik bagi anak yatim bukan hanya berupa bantuan materi, melainkan pengalaman yang mampu membentuk karakter dan menumbuhkan harapan untuk masa depan mereka.
LAZISMU juga membuka ruang kolaborasi bagi pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat untuk bersama-sama menyalurkan zakat, infak, dan sedekah agar semakin banyak kehidupan yang dapat dijangkau dan diberdayakan.
Di usia ke-24, LAZISMU menegaskan bahwa keberhasilan sebuah lembaga filantropi tidak semata-mata diukur dari besarnya dana yang dihimpun, melainkan dari seberapa banyak harapan yang berhasil ditumbuhkan bagi mereka yang membutuhkan.












