• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
Pasmu
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kajian

Meneladani Keteguhan Hijrah Kaum Muslimin ke Habasyah

Firnas Muttaqin oleh Firnas Muttaqin
1 menit yang lalu
in Kajian
0
Kajian Masjid At-Taqwa: hijrah ke Habasyah karena penindasan Quraisy, Raja Najasi adil melindungi muslimin. (Foto: Firnas Muttaqin/pasmu.id)

Kajian Masjid At-Taqwa: hijrah ke Habasyah karena penindasan Quraisy, Raja Najasi adil melindungi muslimin. (Foto: Firnas Muttaqin/pasmu.id)

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

PASURUAN — Kajian rutin di Masjid At-Taqwa, Kampung Jagalan, Kota Pasuruan, Kamis malam (9/7/2026), mengangkat tema hijrah kaum muslimin ke Habasyah, salah satu peristiwa penting dalam sejarah dakwah Islam. Materi disampaikan oleh Ustadz Anang Abdul Malik di hadapan jamaah yang memadati masjid.

Dalam kajian tersebut dijelaskan bahwa Habasyah, yang kini dikenal sebagai Etiopia, dipilih Rasulullah SAW sebagai tujuan hijrah karena dipimpin Raja Najasi (Negus), seorang penguasa yang dikenal adil dan memberikan perlindungan kepada siapa pun yang mencari suaka di negerinya.

Hijrah Demi Menyelamatkan Akidah

Ustadz Anang menjelaskan, hijrah ke Habasyah dilakukan ketika tekanan terhadap kaum muslimin di Makkah semakin berat. Mereka mengalami intimidasi, penyiksaan, dan berbagai bentuk penindasan dari kaum Quraisy sehingga Rasulullah SAW memerintahkan sebagian sahabat untuk meninggalkan Makkah.

Related Post

Ustadz Baidowi Bongkar Rahasia Keluar dari Kerugian Hidup Lewat Surat Al-Asr!

6 Juli 2025

Ustaz Abu Nasir Ungkap Rahasia Umar bin Khattab: Asal Usul Kalender Hijriah dan Tantangan Muhammadiyah Melawan Kemustahilan

29 Juni 2025

Goa Tsur Bikin Logika Luntur

25 Juni 2025

Satu Peristiwa, Ribuan Hikmah: Inilah Mengapa Hijrah Nabi Menjadi Awal Kalender Islam!

24 Juni 2025 - Updated On 25 Juni 2025

Gelombang pertama hijrah diikuti 16 orang, terdiri atas 12 laki-laki dan empat perempuan. Di antaranya adalah Utsman bin Affan bersama istrinya, Ruqayyah binti Muhammad SAW.

Setelah mengetahui adanya rombongan yang berhasil hijrah, kaum Quraisy memperketat penjagaan di Makkah. Namun, upaya tersebut tidak menghentikan hijrah berikutnya. Gelombang kedua yang lebih besar berhasil berangkat dengan jumlah sekitar 83 laki-laki dan 19 perempuan.

Diplomasi Ja’far bin Abi Thalib

Keberadaan kaum muslimin di Habasyah mendorong kaum Quraisy mengirim dua utusan, Amr bin Ash dan Abdullah bin Abi Rabi’ah, untuk meminta Raja Najasi memulangkan mereka ke Makkah. Kedua utusan itu juga membawa hadiah bagi raja dan para pembesar istana.

Raja Najasi tidak langsung memenuhi permintaan tersebut. Ia memilih mendengar penjelasan dari kedua belah pihak sebelum mengambil keputusan.

Kaum muslimin menunjuk Ja’far bin Abi Thalib sebagai juru bicara. Di hadapan raja, Ja’far menjelaskan kondisi masyarakat Arab sebelum Islam, kemudian menerangkan ajaran yang dibawa Rasulullah SAW, seperti tauhid, kejujuran, amanah, menjaga silaturahmi, serta menunaikan salat, zakat, dan puasa.

Ia juga menjelaskan bahwa kaum muslimin meninggalkan Makkah bukan karena ingin memberontak, melainkan untuk menyelamatkan keimanan dari berbagai bentuk penindasan.

Raja Najasi Memberikan Perlindungan

Setelah mendengar penjelasan Ja’far, Raja Najasi meminta agar dibacakan ayat-ayat Al-Qur’an. Ja’far kemudian membacakan Surah Maryam ayat 16–36.

Menurut riwayat yang disampaikan dalam kajian, Raja Najasi tersentuh mendengar bacaan tersebut. Ia menyatakan bahwa ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW dan Nabi Isa AS berasal dari sumber yang sama. Raja Najasi kemudian menolak permintaan utusan Quraisy dan tetap memberikan perlindungan kepada kaum muslimin di Habasyah.

Pelajaran dari Hijrah

Menutup kajian, Ustadz Anang menjelaskan bahwa kisah hijrah ke Habasyah mengajarkan pentingnya menjaga keimanan, akhlak, dan kebijaksanaan dalam berdialog. Ia juga mengulas tingkatan hidayah, mulai dari hidayah umum yang diberikan kepada seluruh makhluk hingga hidayah melalui petunjuk Allah dalam Al-Qur’an.

Menurutnya, keteguhan iman dan cara berkomunikasi yang santun menjadi pelajaran penting dari peristiwa hijrah yang tetap relevan bagi umat Islam hingga saat ini.

Editor: Marjoko

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: Habasyahhijrah
ShareTweetShare
Firnas Muttaqin

Firnas Muttaqin

Related Posts

Kabar

Ustadz Baidowi Bongkar Rahasia Keluar dari Kerugian Hidup Lewat Surat Al-Asr!

oleh Marjoko
6 Juli 2025
Kabar

Ustaz Abu Nasir Ungkap Rahasia Umar bin Khattab: Asal Usul Kalender Hijriah dan Tantangan Muhammadiyah Melawan Kemustahilan

oleh Marjoko
29 Juni 2025
Opini

Goa Tsur Bikin Logika Luntur

oleh Nur Yasin
25 Juni 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

MI Muhammadiyah dan TK ABA 1 Pasuruan melepas generasi berprestasi menuju masa depan gemilang.

MI Muhammadiyah dan TK ABA 1 Kota Pasuruan Melepas Generasi Berprestasi Menyongsong Masa Depan Gemilang

21 Juni 2026
Almarhumah Hj. Siti Fatimah

Duka Jamaah Perempuan Masjid Baiturrahman, Satu per Satu Ibu-Ibu Teladan Berpulang

9 Juli 2026

Satu Peristiwa, Ribuan Hikmah: Inilah Mengapa Hijrah Nabi Menjadi Awal Kalender Islam!

24 Juni 2025 - Updated On 25 Juni 2025
Milad ke-109 ‘Aisyiyah Panggungrejo menguatkan dakwah kesehatan melalui semangat hidup sehat tanpa obat. (foto: Firnas/pasmu.id)

Pengajian Milad ke-109 ‘Aisyiyah Panggungrejo: Meneguhkan Spirit Hidup Sehat Tanpa Obat

14 Juni 2026
Kajian Masjid At-Taqwa: hijrah ke Habasyah karena penindasan Quraisy, Raja Najasi adil melindungi muslimin. (Foto: Firnas Muttaqin/pasmu.id)

Meneladani Keteguhan Hijrah Kaum Muslimin ke Habasyah

10 Juli 2026

DWP RSUD dr. Soedarsono Kota Pasuruan Dukung PLAY Muharam Ceria 2026, Salurkan Bantuan Kaki Palsu untuk Penyandang Disabilitas

10 Juli 2026

Aisyiyah Kota Pasuruan Apresiasi PLAY Muharam Ceria Lazismu: Hadirkan Kebahagiaan bagi 50 Anak Yatim

10 Juli 2026
Guru hebat lahir dari niat ikhlas, hati bahagia, dan spiritual kuat yang bersandar pada Allah. (Ilustrasi: AI)

Bangun Guru Hebat dan Bahagia, SPEAM Pasuruan Gelar Spiritual Capacity Building

10 Juli 2026
PasMu

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan