Pasuruan – Sekolah Pesantren Entrepreneur Al-Maun Muhammadiyah (SPEAM) Kota Pasuruan menggelar kegiatan Spiritual Capacity Building dengan tema “Menjadi Guru Hebat dan Bahagia” pada Kamis (9/7/2026) di Laboratorium IPA SPEAM Putri, Jalan Soekarno Hatta No. 1 Karangketug, Gadingrejo, Kota Pasuruan.
Kegiatan yang diikuti oleh seluruh tenaga pendidik dan kependidikan tersebut menghadirkan Hanif Asyhar, M.Pd., C.H., C.Ht., seorang Konsultan Pendidikan Nasional, Praktisi Parenting Nasional, sekaligus penulis. Melalui kegiatan ini, para guru diajak memperkuat kapasitas spiritual sebagai fondasi dalam menjalankan amanah sebagai pendidik.
Dalam pemaparannya, Hanif Asyhar menegaskan bahwa menjadi guru hebat tidak cukup hanya menguasai materi pembelajaran. Seorang pendidik juga harus memiliki ketangguhan spiritual, kecerdasan emosional, serta hati yang bahagia agar mampu menghadirkan proses belajar yang bermakna bagi peserta didik.
Menurutnya, langkah pertama yang harus dimiliki seorang guru adalah meluruskan niat dan menjaga keikhlasan. Guru yang berangkat mengajar dengan niat ibadah karena Allah SWT akan memperoleh kemudahan dalam menjalankan tugasnya. Keikhlasan tersebut diyakini menjadi pintu datangnya pertolongan Allah, termasuk dalam memudahkan peserta didik memahami ilmu yang disampaikan.
“Ketika guru mengajar dengan penuh keikhlasan, maka insya Allah Allah akan membuka hati para siswa untuk menerima ilmu yang diberikan,” ujarnya.
Selain keikhlasan, Hanif juga mengingatkan pentingnya membangun lingkungan kerja yang sehat dengan menghindari sikap dan perilaku toksik. Ia menjelaskan bahwa budaya bergosip, saling menjatuhkan, membentuk kelompok eksklusif, hingga menyebarkan energi negatif hanya akan melemahkan kekuatan sebuah lembaga pendidikan.
Menurutnya, sekolah akan berkembang apabila seluruh warga sekolah mampu menjaga persatuan, saling mendukung, dan fokus pada tujuan bersama, yaitu memberikan pendidikan terbaik bagi peserta didik.
“Jika ingin menjadi guru yang bahagia, maka mulailah dari diri sendiri untuk tidak menjadi bagian dari lingkungan yang toksik,” pesannya di hadapan peserta.
Materi berikutnya menyoroti pentingnya kedekatan guru dengan masjid. Masjid disebut sebagai tempat terbaik untuk mengisi kembali energi spiritual atau recharging. Ketika menghadapi berbagai persoalan, guru dianjurkan memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Masjid bukan hanya tempat shalat, tetapi juga tempat menguatkan hati, menenangkan pikiran, dan memohon pertolongan kepada Allah,” ungkapnya.
Selain itu, peserta juga diajak membangun tiga karakter utama guru yang bahagia, yaitu terus belajar, berpikir positif, dan selalu bersyukur. Hanif mengibaratkan seorang guru seperti perangkat teknologi yang harus terus diperbarui agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Guru dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi, memperbarui wawasan, dan tidak berhenti belajar.
Di sisi lain, sikap positif dan rasa syukur dinilai menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan dunia pendidikan. Guru yang memiliki pola pikir positif akan lebih mudah menemukan solusi dibandingkan larut dalam persoalan.
Dalam sesi penutup, Hanif mengingatkan bahwa keberhasilan seorang guru tidak hanya ditentukan oleh hard skill atau kemampuan mengajar, tetapi juga oleh soft skill, seperti kemampuan berkomunikasi, membangun hubungan yang baik, mengelola emosi, serta menghadirkan keteladanan bagi peserta didik.
Ia menekankan bahwa seluruh aktivitas mengajar hendaknya selalu melibatkan Allah SWT sehingga profesi guru tidak sekadar menjadi pekerjaan, melainkan bagian dari ibadah dan jalan untuk menebar kebermanfaatan.
Kegiatan Spiritual Capacity Building ini menjadi bagian dari komitmen SPEAM Pasuruan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan sekolah. Melalui pembinaan spiritual yang berkelanjutan, diharapkan lahir guru-guru yang tidak hanya profesional dan kompeten, tetapi juga memiliki karakter kuat, hati yang tenang, serta mampu menghadirkan suasana belajar yang inspiratif dan penuh keberkahan.
Kepala sekolah berharap nilai-nilai yang diperoleh dalam kegiatan tersebut dapat diimplementasikan dalam aktivitas sehari-hari sehingga tercipta budaya kerja yang harmonis, produktif, dan berorientasi pada pelayanan pendidikan terbaik bagi para siswa.
Dengan semangat menjadi guru hebat dan bahagia, seluruh pendidik SPEAM diharapkan mampu terus memberikan teladan, menginspirasi peserta didik, serta menjadi bagian dari upaya mencetak generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Editor: Marjoko













