Masjid Al-Ukhuwah kembali menggelar kajian Ahad pagi rutin pada Minggu, 19 April 2026, usai pelaksanaan salat subuh berjamaah. Kegiatan yang diikuti oleh puluhan jamaah ini menghadirkan Ustaz M. Farihin sebagai pemateri utama.
Dalam suasana yang khidmat, Ustaz M. Farihin menyampaikan kajian bertema keimanan dan praktik ibadah dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa setiap manusia sejatinya telah memiliki fitrah untuk mengenal dan mengakui keesaan Allah sejak sebelum dilahirkan.
“Setiap jiwa pada dasarnya sudah bertauhid kepada Allah. Namun ketika hidup di dunia, keadaan itu bisa berubah tergantung lingkungan, terutama orang tua,” ujarnya, mengutip makna hadis tentang fitrah manusia.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya menjaga kemurnian tauhid dari berbagai bentuk kesyirikan, baik yang disadari maupun tidak.
“Kadang ucapan sederhana seperti ‘untung ada saya’ bisa mengarah pada syirik jika melupakan peran Allah. Yang tepat adalah mengembalikan semua kepada kehendak-Nya,” jelasnya.
Selain itu, Ustaz Farihin juga menyoroti fenomena praktik-praktik yang menyimpang di masyarakat, seperti penggunaan jasa dukun dalam berbagai acara. Ia mengajak jamaah untuk lebih berhati-hati agar tidak terjerumus dalam perbuatan yang merusak akidah.
Dalam pembahasannya tentang rukun Islam, ia menegaskan bahwa salat bukan sekadar kewajiban, tetapi harus menjadi kebutuhan bagi setiap Muslim.
“Pertanyaannya, apakah salat kita sudah menjadi kebutuhan atau hanya sekadar kewajiban? Jika hanya kewajiban, maka dampaknya tidak terasa dalam kehidupan,” tuturnya.
Ia juga mengajak jamaah untuk melakukan refleksi diri terkait waktu yang digunakan untuk ibadah dibandingkan aktivitas duniawi.
“Dalam sehari kita punya ribuan menit, tapi berapa menit yang benar-benar kita gunakan untuk beribadah dengan khusyuk?” ungkapnya.
Menurutnya, salat yang dijalankan dengan kesadaran sebagai kebutuhan akan mampu mencegah perbuatan keji dan mungkar, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an.
Setelah kajian berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan tradisi ngopi dan sarapan bersama di area masjid. Fasilitas yang disediakan oleh takmir ini menjadi sarana mempererat ukhuwah antarjamaah dalam suasana santai dan penuh keakraban. Kegiatan ini telah menjadi rutinitas setiap Ahad pagi dan mendapat respons positif dari masyarakat sekitar.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Masjid Al-Ukhuwah tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan spiritual dan sosial yang menguatkan kebersamaan umat.











