PASURUAN, Pasmu.Id — Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tidak melulu dirayakan lewat gegap gempita seremoni. Bagi Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU) Kota Pasuruan, momentum kemerdekaan dimaknai sebagai titik pijak untuk memperkuat integritas kelembagaan dan kohesi sosial.
Melalui helatan bertajuk Pesta Kemerdekaan dan Amil Award, agenda diawali dengan jalan santai yang dilanjutkan sesi zumba berenergi, dipandu langsung oleh Pendekar Tapak Suci, Jamaluddin. Suasana kebersamaan kian dinamis melalui serangkaian simulasi ketangkasan personal yang dirancang untuk menguji efikasi diri dan kepercayaan individu, serta ragam kompetisi kolaboratif guna memperkokoh sinergi dan soliditas tim. Rangkaian aktivitas fisik dan pembinaan mental ini kemudian bermuara pada seremoni penganugerahan kinerja bagi amil dan relawan.
Sebanyak 28 peserta hadir memadati jalannya agenda, yang merupakan representasi lintas elemen strategis: staf Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), jajaran pimpinan dan eksekutif LAZISMU, kantor layanan LAZISMU Al Kautsar, hingga jejaring relawan (volunteer) yang selama ini menjadi garda depan gerakan kemanusiaan.
General Manager LAZISMU Kota Pasuruan, M. Iqbal Setiawan, S.M., menegaskan bahwa kemerdekaan sejati dalam tata kelola filantropi terletak pada pengabdian yang berkesinambungan dan soliditas internal. Menukil pemikiran sosiolog Émile Durkheim mengenai pentingnya solidaritas organik dalam memperkuat daya tahan suatu kelompok, Iqbal menyampaikan bahwa efektivitas organisasi sosial bertumpu pada interdependensi dan kepercayaan antar-elemen di dalamnya.
“Sebagaimana Bung Hatta menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia bukan sekadar jembatan emas, melainkan upaya mewujudkan keadilan dan martabat manusia, kami di LAZISMU memandang amanah zakat, infak, dan sedekah menuntut kredibilitas, ghirah perjuangan, serta kepemimpinan kolektif yang kokoh,” tutur Iqbal.
Keterlibatan lintas struktur hingga lingkar keluarga amil dipandang esensial guna merawat dimensi afektif, membangun ekosistem kerja yang humanis, serta mempererat modal sosial kelembagaan.
Puncak acara ditandai dengan penyerahan Amil Award sebagai instrumen evaluasi performa kerja sepanjang semester awal tahun 2026.
Tiga kategori penghargaan diberikan kepada figur-figur berprestasi:
- Amil Berprogres: Diberikan kepada Fajar Kurniawan (Divisi Keuangan) atas akselerasi kompetensi dan dinamika pertumbuhan kinerja yang terukur secara sistematis.
- Amil Konsisten: Diraih oleh Jamaluddin (Divisi Penghimpunan/Fundraiser) atas reliabilitas, kedisiplinan administratif, serta konsistensi keterlibatan dalam berbagai lini program.
- Penghimpun Terbanyak: Dianugerahkan kepada Ajeng Baramarta (Relawan Penghimpunan), yang mencatatkan lonjakan perolehan ZIS secara eksponensial sepanjang periode Januari–Juni 2026 setelah dua tahun mendedikasikan diri dalam barisan kerelawanan.
Iqbal menambahkan, tradisi apresiasi berbasis meritokrasi ini direncanakan terus bergulir pada momentum-momentum strategis demi menjaga determinasi serta standar profesionalisme amil dalam mengakselerasi kemaslahatan umat dan bangsa.












