• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
Pasmu
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Opini

Sains dan Agama: Bertentangan atau Saling Menguatkan?

Yogi Arfan oleh Yogi Arfan
4 bulan yang lalu
in Opini
0
Ilustrasi Sains dan Agama/Made by AI

Ilustrasi Sains dan Agama/Made by AI

3
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Di tengah ramainya perdebatan di dunia maya, baik soal agama maupun sains, ada satu hal yang menarik untuk diamati: cara orang menyikapi dua hal ini ternyata beragam. Dari yang saya lihat selama “berkelana” di jagat online, setidaknya ada empat tipe orang yang sering muncul dalam diskusi semacam ini.

Pertama, ada tipe yang menjadikan agama sebagai “lawan tanding” sains. Biasanya, mereka membandingkan keduanya secara kontras, bahkan cenderung mempertentangkan.

Misalnya, ketika membahas teori evolusi, mereka menilai pendekatan ilmiah lebih logis dan empiris, sementara penjelasan agama dianggap tidak masuk akal. Pola pikir seperti ini sering berangkat dari anggapan bahwa kebenaran harus tunggal dan hanya bisa dibuktikan dengan satu pendekatan saja—yakni sains.

Kedua, ada tipe yang tetap berada di ranah sains, tapi gemar membandingkan satu teori dengan teori lainnya. Ini sebenarnya bagian dari dinamika sehat dalam dunia ilmiah. Contohnya, perdebatan antara teori Big Bang dan Steady State. Di sini, diskusi terjadi dalam koridor yang sama: data, observasi, dan logika. Tipe ini biasanya lebih fokus pada pengembangan pengetahuan tanpa membawa unsur keyakinan pribadi ke dalamnya.

Related Post

PDM Kota Pasuruan memulai soft breaking Klinik Rawat Inap SehatMu sebagai langkah pelayanan kesehatan berbasis dakwah. (Foto: Marjoko/pasmu.id)

PDM Kota Pasuruan Gelar Soft Breaking Klinik Rawat Inap SehatMu, Targetkan Segera Beroperasi

8 Agustus 2026
Rakerpim PDM Kota Pasuruan menyepakati pendirian Klinik SehatMU sebagai penguatan dakwah dan pelayanan kesehatan umat. (Foto: Yogi/pasmu.id)

Rakerpim Muhammadiyah Kota Pasuruan Tetapkan Klinik SehatMU sebagai Amal Usaha Baru

2 Agustus 2026

Ibadah tanpa Ilmu Bisa Tertolak, Ini Penjelasan M. Muslimaini Errifai dalam Khutbah Jumat

1 Agustus 2026

Di Mana Posisi Jiwamu? Membedah Hubungan antara Rasa Syukur dan Kebahagiaan

28 Juli 2026

Ketiga, ada juga yang justru mengambil posisi sebaliknya: menolak sains ketika dianggap bertentangan dengan ajaran agama. Mereka cenderung menutup diri terhadap teori-teori tertentu, seperti evolusi, karena dirasa tidak sesuai dengan keyakinan yang dianut. Sikap ini sering muncul dari keinginan menjaga kemurnian iman, tapi di sisi lain bisa membuat ruang dialog jadi sempit.

Nah, yang keempat ini menurut saya paling menarik: mereka yang mencoba menjembatani keduanya. Tipe ini tidak melihat sains dan agama sebagai dua hal yang harus dipertentangkan, tapi justru saling melengkapi.

Mereka tetap belajar sains, tapi juga memahami ajaran agama sebagai landasan. Bahkan, sains dianggap sebagai cara untuk memahami “proses” dari apa yang sudah diyakini.

Dalam sudut pandang ini, ayat-ayat agama tidak selalu dibaca secara kaku, tapi juga direnungkan maknanya. Misalnya, konsep penciptaan alam semesta yang disebut berlangsung dalam “masa-masa” tertentu bisa dipahami sebagai proses, bukan kejadian instan.

Dari sini muncul kesadaran bahwa belajar sains bukanlah ancaman bagi iman, melainkan justru bagian dari upaya memahami ciptaan Tuhan.

Kalau dipikir-pikir, perbedaan keempat tipe ini sebenarnya bukan soal siapa yang paling benar, tapi lebih ke cara pandang. Apakah kita melihat sains dan agama sebagai dua kubu yang saling berhadapan, atau sebagai dua jalan yang bisa saling menguatkan?

Pada akhirnya, pilihan ada di masing-masing. Tapi kalau boleh jujur, pendekatan yang terbuka dan mau belajar dari berbagai sisi terasa lebih “adem” dan produktif. Karena dunia ini terlalu luas untuk dipahami hanya dari satu sudut pandang saja.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: muhammadiyahsains
Share1Tweet1Share
Yogi Arfan

Yogi Arfan

Kalau orang lain bisa, kenapa harus saya?

Related Posts

PDM Kota Pasuruan memulai soft breaking Klinik Rawat Inap SehatMu sebagai langkah pelayanan kesehatan berbasis dakwah. (Foto: Marjoko/pasmu.id)
Kabar

PDM Kota Pasuruan Gelar Soft Breaking Klinik Rawat Inap SehatMu, Targetkan Segera Beroperasi

oleh Marjoko
8 Agustus 2026
Rakerpim PDM Kota Pasuruan menyepakati pendirian Klinik SehatMU sebagai penguatan dakwah dan pelayanan kesehatan umat. (Foto: Yogi/pasmu.id)
Kabar

Rakerpim Muhammadiyah Kota Pasuruan Tetapkan Klinik SehatMU sebagai Amal Usaha Baru

oleh PasMu Media
2 Agustus 2026
Kabar

Ibadah tanpa Ilmu Bisa Tertolak, Ini Penjelasan M. Muslimaini Errifai dalam Khutbah Jumat

oleh Muslim Notonegoro
1 Agustus 2026
Next Post
Foto: Yogi Arfan/PasMU

Senam, Cek Kesehatan, hingga Tausiyah: Serunya Kegiatan Kolaborasi Aisyiyah Gadingrejo

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Pembukaan MPLS SD Al Kautsar Kota Pasuruan berlangsung meriah, dihadiri Wali Kota yang mengantarkan putrinya. (Foto: Marjoko/pasmu.id)

SD Al Kautsar Kota Pasuruan Resmi Buka MPLS Tahun Ajaran 2026/2027, Wali Kota dan Bunda Wali Kota Antar Putri Ketiga di Hari Pertama Sekolah

13 Juli 2026
Ustaz Abu Nasir memimpin rapat pembentukan Tim Pendirian Klinik SehatMu di Aula KH Ahmad Dahlan (14/07)/PasMu

PDM Kota Pasuruan akan Bangun Klinik Rawat Inap PKU Muhammadiyah ‘SehatMu’, Target Operasi Awal Tahun 2027

14 Juli 2026
Ketua Umum PW IPM Jawa Timur

PW IPM Jawa Timur Siap Sinergikan Program PP IPM 2026-2028

19 Juli 2026
Ustaz Abu Nasir - Ketua PDM Kota Pasuruan

Sambut Tahun Ajaran Baru, Ustaz Abu Nasir Sampaikan Pesan kepada Guru Muhammadiyah Kota Pasuruan

12 Juli 2026
Pendidikan dasar jangan hanya mencetak penghafal, tapi pembangun fondasi pemahaman dan karakter anak bangsa. (Ilustrasi: Ai)

Anak Hafal Banyak Hal, tetapi Mengapa Kita Gagal Mengajarkan yang Paling Dasar?

10 Agustus 2026
LAZISMU dan Yatim Mandiri Pasuruan gelar Amil Match bulutangkis untuk perkuat sinergi antarlembaga zakat. (Foto: Muslim/pasmu.id)

Perkuat Sinergi Filantrofi, LAZISMU dan Yatim Mandiri Pasuruan Gelar Program Kolaborasi ‘Amil Match’

10 Agustus 2026
Hijrah bukan sekadar berpindah tempat, tetapi proses menguji kejujuran iman melalui kesabaran dan pengorbanan

Menemukan Makna di Balik Ujian: Mengapa Hijrah Harus Berproses?

9 Agustus 2026
BPBD Kota Pasuruan memperkuat sinergi relawan melalui konsolidasi, peningkatan kapasitas, dan pemetaan respons bencana. (foto: Muslim/pasmu.id)

​BPBD Kota Pasuruan Pererat Konsolidasi Relawan, MDMC Tekankan Pentingnya Upgrading Skill dan Evaluasi Respons Bencana

8 Agustus 2026
PasMu

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan