• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Opini

Kesinambungan Nilai Ibadah Qurban dan Implementasi Keadilan Sosial

Wildan Miftahul Ilmi oleh Wildan Miftahul Ilmi
10 bulan yang lalu
in Opini
0
Image Google

Ilustrasi Qurban dan Keadilan Sosial

6
SHARES
15
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Saat ini kita telah memasuki bulan haji, yang menandakan bahwa hari raya Idul Adha akan segera tiba. Di Indonesia, mayoritas umat Muslim merujuk pada perayaan ini sebagai hari raya qurban. Idul Adha merupakan momen penting bagi umat Islam dan dirayakan oleh umat muslim di berbagai belahan dunia.

Pemerintah telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri mengenai Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama untuk tahun 2025. Dalam keputusan tersebut, Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriyah ditetapkan jatuh pada hari Jumat, tanggal 6 Juni 2025.

Ibadah qurban memiliki hubungan yang signifikan dengan ibadah haji, meskipun tidak merupakan bagian dari rangkaian yang wajib dalam pelaksanaan ibadah haji itu sendiri. Qurban merupakan aspek penting dalam perayaan ibadah bagi umat Muslim, yang diambil dari kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail, yang tercatat dalam Al-Qur’an.

Nabi Ibrahim dan Siti Hajar mengalami penantian yang cukup lama untuk memiliki keturunan. Ketika Nabi Ismail lahir, ia dibesarkan dengan penuh kasih sayang. Namun, Nabi Ibrahim kemudian menerima perintah dari Tuhan untuk menyembelih putranya yang sangat dicintainya. Nabi Ibrahim menyambut perintah tersebut dengan ketawadhuan dan pengabdian.

Related Post

Ustaz Miftakhul Jannah Mengajak Menjadi Manusia Bertakwa Pasca Ramadhan

20 Maret 2026

Momentum Idul Fitri 1447 H, Jamaah di Lapangan SLB Wironini Diajak Jaga “Ritme” Ibadah Pasca Ramadan

20 Maret 2026

Ustaz Nurul Humaidi Bongkar Fakta: Banyak Orang Bertakbir di Masjid Tapi Takabur di Luar! 

20 Maret 2026

Muhammadiyah Kota Pasuruan Gelar Salat Idulfitri di Enam Titik, GOR Dipadati Ratusan Jamaah

20 Maret 2026

Perintah ini dianggap sebagai ujian bagi kesabaran, penghambaan, dan ketundukan Nabi Ibrahim kepada Allah. Dalam proses tersebut, perintah untuk menyembelih Nabi Ismail kemudian diganti dengan penyembelihan seekor domba sebagai pengganti.

Ibadah qurban memiliki nilai-nilai keadilan dan perhatian terhadap masyarakat yang kurang mampu. Daging qurban umumnya diberikan terlebih dahulu kepada kaum dhuafa dan fakir miskin, meskipun tidak ada larangan untuk memberikan kepada mereka yang lebih mampu secara finansial. Hal ini menunjukkan bahwa qurban mengajarkan pentingnya prinsip berbagi, rasa saling memiliki, serta sikap tolong-menolong dan bergotong royong dalam masyarakat.

Konsep qurban dan cita-cita keadilan sosial berkaitan erat dengan sila ke-5 Pancasila, yang menegaskan prinsip keadilan sosial untuk seluruh rakyat Indonesia. Dalam pandangan Soekarno, “Keadilan sosial ialah suatu masyarakat atau sifat suatu masyarakat adil dan makmur, tidak ada penghinaan, tidak ada penindasan, tidak ada penghisapan”.

Namun, meskipun prinsip keadilan sosial tercantum dalam ajaran Pancasila, seringkali nilai-nilai ini tampak tidak terwujud dan hanya menjadi retorika dalam konteks birokrasi yang dominan oleh oligarki. Kesenjangan ekonomi yang terlihat antara penguasa dan masyarakat umum menciptakan kondisi yang mengkhawatirkan, di mana kekayaan sumber daya alam seringkali dikuasai oleh segelintir kelompok, sementara sebagian besar masyarakat hanya menjadi penonton dalam proses pemanfaatan sumber daya tersebut.

Melalui semangat qurban, para penguasa mestinya meneladani Nabi Ibrahim AS yang tunduk terhadap perintah Tuhannya, tentu hal ini juga berkorelasi dengan prinsip ajaran Islam, yang mengajarkan tentang social justice (keadilan sosial), keberpihakan kepada kaum lemah dan membela kaum tertindas.


Penulis : Irfan Efendi, Ketua PDPM Kota Pasuruan

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: dakwahidul adhamuhammadiyahQurbanTarjih Muhammadiyah
Share2Tweet2Share
Wildan Miftahul Ilmi

Wildan Miftahul Ilmi

Related Posts

Kabar

Ustaz Miftakhul Jannah Mengajak Menjadi Manusia Bertakwa Pasca Ramadhan

oleh Muslim Notonegoro
20 Maret 2026
Kabar

Momentum Idul Fitri 1447 H, Jamaah di Lapangan SLB Wironini Diajak Jaga “Ritme” Ibadah Pasca Ramadan

oleh Firnas Muttaqin
20 Maret 2026
Kita besarkan Allah di tempat ibadah, tapi kita agungkan kekayaan, kekuasaan, dan kedudukan di luar sana.
Kabar

Ustaz Nurul Humaidi Bongkar Fakta: Banyak Orang Bertakbir di Masjid Tapi Takabur di Luar! 

oleh Marjoko
20 Maret 2026
Next Post

Noise vs Voice: Demokrasi atau Distraksi?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 menjadi penegas presisi hisab KHGT sekaligus simbol kuat arah baru persatuan kalender umat Islam dunia.

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026: Validasi Astronomis KHGT dan Momentum Menuju Kesatuan Umat

3 Maret 2026
Menghidupkan malam-malam akhir Ramadhan, Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan menyelenggarakan kajian i’tikaf di lima masjid yang tersebar di Kota Pasuruan.

Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan Gelar Rangkaian Kajian I’tikaf Ramadhan

6 Maret 2026
Menuju 2029, Bawaslu dan Muhammadiyah Kota Pasuruan resmi bersinergi kawal demokrasi bersih dan berintegritas.

Langkah Besar Menuju 2029: Bawaslu dan Muhammadiyah Kota Pasuruan Teken MoU Strategis

3 Maret 2026

Muhammadiyah Kota Pasuruan Siapkan 6 Titik Sholat Idul Fitri 1447 Hijriyah, Ini Daftar Lengkapnya

12 Maret 2026 - Updated On 13 Maret 2026

Ustaz Miftakhul Jannah Mengajak Menjadi Manusia Bertakwa Pasca Ramadhan

20 Maret 2026

Momentum Idul Fitri 1447 H, Jamaah di Lapangan SLB Wironini Diajak Jaga “Ritme” Ibadah Pasca Ramadan

20 Maret 2026
Dosa adalah malware yang merusak sistem fitrah, dan Ramadhan adalah proses reset total atas virus-virus keburukan.

Khutbah Idul Fitri di Halaman Masjid Baiturrahman: Rekonstruksi Jiwa Menuju Fitrah Orisinal

20 Maret 2026
Kita besarkan Allah di tempat ibadah, tapi kita agungkan kekayaan, kekuasaan, dan kedudukan di luar sana.

Ustaz Nurul Humaidi Bongkar Fakta: Banyak Orang Bertakbir di Masjid Tapi Takabur di Luar! 

20 Maret 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan