• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Opini

Haji Furoda, Bayar Lebih Belum Tentu Ber-Haji!

Marjoko oleh Marjoko
12 bulan yang lalu
in Opini
0
5
SHARES
11
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Setiap musim haji, jutaan umat Muslim di seluruh dunia memadati Tanah Suci untuk menunaikan rukun Islam kelima. Di antara mereka, sebagian jemaah dari Indonesia memilih jalur haji furoda, program haji non-kuota yang menggunakan visa mujamalah (undangan) dari Pemerintah Arab Saudi. Dengan biaya yang bisa mencapai dua hingga tiga kali lipat dari haji reguler, banyak calon jemaah beranggapan bahwa jalur ini adalah solusi instan untuk menghindari antrean panjang. Namun, kenyataan di lapangan tidak selalu seindah brosur promosi.

haji furoda
Foto: Istimewa

Haji furoda seringkali dipasarkan dengan narasi “langsung berangkat, tanpa antrean.” Tapi sayangnya, banyak kasus menunjukkan bahwa pembayaran mahal tidak otomatis menjamin keberangkatan. Pada musim haji 2025, ribuan calon jemaah haji furoda asal Indonesia dipastikan gagal berangkat ke Tanah Suci karena Pemerintah Arab Saudi tidak menerbitkan visa haji furoda tahun ini . Sebagai contoh, sebanyak 60 calon jemaah haji furoda dari Surabaya belum pasti keberangkatannya karena visa belum terbit.

Permasalahannya bukan semata pada niat ibadah para jemaah, tapi pada lemahnya regulasi dan pengawasan terhadap penyelenggara haji furoda. Karena tidak melalui sistem kuota resmi Kementerian Agama RI, jemaah furoda kerap luput dari perlindungan hukum dan pendampingan negara. Banyak dari mereka akhirnya menjadi korban “calo visa” atau travel nakal yang lebih mementingkan bisnis daripada tanggung jawab spiritual dan kemanusiaan. Kerugian yang dialami penyelenggara perjalanan haji furoda akibat kegagalan ini bisa mencapai Rp 300 juta per orang.

Fenomena ini menunjukkan adanya kesenjangan antara hasrat beribadah dan realitas penyelenggaraan. Masyarakat kita begitu bersemangat untuk berhaji, hingga kadang tergoda oleh iming-iming jalan pintas yang tidak terjamin. Patut diingat, dalam tradisi spiritual haji, “Allah Tidak Mengundang Hambanya yang Mampu, Tapi Allah Memampukan Hamba-Nya yang Dia Undang”. Padahal, ibadah haji sejatinya bukan hanya tentang “sampai di Mekkah,” tapi juga tentang proses, kesiapan lahir-batin, dan legalitas yang sah. Mencari shortcut melalui haji furoda yang berisiko justru bertentangan dengan hakikat undangan Ilahi ini.

Related Post

Cinta bisa tumbuh berbeda, tetapi pernikahan kokoh ketika dibangun di atas akidah yang sama. (ilustrasi: shutterstock.com

Cinta Beda Mazhab antara Muhammadiyah dan NU: Ketika Hati Bertemu, Haruskah Pernikahan Berpisah?

2 Juni 2026
MI Muhammadiyah Pasuruan gelar qurban Idul Adha untuk menanamkan kepedulian, keikhlasan, dan semangat berbagi. (foto: Istimewa/pasmu.id)

MasyaAllah! MI Muhammadiyah Pasuruan Sembelih 5 Kambing Qurban, Siswa Belajar Ikhlas dan Peduli Sesama

29 Mei 2026

Masjid Al-Ukhuwah Himpun 6 Sapi dan 10 Kambing Qurban, Distribusikan Hampir 1.800 Kantong Daging

28 Mei 2026

Hari Raya Orang muslim melalui Takbir Idul Adha 1447 H/ 2026 M

27 Mei 2026

Pemerintah perlu memperkuat edukasi dan regulasi soal jalur haji non-kuota ini. Sementara masyarakat pun harus lebih kritis, tidak mudah tergiur oleh janji manis biro perjalanan. Haji bukan sekadar ibadah ritual, tapi juga pengelolaan sistem yang menuntut kejujuran, ketertiban, dan tanggung jawab. Jika tidak, haji furoda bisa jadi hanya tiket mahal menuju kekecewaan, bukan jalan menuju panggilan suci.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: furodahajiidul adhamuhammadiyah
Share2Tweet1Share
Marjoko

Marjoko

Seorang pecinta tulisan, pengulik desain grafis, and Good Daddy and Hubby in every universe.

Related Posts

Cinta bisa tumbuh berbeda, tetapi pernikahan kokoh ketika dibangun di atas akidah yang sama. (ilustrasi: shutterstock.com
Opini

Cinta Beda Mazhab antara Muhammadiyah dan NU: Ketika Hati Bertemu, Haruskah Pernikahan Berpisah?

oleh Nashrul Muminin
2 Juni 2026
MI Muhammadiyah Pasuruan gelar qurban Idul Adha untuk menanamkan kepedulian, keikhlasan, dan semangat berbagi. (foto: Istimewa/pasmu.id)
Kabar

MasyaAllah! MI Muhammadiyah Pasuruan Sembelih 5 Kambing Qurban, Siswa Belajar Ikhlas dan Peduli Sesama

oleh PasMu Media
29 Mei 2026
Kabar

Masjid Al-Ukhuwah Himpun 6 Sapi dan 10 Kambing Qurban, Distribusikan Hampir 1.800 Kantong Daging

oleh Yogi Arfan
28 Mei 2026
Next Post

Gaji Pas-Pasan Tapi Ingin Qurban? Lazismu Kota Pasuruan Punya Solusinya!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ilustrasi Hutan Wakaf Muhammadiyah/Generate by AI

Muhammadiyah akan Bangun Hutan di Lahan Wakaf, Lengkap dengan Vegetasi dan Laboratorium Ekologi

14 Mei 2026
Prestasi membanggakan SD Al Kautsar dalam Ujian TKA 2025–2026, wujud generasi islami, berkarakter, dan berprestasi. (Ilustrasi: pasmu.id)

Siswa SD Al Kautsar Tunjukkan Hasil Terbaik di Ujian TKA

29 Mei 2026
Pekerja rehab Masjid Darul Arqom kaget temukan sarang tawon di lubang kubah kecil, lalu lapor takmir hingga BPBD diterjunkan/Foto Agus pasmu.id

Proyek Rehab Masjid Darul Arqom Terganggu, Pekerja Temukan Sarang Tawon Raksasa di Lubang Kubah Kecil

17 Mei 2026
Iduladha yang disertai pelaksanaan khutbah oleh para khatib di berbagai titik wilayah Kota Pasuruan/Ilustrasi AI

Catat 6 Lokasi Sholat Idul Adha di Kota Pasuruan dan Imbauan Penting Ini!

18 Mei 2026
Image IPM

Presiden Copot Kepala BGN: Harapan Baru Bagi Pelajar

3 Juni 2026
Cinta bisa tumbuh berbeda, tetapi pernikahan kokoh ketika dibangun di atas akidah yang sama. (ilustrasi: shutterstock.com

Cinta Beda Mazhab antara Muhammadiyah dan NU: Ketika Hati Bertemu, Haruskah Pernikahan Berpisah?

2 Juni 2026
Burung yang rajin berzikir pun bisa mati dengan suara kreek, bagaimana dengan kita (foto: Suharsono/pasmu.id)

Renungan Fajar: Ketika Burung Berzikir Mengajarkan Kita Tentang Kematian

2 Juni 2026
Istri shalihah bukan sekadar pendamping, melainkan benteng yang menggagalkan tipu daya setan. (Ilustrasi: shutterstock.com)

Istri Shalihah, Benteng Rumah Tangga dari Tipu Daya Setan

1 Juni 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan