• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Khutbah

Etika Infaq: Antara Kerahasiaan dan Transparansi demi Keberkahan

Firnas Muttaqin oleh Firnas Muttaqin
3 bulan yang lalu
in Khutbah
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Dalam khutbah Jumat di Masjid At-Taqwa Jagalan, Pasuruan, Farel Tian Ainul Husni mengingatkan bahwa nilai spiritual amal bisa hilang jika disertai sikap merusak.

Pasuruan, 12 Desember 2025 – Suara lantang namun penuh khidmat Farel Tian Ainul Husni, seorang santri kelas XII SPEAM, menggema di Masjid At-Taqwa, Jagalan, Kota Pasuruan, pada khutbah Jumat siang itu. Dengan membawakan tema tentang keutamaan dan etika berinfaq, pemuda itu menyampaikan pesan yang dalamnya relevan dengan konteks sosial dan kelembagaan masa kini.

Inti khutbah berpusat pada tiga prinsip utama dalam menunaikan infaq atau sedekah, yang disarikan dari kitab suci Al-Qur’an. Pertama, tentang keikhlasan untuk mendermakan sebagian harta yang dicintai, sebagaimana termaktub dalam Ali Imran ayat 92. Kedua, larangan keras untuk menyebut-nyebut pemberian karena dapat menghapus pahala dan menyakiti hati penerima, seperti peringatan dalam Surah Al-Baqarah ayat 264.

“Janji Allah yang akan memberikan balasan keutamaan dan pahala yang besar bagi orang yang berinfaq, bisa hilang karena ucapan dan perbuatan yang merusak pahala yang telah diberikan,” tegas Farel mengutip penjelasan ayat tersebut.

Related Post

Ustaz Miftakhul Jannah Mengajak Menjadi Manusia Bertakwa Pasca Ramadhan

20 Maret 2026
Ramadhan Camp SPEAM Pasuruan: Cetak Generasi Muslim Berjiwa Entrepreneur dan Berkemajuan.

Bukan Sekadar Pesantren Kilat! Intip Serunya 90 Siswa ‘Nyantri’ di Ramadhan Camp SPEAM Pasuruan

9 Maret 2026

IGABA Kota Pasuruan Gelar Ramadan Ceria 1447 H untuk Murid TK ABA se-Kota Pasuruan

2 Maret 2026

PCA Gadingrejo Gelar Kegiatan Senam Sehat Ceria di SPEAM Putri

27 Januari 2026

Menjaga Rasa atau Menjaga Kepercayaan?

Poin ketiga yang dibahas justru menjadi bagian paling menarik dan memicu refleksi, yaitu tuntunan untuk berinfaq secara rahasia maupun terang-terangan. Farel menjelaskan bahwa pada dasarnya, menyembunyikan sedekah lebih utama untuk menghindari riya’ dan menjaga kehormatan penerima. Namun, Al-Qur’an juga membolehkan pemberian yang diumumkan secara terbuka.

“Bagi sebuah lembaga yang menerima pengumpulan infaq, tentu dibutuhkan sikap transparansi dan terbuka… agar secara administrasi lebih rapi, baik, dan transparan, sehingga dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya, merujuk pada praktik pengelolaan dana sosial keagamaan modern.

Pernyataan ini menyentuh dialektika klasik dalam filantropi Islam: antara menjaga kerahasiaan sebagai bentuk ikhlas individu dan menjalankan transparansi sebagai bentuk akuntabilitas kelembagaan.

Relevansi dengan Konteks Kekinian

Khutbah yang dibawakan oleh santri ini muncul dalam konteks perkembangan lembaga filantropi Islam dan penggalangan dana digital yang masif. Praktik “menyebut-nyebut” pemberian tak lagi hanya terjadi dalam percakapan langsung, tetapi kerap terbaca dalam kolom komentar media sosial atau pengumuman donatur terbuka. Di sisi lain, tuntutan transparansi dan laporan keuangan yang akurat dari lembaga pengelola zakat-infaq juga semakin tinggi dari masyarakat.

Farel, dalam khotbahnya, berusaha menyeimbangkan kedua hal ini. Ia menekankan bahwa transparansi administratif sebuah lembaga adalah keharusan untuk membangun kepercayaan dan memastikan dana tersalurkan tepat guna. Namun, di level individu, semangat untuk merahasiakan kebaikan tetaplah yang utama, sebagai benteng dari penyakit hati dan penghormatan kepada sesama.

Penutup yang Mengajak Bergerak

Khutbah ditutup dengan harapan agar infaq yang dikeluarkan tak hanya bermanfaat bagi diri dan orang lain, tetapi juga menjadi penopang bagi perjuangan dakwah Islam yang memerlukan sumber daya tidak sedikit. Pesan ini menegaskan bahwa etika dalam memberi bukanlah hal teknis belaka, melainkan bagian integral dari keberkahan harta dan kekuatan komunitas.

Dengan penyampaian yang lugas, Farel Tian Ainul Husni berhasil membawa wejangan agama yang abadi ke dalam percakapan kontemporer, mengingatkan jamaah bahwa nilai sebuah pemberian tak diukur oleh nominal, tetapi oleh kemurnian niatan di hati dan kehati-hatian dalam menjaganya. (*)

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: khutbahSPEAM
ShareTweetShare
Firnas Muttaqin

Firnas Muttaqin

Related Posts

Kabar

Ustaz Miftakhul Jannah Mengajak Menjadi Manusia Bertakwa Pasca Ramadhan

oleh Muslim Notonegoro
20 Maret 2026
Ramadhan Camp SPEAM Pasuruan: Cetak Generasi Muslim Berjiwa Entrepreneur dan Berkemajuan.
Kabar

Bukan Sekadar Pesantren Kilat! Intip Serunya 90 Siswa ‘Nyantri’ di Ramadhan Camp SPEAM Pasuruan

oleh Firnas Muttaqin
9 Maret 2026
Ramadan Ceria 1447 H/Yogi Arfan
Kabar

IGABA Kota Pasuruan Gelar Ramadan Ceria 1447 H untuk Murid TK ABA se-Kota Pasuruan

oleh Yogi Arfan
2 Maret 2026
Next Post

Menulis Sejarah dengan Hati Nurani: Muhammadiyah Jatim Gelar FGD Buku Sejarah Muhammadiyah 2000-2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 menjadi penegas presisi hisab KHGT sekaligus simbol kuat arah baru persatuan kalender umat Islam dunia.

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026: Validasi Astronomis KHGT dan Momentum Menuju Kesatuan Umat

3 Maret 2026

Berita Duka: Ustaz Saiful Hadi Wafat, PDM Kota Pasuruan Kehilangan Sosok Teladan Dakwah

20 Februari 2026
Menghidupkan malam-malam akhir Ramadhan, Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan menyelenggarakan kajian i’tikaf di lima masjid yang tersebar di Kota Pasuruan.

Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan Gelar Rangkaian Kajian I’tikaf Ramadhan

6 Maret 2026
Menuju 2029, Bawaslu dan Muhammadiyah Kota Pasuruan resmi bersinergi kawal demokrasi bersih dan berintegritas.

Langkah Besar Menuju 2029: Bawaslu dan Muhammadiyah Kota Pasuruan Teken MoU Strategis

3 Maret 2026

Ustaz Miftakhul Jannah Mengajak Menjadi Manusia Bertakwa Pasca Ramadhan

20 Maret 2026

Momentum Idul Fitri 1447 H, Jamaah di Lapangan SLB Wironini Diajak Jaga “Ritme” Ibadah Pasca Ramadan

20 Maret 2026
Dosa adalah malware yang merusak sistem fitrah, dan Ramadhan adalah proses reset total atas virus-virus keburukan.

Khutbah Idul Fitri di Halaman Masjid Baiturrahman: Rekonstruksi Jiwa Menuju Fitrah Orisinal

20 Maret 2026
Kita besarkan Allah di tempat ibadah, tapi kita agungkan kekayaan, kekuasaan, dan kedudukan di luar sana.

Ustaz Nurul Humaidi Bongkar Fakta: Banyak Orang Bertakbir di Masjid Tapi Takabur di Luar! 

20 Maret 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan