• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kajian

Ustaz Baidowi di Kajian Ahad Sore Masjid Al-Ukhuwah: Menjadi Khalifah yang Menjaga Persatuan

Firnas Muttaqin oleh Firnas Muttaqin
3 bulan yang lalu
in Kajian, Kabar
0
Ustaz Baidowi Kajian Ahad Sore di Masjid Al-Ukhuwah/Yogi Arfan

Ustaz Baidowi Kajian Ahad Sore di Masjid Al-Ukhuwah/Yogi Arfan

6
SHARES
13
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Menjelang waktu berbuka puasa pada Minggu (1/3/2026), Masjid Al Ukhuwah menghadirkan suasana sejuk melalui siraman rohani yang disampaikan oleh Ustaz Baidowi.

Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya menjaga persatuan umat (ukhuwah) dan memahami peran hakiki manusia sebagai khalifah di muka bumi.

Melampaui Sekat Organisasi

Ustaz Baidowi membuka ceramah dengan mengutip ayat Al-Qur’an tentang perintah berpegang teguh pada tali Allah dan larangan bercerai-berai. Beliau menyoroti fenomena perbedaan antara organisasi kemasyarakatan seperti NU dan Muhammadiyah yang seringkali dibenturkan oleh hal-hal bersifat kulit atau simbolis.

“Jangan melihat Islam hanya dari parfumnya, jubahnya, atau sajadahnya. Tapi lihatlah apa manfaatnya bagi umat manusia,” tegasnya. Menurutnya, selama masih memegang kalimat La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah, perbedaan wadah tidak boleh memutus tali persaudaraan.

Related Post

Cinta bisa tumbuh berbeda, tetapi pernikahan kokoh ketika dibangun di atas akidah yang sama. (ilustrasi: shutterstock.com

Cinta Beda Mazhab antara Muhammadiyah dan NU: Ketika Hati Bertemu, Haruskah Pernikahan Berpisah?

2 Juni 2026
Islam membuktikan bahwa iman, sains, dan teknologi dapat tumbuh bersama membangun peradaban manusia. (ilustrasi: shutterstock.com)

Islam dan Dunia Material: Agama yang Tak Pernah Memisahkan Iman dari Peradaban

1 Juni 2026

MasyaAllah! MI Muhammadiyah Pasuruan Sembelih 5 Kambing Qurban, Siswa Belajar Ikhlas dan Peduli Sesama

29 Mei 2026

Masjid Al-Ukhuwah Himpun 6 Sapi dan 10 Kambing Qurban, Distribusikan Hampir 1.800 Kantong Daging

28 Mei 2026

Belajar dari Dialog Malaikat dan Allah

Dalam materi intinya, Ustaz Baidowi mengulas tafsir Al-Qurtubi mengenai penciptaan manusia. Beliau menceritakan kembali dialog antara Allah dan Malaikat saat Adam AS hendak diciptakan. Malaikat sempat mempertanyakan penciptaan manusia karena khawatir akan terjadi pertumpahan darah dan kerusakan, berkaca pada makhluk sebelum manusia yang berperilaku kasar.

Namun, Allah menjawab dengan kalimat yang menjadi pengingat bagi seluruh umat: “Inni a’lamu ma la ta’lamun” (Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui).

“Manusia dipilih menjadi khalifah untuk menegakkan kebenaran (al-haq) dan mencegah kemungkaran. Kita harus membuktikan bahwa manusia bisa menjadi rahmat, bukan perusak seperti yang dikhawatirkan,” tambah beliau.

Meluruskan Budaya dan Menjauhi Syirik

Ustaz Baidowi juga menyentuh persoalan budaya lokal yang terkadang bersinggungan dengan aqidah. Beliau mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak pada ritual yang tidak memiliki dasar syariat, seperti menyiapkan sesaji atau bunga di malam Jumat dengan keyakinan bahwa benda tersebut yang mendatangkan keselamatan.

“Kalau bunga dianggap bisa menghadirkan keselamatan, di mana letak Allah? Budaya yang tidak sesuai jantung ajaran Islam harus kita tinggalkan,” ujarnya dengan lugas. Beliau juga memperingatkan jamaah agar tidak berkolaborasi dengan jin atau mempercayai fenomena indigo yang melampaui batas keimanan.

Meneladani Luqmanul Hakim

Sebagai penutup, beliau mengajak jamaah untuk meneladani sosok Luqmanul Hakim. Meskipun bukan seorang Nabi atau Rasul, namanya diabadikan dalam Al-Qur’an karena dua hal:

  1. Gemar menghadiri majelis ilmu.
  2. Tidak pernah mencampuri urusan orang lain kecuali jika diminta.

“Mari kita menjadi hamba Allah yang fokus melaksanakan perintah-Nya, menjaga lisan di majelis ilmu, dan melatih kesabaran serta pengendalian nafsu selama bulan suci ini,” tutup Ustaz Baidowi.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: dakwahislamMasjid Al-Ukhuwahmuhammadiyah
Share2Tweet2Share
Firnas Muttaqin

Firnas Muttaqin

Related Posts

Cinta bisa tumbuh berbeda, tetapi pernikahan kokoh ketika dibangun di atas akidah yang sama. (ilustrasi: shutterstock.com
Opini

Cinta Beda Mazhab antara Muhammadiyah dan NU: Ketika Hati Bertemu, Haruskah Pernikahan Berpisah?

oleh Nashrul Muminin
2 Juni 2026
Islam membuktikan bahwa iman, sains, dan teknologi dapat tumbuh bersama membangun peradaban manusia. (ilustrasi: shutterstock.com)
Opini

Islam dan Dunia Material: Agama yang Tak Pernah Memisahkan Iman dari Peradaban

oleh Dary Yumna Joesi
1 Juni 2026
MI Muhammadiyah Pasuruan gelar qurban Idul Adha untuk menanamkan kepedulian, keikhlasan, dan semangat berbagi. (foto: Istimewa/pasmu.id)
Kabar

MasyaAllah! MI Muhammadiyah Pasuruan Sembelih 5 Kambing Qurban, Siswa Belajar Ikhlas dan Peduli Sesama

oleh PasMu Media
29 Mei 2026
Next Post

Ustaz Yisno di Kultum Tarawih Masjid Al-Ukhuwah: 9 Sifat Hamba Allah yang Mulia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ilustrasi Hutan Wakaf Muhammadiyah/Generate by AI

Muhammadiyah akan Bangun Hutan di Lahan Wakaf, Lengkap dengan Vegetasi dan Laboratorium Ekologi

14 Mei 2026
Prestasi membanggakan SD Al Kautsar dalam Ujian TKA 2025–2026, wujud generasi islami, berkarakter, dan berprestasi. (Ilustrasi: pasmu.id)

Siswa SD Al Kautsar Tunjukkan Hasil Terbaik di Ujian TKA

29 Mei 2026
Pekerja rehab Masjid Darul Arqom kaget temukan sarang tawon di lubang kubah kecil, lalu lapor takmir hingga BPBD diterjunkan/Foto Agus pasmu.id

Proyek Rehab Masjid Darul Arqom Terganggu, Pekerja Temukan Sarang Tawon Raksasa di Lubang Kubah Kecil

17 Mei 2026
Iduladha yang disertai pelaksanaan khutbah oleh para khatib di berbagai titik wilayah Kota Pasuruan/Ilustrasi AI

Catat 6 Lokasi Sholat Idul Adha di Kota Pasuruan dan Imbauan Penting Ini!

18 Mei 2026
Cinta bisa tumbuh berbeda, tetapi pernikahan kokoh ketika dibangun di atas akidah yang sama. (ilustrasi: shutterstock.com

Cinta Beda Mazhab antara Muhammadiyah dan NU: Ketika Hati Bertemu, Haruskah Pernikahan Berpisah?

2 Juni 2026
Burung yang rajin berzikir pun bisa mati dengan suara kreek, bagaimana dengan kita (foto: Suharsono/pasmu.id)

Renungan Fajar: Ketika Burung Berzikir Mengajarkan Kita Tentang Kematian

2 Juni 2026
Istri shalihah bukan sekadar pendamping, melainkan benteng yang menggagalkan tipu daya setan. (Ilustrasi: shutterstock.com)

Istri Shalihah, Benteng Rumah Tangga dari Tipu Daya Setan

1 Juni 2026
1 Juni bukan sekadar sejarah; Pancasila adalah kompas persatuan yang menjaga Indonesia tetap utuh. (Ilustrasi: AI)

Juni Bukan Sekadar Juni, Hari Lahir Pancasila yang Penuh Makna dan Misteri Sejarah

1 Juni 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan