• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kajian

Prinsip Ekonomi Islam dan Peran Muhammadiyah

Firnas Muttaqin oleh Firnas Muttaqin
8 bulan yang lalu
in Kajian, Kabar
0
3
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Jamaah Masjid Darul Arqom Muhammadiyah Pasuruan dipenuhi antusiasme Ahad pagi ini (27/7/2025) dengan kehadiran Ustadz Imam Nachrowi yang membawakan kajian tentang prinsip dasar ekonomi Islam, strategi pengembangannya, serta peran Muhammadiyah dalam memajukan ekonomi syariah. Acara yang juga dimeriahkan dengan bazar sayur bagi jamaah ini menjadi forum edukasi dan inspirasi bagi masyarakat.

Ekonomi Islam: Jalan Tengah antara Sosialisme dan Kapitalisme

Dalam paparannya, Ustadz Imam Nachrowi mengawali dengan membedah sistem-sistem ekonomi yang lazim dikenal di dunia: sosialisme (komunisme), dan kapitalisme.

“Sistem ekonomi sosialis atau komunis memiliki ciri pokok di mana negara mengambil alih secara penuh seluruh sendi ekonomi,” jelas Ustadz Imam. Ia mencontohkan Republik Rakyat Tiongkok, di mana kekuasaan negara sangat dominan dalam mengatur industri, bahkan sampai pada pengaturan pasokan listrik antara kebutuhan industri dan masyarakat. “Di sana, kebebasan individu dalam berekonomi sangat dibatasi,” imbuhnya.

Sebaliknya, sistem kapitalis menempatkan individu sebagai aktor utama dalam perekonomian, dengan peran negara yang minimal. “Orang-orang yang menganut kapitalisme percaya bahwa individu memiliki kebebasan penuh dalam berekonomi,” kata Ustadz Imam.

Related Post

Ustaz Miftakhul Jannah Mengajak Menjadi Manusia Bertakwa Pasca Ramadhan

20 Maret 2026

Momentum Idul Fitri 1447 H, Jamaah di Lapangan SLB Wironini Diajak Jaga “Ritme” Ibadah Pasca Ramadan

20 Maret 2026

Ustaz Nurul Humaidi Bongkar Fakta: Banyak Orang Bertakbir di Masjid Tapi Takabur di Luar! 

20 Maret 2026

Muhammadiyah Kota Pasuruan Gelar Salat Idulfitri di Enam Titik, GOR Dipadati Ratusan Jamaah

20 Maret 2026

Lalu, di manakah posisi ekonomi Islam? Ustadz Imam menegaskan bahwa ekonomi Islam hadir sebagai jalan tengah yang seimbang. “Dalam Islam, hak individu diakui, tetapi negara juga hadir untuk memastikan berjalannya nilai-nilai ilahiyah dan keadilan,” tegasnya.

Ia mengutip sebuah ayat Al-Qur’an intinya merujuk pada prinsip keadilan dan larangan menipu dalam berbisnis).

Surah Al-Baqarah (2:42), Allah berfirman:

“Dan janganlah kamu campur adukkan yang haq dengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan yang haq itu, padahal kamu tahu.”

وَهُوَ الَّذِيْ جَعَلَـكُمْ خَلٰٓئِفَ الْاَ رْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجٰتٍ لِّيَبْلُوَكُمْ فِيْ مَاۤ اٰتٰٮكُمْ ۗ اِنَّ رَبَّكَ سَرِيْعُ الْعِقَا بِ ۖ وَاِ نَّهٗ لَـغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
“Dan Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di Bumi dan Dia mengangkat (derajat) sebagian kamu di atas yang lain, untuk mengujimu atas (karunia) yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat memberi hukuman, dan sungguh Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 165)

“Allah menciptakan manusia sebagai khalifah di muka bumi, pemegang amanah yang tinggi. Semua perilaku kita, termasuk dalam berekonomi, adalah dorongan dari ibadah kepada Allah,” papar Ustadz Imam.

Empat nilai dasar dalam ekonomi Islam yang ditekankan Ustadz Imam adalah:

  1. Amanah: Menjalankan kepercayaan dengan baik.
  2. Keadilan dan Kebajikan (Ihsan): Bersikap adil dan berbuat baik dalam setiap transaksi.
  3. Larangan Penipuan dan Ketidakpastian (Gharar): Segala bentuk penipuan dan transaksi yang mengandung ketidakpastian tinggi dilarang dalam Islam, seperti menjual buah yang masih tertutup atau tidak jelas hasilnya. “Jika ada cacat, ceritakan cacatnya,” tegasnya.
  4. Suka Sama Suka (Taradhi): Setiap transaksi harus didasari kerelaan dari kedua belah pihak.

Strategi Pengembangan Ekonomi Islam dalam Sejarah dan Kontemporer

Ustadz Imam juga menyoroti bagaimana Rasulullah SAW dan para sahabat telah mengembangkan “dakwah ekonomi”.

“Pada zaman Rasulullah, telah dikembangkan Baitul Maal sebagai lembaga keuangan negara untuk mengelola pemasukan dan mendistribusikannya,” jelas Ustadz Imam. Ia juga menyinggung bagaimana Khalifah Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan memiliki kebijakan fiskal yang progresif, seperti membagikan tanah-tanah tidak terpakai kepada rakyat yang mampu mengelolanya, serta pembentukan lembaga pengawasan pasar.

“Di zaman Khalifah Umar, ada pengawasan pasar yang luar biasa ketat. Bahkan pedagang yang menipu langsung dikeluarkan dari pasar,” ujarnya, menekankan pentingnya pengawasan pasar dan penegakan hukum dalam ekonomi Islam.

Dalam konteks modern, Ustadz Imam memperkenalkan konsep analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) sebagai kerangka strategi. “Kita perlu memahami kelebihan dan kekurangan kita sebagai individu, organisasi, atau umat, serta melihat peluang dan ancaman dari luar,” katanya.

Peran Muhammadiyah dalam Membangun Ekosistem Ekonomi Islam

Menariknya, Ustadz Imam menyoroti peran Muhammadiyah dalam pengembangan ekonomi Islam. Ia mengakui bahwa meskipun Muhammadiyah memiliki aset besar di bidang pendidikan dan kesehatan (misalnya, ribuan sekolah dan ratusan rumah sakit), sektor ekonomi seringkali berada di urutan belakang.

“Muhammadiyah selalu menyatakan tiga pilar: pendidikan, kesehatan, dan amal usaha. Tapi ekonominya ketiga,” ujarnya, menyiratkan bahwa potensi ekonomi Muhammadiyah belum sepenuhnya tergarap. Padahal, di era Rasulullah dan sahabat, ekonomi justru menjadi garda terdepan dakwah.

Namun, Ustadz Imam memberikan contoh gerakan positif dari Pimpinan Pusat Aisyiyah (organisasi perempuan Muhammadiyah). “Aisyiyah sudah mulai menggerakkan penguatan ekonomi berbasis pemberdayaan usaha,” ungkapnya, menyebut adanya Jaringan Saudagar Muhammadiyah (JSM) dan Jaringan Saudagar Aisyiyah (JataM) serta Suara Hati Aisyiyah (SuHara) sebagai inisiatif nyata.

Selain itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir juga mendorong pembangunan ekosistem ekonomi Muhammadiyah yang progresif. Langkah progresif ini mencakup berbagai kebijakan dan inisiatif untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, sistematis, dan berkeadilan.

Ustadz Imam juga menyinggung tantangan krisis pangan global dan pentingnya swasembada pangan. Ia mengapresiasi upaya beberapa pihak dalam menggerakkan penanaman lahan, bahkan dengan kerja sama multi-sektoral.

“Pemberdayaan ekonomi, pelatihan usaha, dan keuangan umat adalah kunci. Kita harus mengakselerasi usaha-usaha yang sudah berjalan dan menerapkan ekstremisme kebaikan dalam menjalankannya,” pungkas Ustadz Imam. Ia juga memberikan contoh dari Korea Selatan, di mana warung-warung dan restoran dengan sertifikat halal berhasil menarik konsumen Muslim, meskipun pemiliknya bukan Muslim. Ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam dapat diterima secara universal dalam praktik ekonomi.

Di akhir acara, jamaah dan warga sekitar dapat menikmati bazar sayur yang disediakan, semakin menambah semarak kajian Ahad pagi di Masjid Darul Arqom Muhammadiyah Pasuruan.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: dakwahislammuhammadiyah
Share1Tweet1Share
Firnas Muttaqin

Firnas Muttaqin

Related Posts

Kabar

Ustaz Miftakhul Jannah Mengajak Menjadi Manusia Bertakwa Pasca Ramadhan

oleh Muslim Notonegoro
20 Maret 2026
Kabar

Momentum Idul Fitri 1447 H, Jamaah di Lapangan SLB Wironini Diajak Jaga “Ritme” Ibadah Pasca Ramadan

oleh Firnas Muttaqin
20 Maret 2026
Kita besarkan Allah di tempat ibadah, tapi kita agungkan kekayaan, kekuasaan, dan kedudukan di luar sana.
Kabar

Ustaz Nurul Humaidi Bongkar Fakta: Banyak Orang Bertakbir di Masjid Tapi Takabur di Luar! 

oleh Marjoko
20 Maret 2026
Next Post

Siap Tempur! 31 Atlet Tapak Suci Kota Pasuruan Buru Medali di Kejuaraan Bergengsi Nasional!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 menjadi penegas presisi hisab KHGT sekaligus simbol kuat arah baru persatuan kalender umat Islam dunia.

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026: Validasi Astronomis KHGT dan Momentum Menuju Kesatuan Umat

3 Maret 2026

Berita Duka: Ustaz Saiful Hadi Wafat, PDM Kota Pasuruan Kehilangan Sosok Teladan Dakwah

20 Februari 2026
Menghidupkan malam-malam akhir Ramadhan, Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan menyelenggarakan kajian i’tikaf di lima masjid yang tersebar di Kota Pasuruan.

Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan Gelar Rangkaian Kajian I’tikaf Ramadhan

6 Maret 2026
Menuju 2029, Bawaslu dan Muhammadiyah Kota Pasuruan resmi bersinergi kawal demokrasi bersih dan berintegritas.

Langkah Besar Menuju 2029: Bawaslu dan Muhammadiyah Kota Pasuruan Teken MoU Strategis

3 Maret 2026

Ustaz Miftakhul Jannah Mengajak Menjadi Manusia Bertakwa Pasca Ramadhan

20 Maret 2026

Momentum Idul Fitri 1447 H, Jamaah di Lapangan SLB Wironini Diajak Jaga “Ritme” Ibadah Pasca Ramadan

20 Maret 2026
Dosa adalah malware yang merusak sistem fitrah, dan Ramadhan adalah proses reset total atas virus-virus keburukan.

Khutbah Idul Fitri di Halaman Masjid Baiturrahman: Rekonstruksi Jiwa Menuju Fitrah Orisinal

20 Maret 2026
Kita besarkan Allah di tempat ibadah, tapi kita agungkan kekayaan, kekuasaan, dan kedudukan di luar sana.

Ustaz Nurul Humaidi Bongkar Fakta: Banyak Orang Bertakbir di Masjid Tapi Takabur di Luar! 

20 Maret 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan