Takmir Masjid Al Muttaqin Gading Permai, Kota Pasuruan, menggelar kegiatan Kajian Ahad SaBaR (Sarapan Bareng), Ahad (1/11/2026). Kegiatan yang dimulai setelah pelaksanaan salat Subuh berjamaah hingga menjelang waktu syuruq ini mengangkat tema “Membangun Jamaah Subuh”.
Kajian menghadirkan Ustadz Deddy Wahyudi dari Malang, yang merupakan pegiat Gerakan Anak Muda Peduli Masjid LPCR-PM PCM Kedungkandang, Kota Malang. Dalam penyampaiannya, jamaah diajak untuk memperkuat semangat memakmurkan masjid, khususnya melalui pembiasaan salat Subuh berjamaah serta membangun kebersamaan di lingkungan masyarakat.

Kegiatan ini turut diramaikan oleh Angkatan Muda Muhammadiyah dan para santri SPEAM Kota Pasuruan. Kehadiran generasi muda tersebut menjadi bagian dari semangat membangun kebersamaan lintas generasi sekaligus memperkuat keterlibatan anak muda dalam aktivitas dakwah dan kemakmuran masjid.
Kajian Ahad SaBaR menjadi salah satu ikhtiar Takmir Masjid Al Muttaqin untuk menjadikan masjid bukan sekadar tempat pelaksanaan ibadah, melainkan juga sebagai pusat pembinaan umat, penguatan ukhuwah Islamiyah, dan pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan Sosial dan Pemberdayaan Setelah Kajian

Menariknya, rangkaian kegiatan tidak berhenti pada kajian keislaman. Panitia juga menghadirkan berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat, di antaranya sarapan bersama, pembagian sayuran gratis, bazar murah, pemeriksaan kesehatan gratis, serta pembagian doorprize menarik bagi jamaah.
Berbagai kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata upaya menghidupkan fungsi masjid yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Melalui pendekatan dakwah yang dikemas secara religius sekaligus sosial, diharapkan semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk hadir dan memakmurkan masjid.
Melalui Kajian Ahad SaBaR, Takmir Masjid Al Muttaqin berharap semangat jamaah Subuh dapat terus tumbuh dan menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Keterlibatan Angkatan Muda Muhammadiyah dan santri SPEAM juga diharapkan menjadi dorongan bagi generasi muda untuk mengambil peran dalam menghidupkan masjid.
Sebab, masjid yang makmur bukan hanya ditandai dengan megahnya bangunan, tetapi juga oleh hidupnya aktivitas ibadah, kuatnya kebersamaan, serta besarnya manfaat yang dirasakan masyarakat.












