• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
Pasmu
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kabar

Prof. Zainuri Paparkan Ijtihad dan Takdir dalam Muhammadiyah, Tegaskan Peran Akal dan Purifikasi Ajaran

Umar Effendi oleh Umar Effendi
21 menit yang lalu
in Kabar
0
Prof Zainuri paparkan ijtihad dan takdir dalam Muhammadiyah, tegaskan peran akal dan purifikasi ajaran

Prof Zainuri paparkan ijtihad dan takdir dalam Muhammadiyah, tegaskan peran akal dan purifikasi ajaran

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Surabaya, 5 November — Pemateri Prof. Dr. Zainuri menyampaikan kajian tentang ijtihad dan takdir dalam Muhammadiyah pada Munas XXXIII Tarjih di Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSura), Jumat 6 November 2026. Kedua tema tersebut menjadi objek kajian dan rumusan keputusan yang dikeluarkan berdasarkan pokok ajaran Islam itu sendiri.

Dalam paparannya, Prof. Zainuri menegaskan bahwa ijtihad dan ikhtiar merupakan upaya dalam rangka membersihkan Islam dari pengaruh ajaran yang menyimpang. Pembersihan Islam memiliki makna yang sangat luas, termasuk di dalamnya bagi pengikut Muhammadiyah, yakni pemberantasan khurafat, tahayul, dan bidah.

“Reformasi ajaran Islam menggunakan akal karena akal akan membedakan mana yang utama. Akal menjadi instrumen penting dalam memahami sumber-sumber pokok Islam dan menjadi alat penting dalam pembaharuan,” ujarnya.

Prof. Zainuri menjelaskan bahwa pemahaman tersebut lahir karena tingkat pendidikan umat dan pengaruh pemikiran Muhammad Abduh yang diadopsi Muhammadiyah. Pembaruan dan pembersihan itu muncul dalam pemberantasan praktik khurafat dan tahayul. Karena itulah Ahmad Dahlan sesungguhnya menegaskan misi pembaharuan Muhammadiyah, meski tidak pernah menyebut dirinya sebagai gerakan modernisasi.

Related Post

Haedar Nashir apresiasi UMSura dan Majelis Tarjih, tekankan tata kelola serta transformasi pemikiran Muhammadiyah

Haedar Nashir Apresiasi UMSura dan Majelis Tarjih, Tekankan Tata Kelola dan Transformasi Pemikiran

5 November 2026
Nashrul Mu'minin, Menulis adalah ladang dakwah untuk menemukan makna hidup dan memberi manfaat bagi sesama (dok: Nashrul Mu'minin)

Peran Perjuangan Diriku: Menemukan Makna Kehidupan melalui Menulis sebagai Ladang Dakwah

3 November 2026

Tak Sekadar Kajian, Ahad SaBaR Masjid Al Muttaqin Hadirkan Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat

2 November 2026

Agenda Gerakan Wajib Halal 18 Oktober 2026: 1,35 Juta Sertifikat Gratis loh ?

19 Oktober 2026

“Gerakan modernisasi itu baru akhir-akhir ini saja kemudian berani dicantumkan sebagai gerakan. Indikasi dan karakteristik yang diajarkan Muhammadiyah adalah orang-orang yang modern. Itu ada pada Ahmad Dahlan, pemberantasan bidah, tetapi bukan merupakan agenda utama,” jelasnya.

Prof. Zainuri juga menyinggung strategi sosialisasi agama Muhammadiyah kepada masyarakat yang tidak hanya terbatas pada pemerintah. Menurutnya, proses pembelajaran terjadi melalui komunikasi dan interaksi langsung di masyarakat, termasuk pengalaman masa kecilnya pada tahun 1950-an yang menunjukkan bagaimana dakwah Muhammadiyah berjalan melalui pendidikan dan interaksi sosial.

“Pembahasan Muhammadiyah tentang purifikasi dalam arti pemberantasan bidah dan khurafat itu ditutupi oleh program pendidikan yang cukup untuk masyarakat. Kenapa tidak disampaikan? Karena orang Muhammadiyah punya mobilitas sering pergi ke sana kemari, sehingga berpengalaman,” tuturnya.

Ia juga mengaitkan karakter pedagang dengan komunitas modern. Menurutnya, pedagang memiliki mobilitas meninggalkan kampungnya untuk menjajakan barang dagangan, sehingga tumbuh menjadi komunitas modern. Hal ini sejalan dengan tesis yang menyebut modernisasi di Barat dibawa oleh kaum pedagang yang melahirkan gerakan Protestan, sementara di Indonesia gerakan pembaruan terkait dengan masalah sosial, politik, budaya, dan ekonomi.

Prof. Zainuri menekankan pentingnya kedisiplinan waktu sebagai cerminan karakter modern, seperti memulai rapat tepat waktu sesuai undangan. Ia juga menegaskan bahwa antara modifikasi dan modernisasi itulah makna yang sesungguhnya dilakukan Muhammadiyah.

“Kedua, dari agama yang diyakini sebagai agama universal, perilaku sepanjang masa sejak diturunkan kepada Nabi Muhammad sampai akhir zaman nanti, menembus batas geografis, tidak hanya untuk orang Arab tetapi untuk semuanya,” pungkasnya.

Kajian ini diharapkan memperkaya pemahaman peserta Munas tentang ijtihad dan takdir dalam perspektif Muhammadiyah, sekaligus memperkuat semangat pembaruan dan purifikasi ajaran Islam yang berkemajuan.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: ceramahdakwahislam
ShareTweetShare
Umar Effendi

Umar Effendi

Related Posts

Haedar Nashir apresiasi UMSura dan Majelis Tarjih, tekankan tata kelola serta transformasi pemikiran Muhammadiyah
Kabar

Haedar Nashir Apresiasi UMSura dan Majelis Tarjih, Tekankan Tata Kelola dan Transformasi Pemikiran

oleh Umar Effendi
5 November 2026
Nashrul Mu'minin, Menulis adalah ladang dakwah untuk menemukan makna hidup dan memberi manfaat bagi sesama (dok: Nashrul Mu'minin)
Opini

Peran Perjuangan Diriku: Menemukan Makna Kehidupan melalui Menulis sebagai Ladang Dakwah

oleh Nashrul Muminin
3 November 2026
Ustadz Deddy Wahyudi
Kabar

Tak Sekadar Kajian, Ahad SaBaR Masjid Al Muttaqin Hadirkan Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat

oleh Wildan Miftahul Ilmi
2 November 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Edu Trip KB-TK ABA 6 Kota Pasuruan ke P3GI/Pasmu

Serunya Edu Trip KB-TK ABA 6 Kota Pasuruan, dari Museum hingga Kebun Tebu P3GI

22 Oktober 2026

Peringati Milad ke-29, IGABA Kota Pasuruan Gelar Jalan Sehat hingga Senam Bersama

26 Oktober 2026

Satu Peristiwa, Ribuan Hikmah: Inilah Mengapa Hijrah Nabi Menjadi Awal Kalender Islam!

24 Juni 2025 - Updated On 25 Juni 2025
Ustaz Rifky dan Gus Aziz ajak takmir Al-Ukhuwah dan Lazismu berkeliling pembangunan Pondok Rimba/Pasmu.id

Masjid Al-Ukhuwah dan Lazismu Silaturahmi ke Pondok Rimba Kasembon, Bertemu Ustaz Rifky dan Gus Aziz

8 Oktober 2026
Prof Zainuri paparkan ijtihad dan takdir dalam Muhammadiyah, tegaskan peran akal dan purifikasi ajaran

Prof. Zainuri Paparkan Ijtihad dan Takdir dalam Muhammadiyah, Tegaskan Peran Akal dan Purifikasi Ajaran

6 November 2026
Haedar Nashir apresiasi UMSura dan Majelis Tarjih, tekankan tata kelola serta transformasi pemikiran Muhammadiyah

Haedar Nashir Apresiasi UMSura dan Majelis Tarjih, Tekankan Tata Kelola dan Transformasi Pemikiran

5 November 2026
Munas XXXIII Tarjih dibuka di UMSura, Rektor Mundakir paparkan kesiapan kampus dan capaian transformasi.

Pembukaan Munas XXXIII Tarjih di UMSura Rektor Mundakir Paparkan Kesiapan dan Harapan

5 November 2026

Dari Kasus Herri Pras hingga Krisis Etika: Menjaga Nalar di Ruang Digital

4 November 2026
PasMu

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan