Surabaya, 5 November 2026 – Universitas Muhammadiyah Surabaya UMSura menjadi tuan rumah pembukaan Musyawarah Nasional Munas XXXIII Tarjih. Acara tersebut dibuka langsung oleh Rektor UMSura Prof Dr Mundakir S.Kep. Ns. M.Kep. FISQua di hadapan para peserta dan undangan yang hadir.
Turut hadir dalam acara tersebut jajaran Wakil Rektor Kepala BPSDM Jawa Timur yang mewakili Gubernur Jawa Timur serta para peserta Munas. Dalam sambutannya panitia menyampaikan bahwa pihaknya telah menyambut para peserta dan undangan di tempat kedatangan masing-masing menyiapkan tempat acara dengan sebaik-baiknya serta memberikan pelayanan terbaik layaknya tuan rumah yang baik.
Dalam kesempatan tersebut Rektor UMSura Prof Mundakir menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid. Ia menegaskan komitmen kampus untuk mempersiapkan penyelenggaraan Munas sebaik mungkin.
Atas nama pimpinan UM Surabaya kami berterima kasih atas amanah dan kepercayaan yang diberikan Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid. Ini adalah bentuk apresiasi amanah dan kepercayaan dari PP Muhammadiyah. Kami berkomitmen mempersiapkan penyelenggaraan Munas ini sebaik mungkin ujarnya.
Prof Mundakir menggunakan filosofi Jawa rawuh lungguh dan suguh untuk menggambarkan komitmen panitia dalam menyambut kedatangan peserta menyediakan tempat yang layak serta menyiapkan kebutuhan mereka.
Bagi kami tugas panitia pelaksana bukan sekadar memastikan acara berjalan lancar. Kami juga harus menyambut kedatangan peserta menyediakan tempat yang layak dan memberikan pelayanan terbaik selama mereka mengikuti Munas katanya.
Ia juga menyinggung keterkaitan historis Surabaya dengan Majelis Tarjih Muhammadiyah menyebut Kiai Mas Mansur sebagai tokoh yang menginisiasi Majelis Tarjih dan berasal dari Surabaya. Menurutnya penyelenggaraan Munas di UMSura memiliki arti tersendiri terlebih bertepatan dengan momentum satu abad Majelis Tarjih Muhammadiyah.
Penyelenggaraan Munas di Surabaya menjadi kehormatan bagi kami. Kota ini memiliki keterkaitan sejarah dengan perkembangan Majelis Tarjih termasuk melalui peran Kiai Mas Mansur. Karena itu kami berharap momentum satu abad ini tidak hanya menjadi peringatan sejarah tetapi juga memperkuat semangat pengembangan pemikiran Islam di lingkungan Muhammadiyah ujarnya.
Lebih dari sekadar menyukseskan penyelenggaraan Prof Mundakir berharap Munas XXXIII Tarjih menjadi momentum untuk memperkuat pengembangan pemikiran Islam di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah. Ia menilai hasil pemikiran dan keputusan Majelis Tarjih dan Tajdid perlu diinternalisasikan dalam kehidupan akademik agar dapat memperkaya wawasan keislaman sivitas akademika.
Melalui Munas ini kami berharap pemikiran dan produk Majelis Tarjih dan Tajdid tidak hanya menjadi hasil pembahasan organisasi tetapi juga terintegrasi dalam kehidupan kampus. Aktivitas intelektual dan tanggung jawab sebagai ulama maupun akademisi perlu terus dikembangkan di perguruan tinggi Muhammadiyah tuturnya.
Dalam laporan akademiknya Prof Mundakir juga memaparkan berbagai capaian UMSura sebagai bagian dari proses transformasi berkelanjutan. Saat ini UMSura memiliki 46 program studi yang mencakup jenjang diploma sarjana magister hingga doktor.
Pada bidang prestasi dan pengakuan kampus telah masuk dalam kategori branding pendatang baru dan termasuk tiga terbaik terkait kepedulian kampus dalam menerapkan SDGs program dari PBB. Dalam perangkingan terbaru UMSura meraih dua penghargaan pada ajang yang diinisiasi Universitas Indonesia dengan masuk peringkat 65 secara nasional meskipun berstatus pendatang baru.
Kami juga mengikuti perangkingan tingkat Asia. Universitas kami termasuk peringkat 3 PTS di Surabaya peringkat 44 perguruan tinggi se-Indonesia dan pada tingkat Asia kita masuk dalam peringkat 163 jelasnya.
Berdasarkan data UMSura berhasil meraih peringkat 2 PTMA Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah dengan capaian riset terbaik di Indonesia dengan total skor 5.029. Kampus ini juga menempati peringkat kelima perguruan tinggi Aisyiyah Muhammadiyah dalam hal performa akademik dosen.
Acara pembukaan Munas XXXIII Tarjih ini diharapkan menjadi momentum bagi penguatan peran Tarjih dalam pengembangan keilmuan dan dakwah Muhammadiyah sekaligus menegaskan komitmen UMSura sebagai kampus yang terus bertransformasi dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.











