PASURUAN – Masjid Al-Ukhuwah Kota Pasuruan kembali menggelar kajian Maghrib rutin pada Selasa (3/11/2026). Kajian yang dilaksanakan setiap Selasa di awal bulan ini menghadirkan Ustaz Dadang Prabowo dari SPEAM sebagai pemateri.
Dalam kajiannya, Ustaz Dadang mengajak jamaah untuk memahami pentingnya menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari tanggung jawab manusia sekaligus wujud ketaatan kepada Allah SWT.
Ia menjelaskan, berbagai kerusakan lingkungan yang terjadi akibat aktivitas manusia, mulai dari pencemaran hingga eksploitasi sumber daya alam, dapat menimbulkan dampak serius bagi kehidupan. Bencana dan kerusakan yang terjadi semestinya menjadi pengingat agar manusia melakukan introspeksi dan kembali kepada Allah SWT.
Menurutnya, kesadaran tersebut dapat diwujudkan melalui konsep taubat ekologis, yakni upaya memperbaiki hubungan manusia dengan alam melalui perubahan perilaku dan tanggung jawab dalam menjaga lingkungan.
Ustaz Dadang juga menyinggung konsep eko-teologi, yaitu pendekatan yang menghubungkan ajaran agama dengan kepedulian terhadap lingkungan. Ia menegaskan bahwa Islam tidak mengajarkan umatnya untuk merusak alam semesta, melainkan menjaga dan mengelolanya dengan penuh tanggung jawab.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Allah SWT telah menundukkan alam semesta beserta isinya agar dapat dimanfaatkan manusia. Hal tersebut, menurutnya, bukan berarti manusia memiliki kebebasan untuk mengeksploitasi alam tanpa batas.
Mengutip kandungan Surah Luqman ayat 20, Ustaz Dadang mengingatkan bahwa berbagai fasilitas dan sumber daya alam merupakan nikmat Allah yang harus disyukuri serta dimanfaatkan secara bijaksana.
Ia mengibaratkan manusia sebagai pengelola yang diberi amanah untuk menggunakan fasilitas, bukan sebagai pemilik yang bebas melakukan apa saja. Karena itu, setiap pemanfaatan sumber daya alam harus disertai tanggung jawab dan kesadaran bahwa semuanya akan dimintai pertanggungjawaban.
Selain sebagai pengelola bumi, Ustaz Dadang mengingatkan bahwa manusia juga memiliki tugas untuk memakmurkan bumi dan mengabdikan diri kepada Allah SWT.
Ia menegaskan bahwa seluruh aktivitas manusia, termasuk pekerjaan dan upaya menjaga lingkungan, semestinya dilandasi nilai-nilai ibadah. Hal ini sejalan dengan tujuan penciptaan manusia sebagaimana disebutkan dalam Surah Adz-Dzariyat ayat 56, yakni untuk beribadah kepada Allah SWT.
Melalui kajian tersebut, jamaah diajak untuk tidak hanya memahami agama dalam hubungan dengan ibadah ritual, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk menjaga kelestarian lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab manusia terhadap amanah Allah SWT.












