Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Hungaria bersama Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Hungaria menggelar webinar bertajuk “Research Unlocked: From Literature Search to Publishable Review”, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan ini membahas strategi penelusuran literatur hingga penyusunan literature review yang terarah, kritis, dan berpeluang dikembangkan menjadi artikel ilmiah layak publikasi.
Webinar dibuka dengan sambutan Ketua PPI Hungaria, Hanif Muchdatul Ayunda, kemudian dilanjutkan oleh Ketua PCIM Hungaria, Ahmad Harakan.
Dalam sambutannya, Hanif menilai ruang belajar lintas negara penting untuk mempertemukan pengalaman dan perspektif mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di luar negeri maupun di dalam negeri.
“Mahasiswa Indonesia, baik yang sedang menempuh studi di luar negeri maupun di Indonesia, membutuhkan ruang belajar yang mempertemukan pengalaman, perspektif, dan praktik akademik yang beragam. Melalui webinar ini, kami ingin menghadirkan forum yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa dalam proses riset dan publikasi ilmiah,” ujarnya.
Sementara itu, Ahmad Harakan menyoroti tantangan mahasiswa dalam mengolah banyaknya sumber literatur menjadi argumentasi penelitian yang kuat.
“Tantangan mahasiswa hari ini bukan lagi sekadar kekurangan sumber, tetapi bagaimana mengolah banyaknya literatur menjadi argumen ilmiah yang jelas. Literature review harus membantu peneliti menunjukkan apa yang sudah diketahui, apa yang masih diperdebatkan, dan di mana posisi riset yang akan dilakukan,” ungkapnya.
Tekankan Pentingnya Sintesis Literatur
Webinar menghadirkan Windia Hadi sebagai pembicara. Ia merupakan Ketua Majelis Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat PCIM Hungaria, dosen Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA), sekaligus mahasiswa program doktoral (PhD student) di University of Szeged, Hungaria.
Dalam pemaparannya, Windia menjelaskan bahwa salah satu persoalan yang sering ditemui dalam penulisan literature review adalah kecenderungan mahasiswa mengumpulkan banyak artikel tanpa mampu menghubungkan temuan penelitian secara sistematis.
“Sering kali mahasiswa merasa sudah memiliki banyak referensi, tetapi masih bingung bagaimana menyusunnya menjadi satu argumen yang utuh. Padahal, yang penting bukan seberapa banyak artikel yang dikumpulkan, melainkan bagaimana kita membaca hubungan antarpenelitian, melihat pola, perbedaan, dan kemudian menemukan bagian yang masih belum banyak dijelaskan,” jelas Windia.
Ia menekankan bahwa proses penelusuran literatur perlu dimulai dari pertanyaan penelitian yang jelas. Dengan begitu, peneliti dapat menentukan sumber mana yang relevan, mana yang bersifat pendukung, serta bagaimana literatur tersebut membantu menunjukkan posisi penelitian.
Menurut Windia, kemampuan melakukan sintesis menjadi salah satu penentu kualitas literature review.
“Literature review yang baik bukan memindahkan isi artikel satu per satu. Yang harus dilakukan adalah mempertemukan temuan-temuan itu, melihat apa yang saling menguatkan, apa yang berbeda, dan dari situ kita bisa menjelaskan mengapa penelitian baru masih diperlukan,” paparnya.
Webinar tersebut dimoderatori oleh Randy Saputra Mahmud, anggota Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani PCIM Hungaria, dosen Universitas Muhammadiyah Makassar, sekaligus mahasiswa program doktoral di University of Szeged, Hungaria.
Perluas Jejaring Akademik Mahasiswa Indonesia
Kegiatan ini dirancang sebagai ruang pengembangan kapasitas akademik bagi mahasiswa dan peneliti, khususnya dalam menghadapi tantangan pencarian, seleksi, pengorganisasian, hingga sintesis literatur ilmiah.
Peserta webinar berasal dari berbagai latar belakang geografis, mulai dari mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di sejumlah negara hingga mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Keberagaman tersebut membuka kesempatan untuk bertukar pengalaman dan praktik akademik lintas negara.
Melalui kegiatan ini, PCIM Hungaria dan PPI Hungaria berupaya mendorong penguatan budaya riset di kalangan mahasiswa Indonesia. Kemampuan mencari, menilai, dan menyintesis literatur dinilai menjadi fondasi penting dalam menghasilkan penelitian yang relevan, terarah, serta memiliki kontribusi ilmiah.
Kolaborasi ini juga diharapkan dapat memperluas jejaring akademik mahasiswa Indonesia lintas negara sekaligus mempertemukan komunitas pelajar Indonesia di luar negeri dengan mahasiswa di Tanah Air melalui ruang pembelajaran yang produktif dan berkelanjutan.











