• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kabar

Menjemput Kebahagiaan Melalui Keikhlasan Kurban, Catatan Idul Adha 1447 H di Wironini

Suharsono oleh Suharsono
7 menit yang lalu
in Kabar, Khutbah
0
Idul Adha mengajarkan ketaatan, keikhlasan, dan kebahagiaan sejati melalui indahnya berbagi kepada sesama. (Foto: Suharsono/pasmu.id)

Idul Adha mengajarkan ketaatan, keikhlasan, dan kebahagiaan sejati melalui indahnya berbagi kepada sesama. (Foto: Suharsono/pasmu.id)

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Gema takbir, tahmid, dan tahlil berkumandang memecah keheningan pagi di halaman SLB Wironini, Kota Pasuruan, pada Rabu (27/5/2026). Ratusan jemaah hadir dengan khidmat, menyatukan hati dalam rasa syukur yang mendalam kepada Allah SWT serta menghaturkan selawat kepada teladan sepanjang masa, Nabi Muhammad SAW. Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 H kali ini menjadi ruang refleksi bersama tentang esensi kebahagiaan sejati yang didambakan oleh setiap insan.

Dalam khotbahnya, Ustaz Anang Abdul Malik menyampaikan bahwa kebahagiaan, kesejahteraan, kelimpahan rezeki, dan kesehatan adalah untaian doa yang paling sering dipanjatkan manusia kepada Sang Pencipta. Menariknya, rute menuju kebahagiaan hakiki tersebut telah dicontohkan secara sempurna melalui bentangan sejarah keluarga Nabi Ibrahim AS.

Ujian Cinta dan Ketaatan Total
Nabi Ibrahim AS, seperti halnya kita, mendambakan kebahagiaan melalui hadirnya putra penerus risalah. Setelah penantian panjang, Allah SWT mengaruniakannya seorang putra yang rupawan dan berakhlak mulia, Ismail AS. Namun, kebahagiaan itu seketika diuji dengan perintah yang amat berat.

Bagaimana tidak? Ismail yang baru saja menginjak usia balig—masa di mana seorang anak sedang lucu-lucunya dan menjadi tumpuan harapan orang tua—justru diperintahkan Allah untuk disembelih melalui mimpi sang ayah.

Related Post

Khutbah Idul Adha menekankan akal sehat, ketauhidan, kepedulian sosial, dan keteladanan keluarga Nabi Ibrahim AS (Foto: Firnas/pasmu.id

Khutbah Idul Adha di Masjid Al Kautsar Pasuruan Tekankan Pencarian Ketuhanan dan Nilai Sosial Qurban

27 Mei 2026
Khutbah Iduladha: Keteladanan Nabi Ibrahim Jadi Fondasi Ketakwaan dan Pendidikan Keluarga. (Foto: Marjoko/pasmu.id)

Khutbah Iduladha: Keteladanan Nabi Ibrahim Jadi Fondasi Ketakwaan dan Pendidikan Keluarga

27 Mei 2026

Catat 6 Lokasi Sholat Idul Adha di Kota Pasuruan dan Imbauan Penting Ini!

18 Mei 2026

Kajian Ahad Pagi 8 Juni 2025: Apakah Kita Sudah Maksimal dalam Beribadah?

9 Juni 2025

Ketika Nabi Ibrahim menyampaikan wahyu tersebut, respons Ismail AS sungguh di luar dugaan manusia modern. Tanpa ada keraguan sedikit pun, ia menjawab, “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”

Dialog sarat iman dan kepatuhan ini diabadikan dengan indah oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat As-Saffat ayat 102. Peristiwa inilah yang kemudian menjadi fondasi agung disyariatkannya ibadah kurban, sebuah momentum tahunan untuk berbagi kebahagiaan kepada sesama.

Mekanisme Ilmiah di Balik Berbagi: Fenomena “Helper’s High”
Ustaz Anang menekankan bahwa berbagi kebahagiaan melalui daging kurban bukan sekadar simbol ritualitas keagamaan belaka. Lebih dari itu, Sang Pencipta telah merancang mekanisme tubuh manusia sedemikian presisi agar selaras dengan aktivitas kebajikan.

Ada dua hikmah besar yang dapat kita petik dari kisah Nabi Ibrahim dan Ismail AS:

  1. Ketaatan Total (Total Obedience)
    Kepatuhan tanpa syarat kepada perintah Allah SWT pada akhirnya selalu berbuah manis, menghancurkan egoisme, dan menumbuhkan ketenangan jiwa.
  2. Dampak Medis dan Biologis dari Ketaatan
    Ketaatan kepada Allah terbukti memberikan manfaat yang luar biasa bagi kesehatan tubuh. Hal ini selaras dengan firman-Nya: “Man ‘amila shalihan falinafsihi”—barangsiapa mengerjakan kebajikan, maka pahalanya untuk dirinya sendiri.

Secara sains, ketika seorang muslim berkurban atau bersedekah, otak akan merespons secara positif. Aktivitas berbagi ini memicu pelepasan hormon kebahagiaan di dalam tubuh, seperti endorfin, dopamin, dan oksitosin. Hormon-hormon inilah yang membuat tubuh dan pikiran menjadi jauh lebih tenang, damai, dan rileks.

Dalam dunia ilmiah, fenomena psikologis ini dikenal dengan istilah “helper’s high”, sebuah kondisi di mana muncul kepuasan batin yang mendalam setelah menolong orang lain. Konsep ilmiah ini sangat sejalan dengan sabda Rasulullah SAW mengenai keutamaan “idkhalus surur ‘ala akhiikal muslim”, yaitu aktivitas memasukkan rasa bahagia ke dalam hati saudara sesama muslim.

Hukum Sebab-Akibat yang Presisi
Allah SWT menciptakan manusia dan menskenariokan metabolisme tubuh dengan sangat sempurna. Sebagaimana termaktub dalam Surat At-Tin: “Laqad khalaqnal insana fii ahsani taqwim” (Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya).

Kesempurnaan ini juga mencakup hukum sebab-akibat (sunnatullah) yang berjalan sangat presisi dalam kehidupan. Setiap aktivitas kebajikan yang kita lakukan akan kembali kepada diri kita sendiri dalam bentuk kesehatan dan kebahagiaan:

“In ahsantum, ahsantum lianfusikum” (Jika kamu berbuat baik, berarti kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri).

Sebaliknya, setiap keburukan pun akan berhulu pada kerugian diri sendiri: “Wa in asa’tum falahaa” (Dan jika kamu berbuat jahat, maka kerugian kejahatan itu untuk dirimu sendiri). Oleh karena itu, khatib mengingatkan jamaah agar menjauhi sikap dhalim, baik kepada diri sendiri, sesama manusia, maupun lingkungan.

Di akhir khotbahnya, Ustaz Anang Abdul Malik mengajak seluruh jemaah yang memadati halaman SLB Wironini untuk berdoa bersama. Berharap agar di sisa kehidupan yang singkat di dunia ini, Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan lahir batin, petunjuk yang lurus, serta limpahan nikmat sehat walafiat dan kebahagiaan yang hakiki. Amin ya Rabbal Alamin.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: idul adhaikhlaskurban
ShareTweetShare
Suharsono

Suharsono

Related Posts

Khutbah Idul Adha menekankan akal sehat, ketauhidan, kepedulian sosial, dan keteladanan keluarga Nabi Ibrahim AS (Foto: Firnas/pasmu.id
Kabar

Khutbah Idul Adha di Masjid Al Kautsar Pasuruan Tekankan Pencarian Ketuhanan dan Nilai Sosial Qurban

oleh Firnas Muttaqin
27 Mei 2026
Khutbah Iduladha: Keteladanan Nabi Ibrahim Jadi Fondasi Ketakwaan dan Pendidikan Keluarga. (Foto: Marjoko/pasmu.id)
Kabar

Khutbah Iduladha: Keteladanan Nabi Ibrahim Jadi Fondasi Ketakwaan dan Pendidikan Keluarga

oleh Marjoko
27 Mei 2026
Iduladha yang disertai pelaksanaan khutbah oleh para khatib di berbagai titik wilayah Kota Pasuruan/Ilustrasi AI
Kabar

Catat 6 Lokasi Sholat Idul Adha di Kota Pasuruan dan Imbauan Penting Ini!

oleh Marjoko
18 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ilustrasi Hutan Wakaf Muhammadiyah/Generate by AI

Muhammadiyah akan Bangun Hutan di Lahan Wakaf, Lengkap dengan Vegetasi dan Laboratorium Ekologi

14 Mei 2026
Pekerja rehab Masjid Darul Arqom kaget temukan sarang tawon di lubang kubah kecil, lalu lapor takmir hingga BPBD diterjunkan/Foto Agus pasmu.id

Proyek Rehab Masjid Darul Arqom Terganggu, Pekerja Temukan Sarang Tawon Raksasa di Lubang Kubah Kecil

17 Mei 2026
Iduladha yang disertai pelaksanaan khutbah oleh para khatib di berbagai titik wilayah Kota Pasuruan/Ilustrasi AI

Catat 6 Lokasi Sholat Idul Adha di Kota Pasuruan dan Imbauan Penting Ini!

18 Mei 2026
MI Muhammadiyah Kunjungan ke P3GI

Museum Gula yang Baru Diresmikan Diserbu Siswa MI Muhammadiyah, Ada Praktik Tanam Tebu

19 Mei 2026
Idul Adha mengajarkan ketaatan, keikhlasan, dan kebahagiaan sejati melalui indahnya berbagi kepada sesama. (Foto: Suharsono/pasmu.id)

Menjemput Kebahagiaan Melalui Keikhlasan Kurban, Catatan Idul Adha 1447 H di Wironini

27 Mei 2026
Khutbah Idul Adha menekankan akal sehat, ketauhidan, kepedulian sosial, dan keteladanan keluarga Nabi Ibrahim AS (Foto: Firnas/pasmu.id

Khutbah Idul Adha di Masjid Al Kautsar Pasuruan Tekankan Pencarian Ketuhanan dan Nilai Sosial Qurban

27 Mei 2026
Salat Iduladha 1447 H di GOR Kota Pasuruan

Muhammadiyah Kota Pasuruan Gelar Salat Iduladha di Tujuh Titik, GOR Dipadati Ratusan Jamaah

27 Mei 2026
Khutbah Iduladha dr. M. Khakim Abdillah, M. Biomed

Khutbah Iduladha 1447 H: Resiliensi Hajar

27 Mei 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan