Pasuruan, 16 Agustus 2026 — Suasana pagi di Lapangan Volly RT 06/RW 05 Perumahan Gadingrejo, Kota Pasuruan, tampak semarak dengan kegiatan KURMA (Kajian Ukhuwah Rutin Milenial ‘Aisyiyah). Mengusung tema “Sehat Jiwa dan Raga”, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental sekaligus mempererat ukhuwah di antara warga dan kader ‘Aisyiyah.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 06.00 WIB tersebut merupakan hasil kolaborasi Majelis Pembinaan Kader Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Pasuruan yang di ketuai oleh Nurul Mawaridah dan Farida Agustiarini dari PCA Gadingrejo. Rangkaian acara dikemas secara menarik dengan memadukan pemeriksaan kesehatan, kajian keislaman, aktivitas olahraga, serta kebersamaan masyarakat.
Hadir sebagai narasumber, Hj. Indria Mawaddah, S.Ag., anggota Majelis Tabligh dan Ketarjihan PDA Kota Pasuruan, yang menyampaikan materi mengenai “Menjaga Kesehatan Jiwa dan Raga Perspektif Islam.”
Sehat Raga sebagai Bentuk Syukur
Dalam kajiannya, Hj. Indria Mawaddah mengingatkan bahwa kesehatan merupakan nikmat yang perlu dijaga dan dimanfaatkan untuk beribadah serta menjalankan tanggung jawab kehidupan.
Islam mengajarkan umatnya untuk memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Tidak hanya halal, tetapi juga thayyib, yaitu baik dan memberikan manfaat bagi tubuh. Peserta diajak membangun pola makan seimbang dengan memperhatikan asupan sayur, buah, dan protein serta menghindari kebiasaan makan secara berlebihan.
Kesehatan fisik juga perlu dijaga melalui kebersihan dan aktivitas olahraga. Peserta didorong untuk menyediakan waktu melakukan aktivitas fisik ringan, seperti berjalan kaki, peregangan, maupun senam secara rutin.
Pesan tersebut selaras dengan hadis Rasulullah SAW tentang pentingnya menjadi seorang mukmin yang kuat, baik secara fisik maupun dalam aspek kehidupan lainnya.
Menjaga Hati agar Tetap Tenang
Selain kesehatan fisik, kajian juga memberikan perhatian khusus terhadap kesehatan jiwa dan emosional, terutama bagi para ibu yang menjalani berbagai peran dalam keluarga dan masyarakat.
Kesibukan sehari-hari dapat menimbulkan kelelahan fisik maupun mental. Karena itu, Islam memberikan tuntunan untuk menjaga ketenangan hati melalui zikir, ibadah, doa, dan kedekatan kepada Allah SWT.
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
(QS. Ar-Ra‘d: 28)
Peserta juga diajak belajar mengelola emosi dan tidak mudah terbawa amarah. Ketika menghadapi situasi yang memicu emosi, seseorang dapat mengambil jeda, mengubah posisi, berwudu, membaca Al-Qur’an, atau memberikan waktu bagi diri untuk beristirahat secara positif.
Self-Care Bukan Berarti Egois
Salah satu pesan penting dalam kajian adalah pentingnya memahami bahwa merawat diri bukanlah bentuk keegoisan.
Seorang ibu memiliki banyak tanggung jawab terhadap keluarga, tetapi dirinya sendiri juga memiliki hak untuk mendapatkan waktu istirahat, menjaga kesehatan, dan memulihkan energi.
Rasulullah SAW mengingatkan:
“Sesungguhnya Rabbmu memiliki hak atasmu, dirimu memiliki hak atasmu, dan keluargamu memiliki hak atasmu. Maka berikanlah hak kepada setiap pemiliknya.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keseimbangan antara ibadah, kesehatan diri, keluarga, dan kehidupan sosial perlu dibangun agar seseorang dapat menjalankan perannya dengan lebih baik.
Sehat Bersama, Bahagia Bersama
Setelah kajian, peserta mengikuti kegiatan Senam ‘Aisyiyah dan Senam Anugrah bersama Instruktur Miss Mimi yang juga merupakan Majelis Pembinaan Kader PD ‘Aisyiyah. Gerakan senam yang dilakukan bersama menciptakan suasana penuh semangat dan kegembiraan.
Rangkaian kegiatan juga dilengkapi dengan pemeriksaan kesehatan, makan bergizi, dan bazar, sehingga KURMA benar-benar menghadirkan konsep kesehatan secara menyeluruh—sehat tubuh, sehat jiwa, dan sehat dalam kehidupan sosial.
Kegiatan bersama ini sekaligus menjadi ruang memperkuat silaturahmi dan support system di antara perempuan. Kebersamaan dalam majelis, kegiatan olahraga, dan interaksi sosial menjadi bagian penting dalam membangun kesehatan emosional dan ketahanan keluarga.
Kolaborasi untuk Perempuan yang Berdaya
Kolaborasi antara Majelis Pembinaan Kader PDA Kota Pasuruan dan PCA Gadingrejo menunjukkan bahwa gerakan ‘Aisyiyah dapat hadir melalui berbagai kegiatan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.
KURMA tidak hanya menjadi forum kajian, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar, bergerak, bersilaturahmi, dan saling menguatkan.
Melalui kegiatan ini, peserta diingatkan bahwa menjaga kesehatan bukan hanya tentang terbebas dari penyakit, tetapi juga tentang memiliki tubuh yang bugar, hati yang tenang, hubungan sosial yang sehat, dan kehidupan yang lebih seimbang.
KURMA — Sehat Jiwa dan Raga.
🌿 Sehat raganya.
🤍 Tenang jiwanya.
🤝 Kuat ukhuwahnya.
✨ Berkah kehidupannya.
Proudly Presented by:
Majelis Pembinaan Kader Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Pasuruan
Berkolaborasi dengan PCA Gadingrejo










