• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
Pasmu
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kabar

“Semerdeka Itukah Hatimu, Ratu?”, Menakar Kemerdekaan Jiwa dan Manifesto Antikorupsi di Pasuruan

Muslim Notonegoro oleh Muslim Notonegoro
19 detik yang lalu
in Kabar
0
"Semerdeka itukah hatimu, Ratu?" Ketika kemerdekaan jiwa diuji oleh korupsi dan kezhaliman di negeri ini. (Ilustrasi/ pasmu.id)

"Semerdeka itukah hatimu, Ratu?" Ketika kemerdekaan jiwa diuji oleh korupsi dan kezhaliman di negeri ini. (Ilustrasi/ pasmu.id)

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Pasuruan, 21 Agustus 2026 – Terik matahari Agustus membingkai perayaan kemerdekaan ke-81 di berbagai penjuru negeri. Namun, di bawah kubah Masjid Ibrahim, Pondok Pesantren Speam Kampus Putra, Kota Pasuruan, suasana siang itu berubah menjadi ruang kontemplasi yang sunyi namun tajam.

Bertindak sebagai imam dan khotib Sholat Jumat, Ustadz Moslem Errifai melontarkan sebuah pertanyaan profetik yang menghujam nurani jemaah: “Semerdeka itukah hatimu, Ratu?”

Pertanyaan yang merujuk pada “Ratu”—sebagai metafora bagi jiwa atau sang pengendali diri—menjadi pintu masuk untuk membongkar makna kemerdekaan hingga ke akar batiniah yang paling fundamental. Dalam khutbahnya, Ustadz Moslem mengajak jemaah untuk tidak sekadar merayakan kemerdekaan secara seremonial, melainkan melakukan audit moral atas kondisi bangsa yang kini tengah berjuang melawan polusi korupsi dan kezhaliman.

Antara Kemerdekaan dan Pembegalan Hak Rakyat

Kemerdekaan hakiki, menurut Ustadz Moslem, bukanlah sekadar absennya penjajah fisik di tanah air. Kemerdekaan yang sejati adalah terbebasnya jiwa dari perbudakan hawa nafsu. Mengutip QS. Al-Baqarah: 188, ia mengingatkan bahwa ancaman terbesar bangsa saat ini adalah tindakan korupsi yang dalam perspektif Islam bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan pembegalan hak-hak rakyat.

Related Post

Bangga menjadi Muhammadiyah bukan sekadar identitas, tetapi hadir, membantu, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat. (Ilustrasi: pasmu.id)

Panggilan Agustus untuk Anak Muda Muhammadiyah Menjadi Warga yang Berdampak

21 Agustus 2026
Menghargai perempuan bukan sekadar bunga setahun sekali, melainkan akhlak mulia setiap hari. (Ilustrasi: AI)

Girlfriend Day: Sekadar Romantis atau Pelajaran Menghargai?

1 Agustus 2026

“Janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil,” kutip khotib, merujuk pada peringatan keras Al-Qur’an agar harta rakyat tidak dibawa ke meja hakim untuk sekadar melegitimasi dosa. Ketika uang negara dikorupsi, maka hak kaum fakir, yatim, dan masyarakat lemah yang dirampas secara zhalim.

Kezhaliman ini, tegas Ustadz Moslem, adalah kegelapan yang sesungguhnya. Merujuk pada hadis riwayat Bukhari dan Muslim, ia menekankan, “Berhati-hatilah kalian terhadap kezhaliman, karena kezhaliman itu adalah kegelapan-kegelapan di hari Kiamat.” Ia menyentil realitas negeri di mana hukum acap kali tajam ke bawah namun tumpul ke atas, di mana yang kuat kerap menindas yang lemah.

Tiga Kuas Moral untuk Indonesia

Di hadapan para santri dan jemaah, Ustadz Moslem menawarkan tiga manifesto moral—yang ia sebut sebagai “tiga kuas”—untuk merawat kemerdekaan agar tidak kehilangan substansinya:

Pertama, Kejujuran Tanpa Pengawasan. Merujuk pada QS. At-Taubah: 119, ia menegaskan bahwa kejujuran paling bernilai bukanlah saat kita dipuji manusia, tetapi saat kita memiliki celah untuk berbuat curang namun memilih untuk tidak melakukannya karena takut kepada Allah.

Kedua, Amanah dalam Jabatan. Jabatan bukan sekadar privilese atau jalan pintas memperkaya diri, melainkan tanggung jawab besar. Sesuai QS. An-Nisa’: 58 dan hadis tentang setiap pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyatnya, ia mengingatkan bahwa kekuasaan hanyalah amanah yang akan dihitung setiap butirnya di akhirat kelak.

Ketiga, Keadilan Tanpa Pandang Bulu. Keadilan adalah ujian terberat. Mengutip QS. An-Nisa’: 135, Ustadz Moslem mengajak jemaah untuk berani menegakkan kebenaran meski keputusan itu terasa berat atau merugikan diri sendiri, keluarga, maupun kelompoknya.

Penutup: Mengisi Kemerdekaan dengan Takut Mengkhianatinya

Khutbah Jumat di Pesantren Speam Kota Pasuruan ini ditutup dengan sebuah refleksi mendalam. Ustadz Moslem menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya membutuhkan orang-orang pandai, tetapi manusia-manusia yang takut mengkhianati amanah.

Perjuangan bangsa ini belum selesai selama korupsi masih mengakar, keserakahan merajalela, dan kezhaliman dibiarkan. Merawat kemerdekaan berarti berani memerdekakan hati dari belenggu hawa nafsu. “Jika tiga nilai ini—jujur, amanah, dan adil—hidup dalam masyarakat dan para pemimpinnya, insya Allah kemerdekaan bukan sekadar sejarah, melainkan amanah yang benar-benar kita jaga,” pungkasnya.

Sebuah alarm moral telah ditabuh dari mimbar Pasuruan: merdeka atau tidaknya bangsa ini, dimulai dari seberapa merdeka hati kita dari noda keserakahan.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: agustusmerdeka
ShareTweetShare
Muslim Notonegoro

Muslim Notonegoro

Related Posts

Bangga menjadi Muhammadiyah bukan sekadar identitas, tetapi hadir, membantu, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat. (Ilustrasi: pasmu.id)
Opini

Panggilan Agustus untuk Anak Muda Muhammadiyah Menjadi Warga yang Berdampak

oleh Marjoko
21 Agustus 2026
Menghargai perempuan bukan sekadar bunga setahun sekali, melainkan akhlak mulia setiap hari. (Ilustrasi: AI)
Opini

Girlfriend Day: Sekadar Romantis atau Pelajaran Menghargai?

oleh Nashrul Muminin
1 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Image Pasmu.id

Muhammadiyah Gadingrejo Terima Wakaf Rumah untuk Rumah Tahfidz dan Panti Asuhan Al Muttaqin

15 Agustus 2026
Cimory hadirkan edukasi, senam, dan keceriaan untuk ratusan siswa SMP MEKA di Krian. (foto: Nina Tri Wulyo/pasmu.id)

Semarak dan Edukatif, Cimory Hadirkan Pengalaman Berbeda untuk Siswa SMP MEKA

14 Agustus 2026
SD Al-Kautsar Pasuruan gelar parenting untuk menyelaraskan pola asuh keluarga dan sekolah. (foto: Yogi/pasmu.id)

SD Al Kautsar Kota Pasuruan Gelar Parenting Milenial 5.0, Dorong Sinergi Pola Asuh antara Rumah dan Sekolah

8 Agustus 2026 - Updated On 9 Agustus 2026
Revitalisasi PCM Purwerejo hasilkan kepengurusan baru/PasMu

Ustaz Boirin Terpilih sebagai Ketua PCM Purworejo yang Baru, Enam Pimpinan Ranting Resmi Terbentuk

25 Juli 2026
"Semerdeka itukah hatimu, Ratu?" Ketika kemerdekaan jiwa diuji oleh korupsi dan kezhaliman di negeri ini. (Ilustrasi/ pasmu.id)

“Semerdeka Itukah Hatimu, Ratu?”, Menakar Kemerdekaan Jiwa dan Manifesto Antikorupsi di Pasuruan

22 Agustus 2026
PAUD Al Kautsar satukan adab Jawa dan solidaritas NTT lewat program Jawaben, bukti pendidikan karakter nyata. (foto: Muslim/pasmu.id)

‘Jawaben’ di PAUD Al Kautsar: Saat Adab Jawa Menjadi Nadi Kemanusiaan dan Solidaritas NTT

22 Agustus 2026
Bangga menjadi Muhammadiyah bukan sekadar identitas, tetapi hadir, membantu, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat. (Ilustrasi: pasmu.id)

Panggilan Agustus untuk Anak Muda Muhammadiyah Menjadi Warga yang Berdampak

21 Agustus 2026

Ghirah Kebangsaan dan Spirit Meritokrasi di Balik Amil Award LAZISMU Pasuruan

21 Agustus 2026
PasMu

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan