• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kabar

KURMA: Ruang Ukhuwah Digital bagi Kader Milenial Aisyiyah Kota Pasuruan

Nurul Mawaridah oleh Nurul Mawaridah
12 bulan yang lalu
in Kabar
0
7
SHARES
17
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, ketika arus informasi bergerak cepat dan preferensi generasi muda mengalami pergeseran signifikan, Majelis Pembinaan Kader Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Pasuruan menghadirkan sebuah inovasi dalam program kaderisasi. Program ini dinamai KURMA, singkatan dari Kajian Ukhuwah Rutin Milenial Aisyiyah.

KURMA lahir sebagai bentuk adaptasi sekaligus strategi penguatan ideologi dalam format yang lebih segar dan relevan. Dalam perjalanannya, program ini menjadi ruang inspiratif yang ditujukan untuk kader-kader muda Aisyiyah agar bisa terus mempererat ukhuwah, memperkaya wawasan keislaman yang mencerahkan, serta memperkokoh identitas gerakan perempuan Muhammadiyah di era kontemporer.

Berangkat dari kepekaan terhadap dinamika kader muda yang kini hidup di tengah dominasi dunia digital dan budaya serba instan, KURMA dirancang dengan pendekatan yang fleksibel namun tetap berakar pada nilai-nilai ideologis Aisyiyah. Kegiatan ini diselenggarakan secara rutin setiap bulan melalui platform daring Google Meet, menjadikannya sangat mudah diakses oleh siapa pun, kapan pun, dan dari mana pun. Format digital ini juga membuka peluang lebih luas untuk keterlibatan kader lintas wilayah, sekaligus efisien dari sisi logistik dan waktu.

Ketua Majelis Pembinaan Kader PDA Kota Pasuruan, Nurul Mawaridah, M.Pd, menyampaikan bahwa KURMA adalah bentuk refleksi dan jawaban atas realitas makin renggangnya komunikasi antar kader muda di ruang-ruang diskusi ideologis. “KURMA didesain sebagai ruang untuk bertemu dan bertumbuh. Artinya, tidak semata-mata forum belajar biasa, melainkan wadah di mana para kader muda bisa saling menguatkan secara emosional, spiritual, dan intelektual,” ungkapnya.

Related Post

Islam membuktikan bahwa iman, sains, dan teknologi dapat tumbuh bersama membangun peradaban manusia. (ilustrasi: shutterstock.com)

Islam dan Dunia Material: Agama yang Tak Pernah Memisahkan Iman dari Peradaban

1 Juni 2026
Profesionalisme pendidik dibangun melalui keteladanan, pengelolaan emosi, pembelajaran berkelanjutan, dan komunikasi sehat. (foto: Nurul Waridah/pasmu.id)

KURMA Edisi Mei 2026: Profesionalisme Aktor Pendidikan dalam Sikap, Peran, dan Keteladanan

30 Mei 2026

Mengapa Perempuan Sering ‘Mood-Moodan?’ Analisis Psikologi Emosi dan Komunikasi Relasional

27 Mei 2026

Ibu-Ibu Jamaah Masjid Al Ukhuwah Aktif Tahsin Al-Qur’an dan Hidupkan Kebersamaan Jamaah

19 Mei 2026

Pemilihan nama KURMA pun bukan tanpa pertimbangan. Kurma, sebagai buah yang sarat gizi dan sering dijumpai dalam tradisi keislaman, menjadi simbol yang sarat makna. Ia menggambarkan keberkahan, kekuatan, dan nilai-nilai spiritualitas. Dalam konteks program ini, KURMA dimaknai sebagai simbol kesegaran baru dalam kaderisasi Aisyiyah yang tidak terjebak pada metode kaku dan konvensional, tetapi tetap menjaga kedalaman nilai dan ideologi gerakan.

Setiap sesi KURMA menghadirkan narasumber internal yang mumpuni, mulai dari tokoh senior Aisyiyah yang kaya pengalaman, hingga kader muda yang aktif dan kreatif dalam membawa misi gerakan ke berbagai lini kehidupan. Tema-tema yang diangkat pun sangat relevan, seperti penguatan ideologi Muhammadiyah dan Aisyiyah, refleksi keagamaan yang kontekstual, isu-isu keperempuanan dan peran perempuan dalam masyarakat modern, serta tantangan dakwah di dunia digital.

Sesi-sesi kajian ini disusun dengan pendekatan yang komunikatif dan dialogis. Para peserta tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga diajak untuk berpikir kritis, berbagi pandangan, serta menciptakan gagasan-gagasan kreatif yang bisa ditindaklanjuti dalam aksi nyata. Hal ini menjadikan KURMA bukan sekadar kajian pasif, melainkan ruang kolaborasi yang hidup dan produktif.

KURMA ini diharapkan tidak berhenti pada level PDA saja, melainkan diperluas ke jenjang PCA (Pimpinan Cabang Aisyiyah) bahkan hingga ranting. Hal ini dinilai penting untuk menciptakan kesinambungan gerakan di tingkat akar rumput, terutama dalam menyambut era baru dakwah dan kaderisasi yang harus semakin lincah dan inovatif.

Ketua PDA Kota Pasuruan, Hj. drh. Emilis Setyawati pun turut menyambut baik antusiasme kader dan komitmen Majelis Pembinaan Kader dalam merawat semangat dan ideologi generasi muda Aisyiyah.

Harapan besar dari kehadiran KURMA adalah terciptanya komunitas kader muda yang militan secara ideologis, kolaboratif dalam gerakan, serta fleksibel dalam menjawab tantangan zaman. KURMA menjadi tempat di mana kader-kader belajar menyatukan nalar, nurani, dan semangat juang sebagai sebuah karakter khas yang diharapkan tumbuh dalam diri setiap perempuan muda Aisyiyah di masa kini dan masa depan.

Dengan semangat bertemu dan bertumbuh, KURMA menjadi bukti bahwa Aisyiyah tidak pernah kehilangan arah dalam kaderisasi. Justru sebaliknya, terus berinovasi agar gerakan perempuan Islam berkemajuan ini tetap relevan dan berdampak nyata di tengah masyarakat.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: AisyiyahdakwahislamKurmaperempuan
Share3Tweet2Share
Nurul Mawaridah

Nurul Mawaridah

Related Posts

Islam membuktikan bahwa iman, sains, dan teknologi dapat tumbuh bersama membangun peradaban manusia. (ilustrasi: shutterstock.com)
Opini

Islam dan Dunia Material: Agama yang Tak Pernah Memisahkan Iman dari Peradaban

oleh Dary Yumna Joesi
1 Juni 2026
Profesionalisme pendidik dibangun melalui keteladanan, pengelolaan emosi, pembelajaran berkelanjutan, dan komunikasi sehat. (foto: Nurul Waridah/pasmu.id)
Kabar

KURMA Edisi Mei 2026: Profesionalisme Aktor Pendidikan dalam Sikap, Peran, dan Keteladanan

oleh Nurul Mawaridah
30 Mei 2026
Ilustrasi dibuat menggunakan AI
Opini

Mengapa Perempuan Sering ‘Mood-Moodan?’ Analisis Psikologi Emosi dan Komunikasi Relasional

oleh Nashrul Muminin
27 Mei 2026
Next Post
Ilustrasi by AI Generate

Benarkah Kapasitas Otak Manusia hanya Digunakan 10 Persen?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ilustrasi Hutan Wakaf Muhammadiyah/Generate by AI

Muhammadiyah akan Bangun Hutan di Lahan Wakaf, Lengkap dengan Vegetasi dan Laboratorium Ekologi

14 Mei 2026
Prestasi membanggakan SD Al Kautsar dalam Ujian TKA 2025–2026, wujud generasi islami, berkarakter, dan berprestasi. (Ilustrasi: pasmu.id)

Siswa SD Al Kautsar Tunjukkan Hasil Terbaik di Ujian TKA

29 Mei 2026
Pekerja rehab Masjid Darul Arqom kaget temukan sarang tawon di lubang kubah kecil, lalu lapor takmir hingga BPBD diterjunkan/Foto Agus pasmu.id

Proyek Rehab Masjid Darul Arqom Terganggu, Pekerja Temukan Sarang Tawon Raksasa di Lubang Kubah Kecil

17 Mei 2026
Iduladha yang disertai pelaksanaan khutbah oleh para khatib di berbagai titik wilayah Kota Pasuruan/Ilustrasi AI

Catat 6 Lokasi Sholat Idul Adha di Kota Pasuruan dan Imbauan Penting Ini!

18 Mei 2026
Teknik mesin dan Islam selaras: Al-Jazari pelopor poros engkol, ihsan jadi etika, green tech amanah khalifah. (Ilustrasi: AI)

Menelusuri Jejak Sejarah Indah Islam dan Etika Teknik Mesin

4 Juni 2026
Poster siswa berprestasi bukan merendahkan, melainkan bukti nyata bahwa kerja keras membuahkan hasil. (Ilustrasi: shutterstock.com)

Poster Siswa Berprestasi Bukan Bentuk Ketidakadilan, Melainkan Cermin Realitas dan Inspirasi

4 Juni 2026
Pesantren SPEAM Kota Pasuruan: agama, hafalan Al-Qur'an, wirausaha, dan bahasa asing dalam satu pendidikan modern. (foto: SPEAM/passmu.id)

Cetak Generasi Qur’ani Berjiwa Entrepreneur, SPEAM Kota Pasuruan Tawarkan Kurikulum Integratif dan Pengawasan 24 Jam

4 Juni 2026
Subuh di Masjid Darul Arqom, Ust. Heru ungkap fenomena tiga laut bertemu tak menyatu sebagai bukti kuasa Allah. (foto: Suharsono/pasmu.id)

Keajaiban Doa Air yang Tak Menyatu: Refleksi Teologis dan Saintifik di Masjid Darul Arqom

4 Juni 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan