• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kabar

Formula Abu Nasir untuk Amankan Pasuruan: Pemuda Revolusioner dan Gerak Bersama NU-Muhammadiyah

Muslim Notonegoro oleh Muslim Notonegoro
6 bulan yang lalu
in Kabar
0
9
SHARES
20
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Ada resep yang tak biasa ditawarkan untuk menjaga keamanan Kota Pasuruan. Saat para pemangku kebijakan lain mungkin fokus pada patroli dan aparat, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Pasuruan, Dr. H. Abu Nasir, justru menyodorkan dua formula ideologis: spirit revolusioner ala 10 pemuda Bung Karno dan “gerak sama” konkret antara Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama.

Resep itu ia beberkan dalam Sarasehan Kebangsaan bertajuk “Jogo Kota Pasuruan Aman”, Ahad malam (7/9/2025).

Di hadapan Walikota, jajaran Forkopimda, dan para tokoh lintas organisasi, Abu Nasir tidak memulai dengan retorika keamanan yang kaku. Ia justru mengajak hadirin “merenung” dan “mengenang kembali” peristiwa tahun 1965, spesifik saat Presiden Soekarno berpidato berapi-api.

“Di dalam buku ‘Di Bawah Bendera Revolusi’, beliau banyak sekali mengungkapkan quote-quote penting,” ujar Abu Nasir.

Related Post

Ustaz Miftakhul Jannah Mengajak Menjadi Manusia Bertakwa Pasca Ramadhan

20 Maret 2026

Momentum Idul Fitri 1447 H, Jamaah di Lapangan SLB Wironini Diajak Jaga “Ritme” Ibadah Pasca Ramadan

20 Maret 2026

Ustaz Nurul Humaidi Bongkar Fakta: Banyak Orang Bertakbir di Masjid Tapi Takabur di Luar! 

20 Maret 2026

Muhammadiyah Kota Pasuruan Gelar Salat Idulfitri di Enam Titik, GOR Dipadati Ratusan Jamaah

20 Maret 2026

Ia lantas mengutip mantra legendaris Sang Proklamator: “Jika aku diberikan 1000 orang tua, aku hanya akan bisa mencabut Semeru itu dari akarnya saja. Tetapi jika aku diberikan hanya 10 anak muda saja, aku akan bisa goncangkan dunia.”

Bagi Abu Nasir, kutipan ini bukan sekadar nostalgia romantisme perjuangan. Ia menyebutnya sebagai pengingat bahwa generasi muda memiliki “potensi besar sekaligus spirit revolusioner” yang wajib dimaksimalkan untuk membangun negeri di tengah keragaman. Spirit inilah, menurutnya, modal utama untuk ‘Jogo Pasuruan’.

“Tidak sekedar untuk habis tanpa ada makna sama sekali,” tegasnya, menyerukan agar potensi itu dikapitalisasi untuk menciptakan kesetaraan. “Kita berdiri tegak, duduk sama rendah, berdiri sama tinggi.”

Namun, Abu Nasir tidak berhenti pada tataran spirit. Ia lantas membocorkan langkah politik kebangsaan paling konkret yang telah diambil dua ormas Islam terbesar di Indonesia. Menurutnya, spirit 10 pemuda itu kini telah diterjemahkan dalam aksi nyata.

Ia merujuk pada peristiwa tanggal 24 Agustus 2025 yaitu Peresmian Graha Muhammadiyah-NU (Nahdlatul Ulama) di Bekasi. Kata dia, Muhammadiyah beserta Nahdlatul Ulama menunjukkan tekad bersama menjaga NKRI tetap aman dan damai.

Bukan sekadar deklarasi di atas kertas, kedua raksasa ormas Islam ini, lanjut Abu Nasir, telah mendirikan sebuah “gerak sama” (gerakan bersama). Tujuannya jelas: memajukan bangsa dan menciptakan keutuhan melalui dakwah bersama di tiga sektor krusial: pendidikan, sosial, dan agama.

“Ini adalah contoh dan tauladan,” katanya.

Bagi Abu Nasir, menjaga Pasuruan agar tetap aman dan damai bukanlah pekerjaan aparat semata. Resepnya adalah kombinasi antara menghidupkan kembali spirit revolusioner kaum muda yang digagas Bung Karno, dan membumikannya lewat kolaborasi konkret dua pilar utama bangsa, NU dan Muhammadiyah.

“Karena itulah semua pesan-pesan para pemimpin kita… marilah kita bersama-sama kita hayati dan kita laksanakan. Mudah-mudahan kita hidup di dalam suasana tentram, tenang, aman, dan damai,” tutupnya.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: jogopasuruanmuhammadiyahNU
Share4Tweet2Share1
Muslim Notonegoro

Muslim Notonegoro

Related Posts

Kabar

Ustaz Miftakhul Jannah Mengajak Menjadi Manusia Bertakwa Pasca Ramadhan

oleh Muslim Notonegoro
20 Maret 2026
Kabar

Momentum Idul Fitri 1447 H, Jamaah di Lapangan SLB Wironini Diajak Jaga “Ritme” Ibadah Pasca Ramadan

oleh Firnas Muttaqin
20 Maret 2026
Kita besarkan Allah di tempat ibadah, tapi kita agungkan kekayaan, kekuasaan, dan kedudukan di luar sana.
Kabar

Ustaz Nurul Humaidi Bongkar Fakta: Banyak Orang Bertakbir di Masjid Tapi Takabur di Luar! 

oleh Marjoko
20 Maret 2026
Next Post

Wali Kota dan Komandan Kokam Kompak! Satu Suara Jaga Pasuruan dari Provokasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Berita Duka: Ustaz Saiful Hadi Wafat, PDM Kota Pasuruan Kehilangan Sosok Teladan Dakwah

20 Februari 2026
Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 menjadi penegas presisi hisab KHGT sekaligus simbol kuat arah baru persatuan kalender umat Islam dunia.

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026: Validasi Astronomis KHGT dan Momentum Menuju Kesatuan Umat

3 Maret 2026
Menghidupkan malam-malam akhir Ramadhan, Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan menyelenggarakan kajian i’tikaf di lima masjid yang tersebar di Kota Pasuruan.

Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan Gelar Rangkaian Kajian I’tikaf Ramadhan

6 Maret 2026
Menuju 2029, Bawaslu dan Muhammadiyah Kota Pasuruan resmi bersinergi kawal demokrasi bersih dan berintegritas.

Langkah Besar Menuju 2029: Bawaslu dan Muhammadiyah Kota Pasuruan Teken MoU Strategis

3 Maret 2026

Ustaz Miftakhul Jannah Mengajak Menjadi Manusia Bertakwa Pasca Ramadhan

20 Maret 2026

Momentum Idul Fitri 1447 H, Jamaah di Lapangan SLB Wironini Diajak Jaga “Ritme” Ibadah Pasca Ramadan

20 Maret 2026
Dosa adalah malware yang merusak sistem fitrah, dan Ramadhan adalah proses reset total atas virus-virus keburukan.

Khutbah Idul Fitri di Halaman Masjid Baiturrahman: Rekonstruksi Jiwa Menuju Fitrah Orisinal

20 Maret 2026
Kita besarkan Allah di tempat ibadah, tapi kita agungkan kekayaan, kekuasaan, dan kedudukan di luar sana.

Ustaz Nurul Humaidi Bongkar Fakta: Banyak Orang Bertakbir di Masjid Tapi Takabur di Luar! 

20 Maret 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan