• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Sejarah

‘Minuman Iblis’: Sejarah Gelap Kopi yang Tak Pernah Diajarkan Barat

Marjoko oleh Marjoko
12 bulan yang lalu
in Sejarah
0
Image: Istimewa

Image: Istimewa

12
SHARES
27
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Kopi bukan sekadar minuman berkafein yang membangkitkan semangat pagi. Di balik seduhan hangatnya, tersimpan sejarah panjang dan mulia yang berakar dari dunia Islam, jauh sebelum dikenalkan ke Eropa atau bahkan masuk ke Nusantara melalui Belanda.

Asal usul kopi, mematahkan narasi populer yang menyederhanakan kopi sebagai sekadar “penemuan Barat”. Sejarah kopi yang otentik bermula dari kawasan Habasyah (Ethiopia modern), khususnya daerah Kaffa, yang namanya kemudian diyakini menjadi akar kata coffee dalam bahasa Inggris.

Namun, yang lebih menarik adalah sosok di balik penemuan ini. Bukan sekadar penggembala kambing yang kebetulan melihat kambingnya lebih aktif setelah memakan buah kopi, seperti yang sering diceritakan dalam versi Barat, melainkan seorang ‘alim (orang berilmu) bernama Syekh Khalid. Beliau disebut sebagai seorang murabit, yakni penjaga perbatasan umat Islam, yang bermunajat kepada Allah SWT untuk mencari sesuatu yang bisa membantunya berjaga dan tetap terjaga di malam hari demi ibadah. Dari doa dan upayanya, ia menemukan manfaat luar biasa dari buah kopi.

Proses awal menikmati kopi pun tidak sederhana. Butuh delapan jam untuk mengekstrak sari kopi dari buahnya secara manual sebelum penemuan teknik roasting dan penggilingan. Barulah setelah abad ke-15, pada masa Kesultanan Turki Utsmani, metode penyeduhan mulai berkembang lewat alat seperti ibrik—cikal bakal kopi tubruk yang kita kenal hari ini.

Related Post

Islam membuktikan bahwa iman, sains, dan teknologi dapat tumbuh bersama membangun peradaban manusia. (ilustrasi: shutterstock.com)

Islam dan Dunia Material: Agama yang Tak Pernah Memisahkan Iman dari Peradaban

1 Juni 2026
Ilustrasi Inovasi Teknologi di Zaman Islam Kuno/Generate by AI

Bukan Mitos, Dunia Islam Pernah jadi Laboratorium Inovasi Terbesar dengan Revolusi Teknologi

15 Mei 2026

Habis Gelap Terbitlah Terang adalah Kutipan Ayat Al-Qur’an

21 April 2026

Menjawab Zaman, ‘Aisyiyah Kota Pasuruan Perkuat Sinergi Lewat Halal Bihalal 1447 H

3 April 2026

Kopi juga sempat dianggap “haram” oleh otoritas keagamaan Kristen Eropa di abad ke-17, lantaran diasosiasikan dengan umat Muslim. Fatwa gereja menyebut kopi sebagai “minuman iblis” hingga akhirnya Paus Clement VIII membaptisnya agar dapat dikonsumsi oleh umat Kristen. Ironisnya, kopi baru diperkenalkan secara legal di Belanda pada pertengahan abad ke-17, jauh setelah umat Islam mengembangkan budaya dan keilmuan seputar kopi selama berabad-abad.

Belanda kemudian membawa kopi ke Nusantara, menanamnya secara besar-besaran di Jawa, namun sejarah mencatat bahwa masyarakat Jawa sebenarnya sudah mengenal kopi jauh sebelumnya. Bahkan, dalam budaya perkerisan, terdapat motif pamor “Sekar Kopi” yang menunjukkan betapa kopi telah menjadi bagian dari tradisi lokal.

Sejarah kopi sangat dalam, bahkan ideologis. Kopi lahir dari semangat ibadah dan pengabdian, bukan sekadar selera atau gaya hidup.

Di tengah tren global kopi modern seperti latte dan espresso, kopi tubruk tetap menjadi warisan lokal yang sarat makna. Menyeruput kopi tubruk adalah menyambung kisah panjang peradaban Islam dan budaya Nusantara yang saling bertaut sejak ratusan tahun lalu.

ini menjadi pengingat bahwa budaya minum kopi Indonesia bukanlah adopsi Barat, tapi bagian dari jati diri bangsa yang patut dihargai dan dijaga. Sebuah cangkir kopi, sesungguhnya menyimpan jejak peradaban.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: islamkopi
Share5Tweet3Share1
Marjoko

Marjoko

Seorang pecinta tulisan, pengulik desain grafis, and Good Daddy and Hubby in every universe.

Related Posts

Islam membuktikan bahwa iman, sains, dan teknologi dapat tumbuh bersama membangun peradaban manusia. (ilustrasi: shutterstock.com)
Opini

Islam dan Dunia Material: Agama yang Tak Pernah Memisahkan Iman dari Peradaban

oleh Dary Yumna Joesi
1 Juni 2026
Ilustrasi Inovasi Teknologi di Zaman Islam Kuno/Generate by AI
Sejarah

Bukan Mitos, Dunia Islam Pernah jadi Laboratorium Inovasi Terbesar dengan Revolusi Teknologi

oleh Dary Yumna Joesi
15 Mei 2026
Literasi sejati bukan sekadar membaca, melainkan memahami makna lalu berani mengubah kegelapan menjadi cahaya.
Opini

Habis Gelap Terbitlah Terang adalah Kutipan Ayat Al-Qur’an

oleh Marjoko
21 April 2026
Next Post
Image: Istimewa

Muhammadiyah Perkuat Manhaj Tarjih: Meneguhkan Moderasi Beragama dan Relevansi Syariat di Era Kontemporer

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ilustrasi Hutan Wakaf Muhammadiyah/Generate by AI

Muhammadiyah akan Bangun Hutan di Lahan Wakaf, Lengkap dengan Vegetasi dan Laboratorium Ekologi

14 Mei 2026
Prestasi membanggakan SD Al Kautsar dalam Ujian TKA 2025–2026, wujud generasi islami, berkarakter, dan berprestasi. (Ilustrasi: pasmu.id)

Siswa SD Al Kautsar Tunjukkan Hasil Terbaik di Ujian TKA

29 Mei 2026
Pekerja rehab Masjid Darul Arqom kaget temukan sarang tawon di lubang kubah kecil, lalu lapor takmir hingga BPBD diterjunkan/Foto Agus pasmu.id

Proyek Rehab Masjid Darul Arqom Terganggu, Pekerja Temukan Sarang Tawon Raksasa di Lubang Kubah Kecil

17 Mei 2026
Iduladha yang disertai pelaksanaan khutbah oleh para khatib di berbagai titik wilayah Kota Pasuruan/Ilustrasi AI

Catat 6 Lokasi Sholat Idul Adha di Kota Pasuruan dan Imbauan Penting Ini!

18 Mei 2026
Istri shalihah bukan sekadar pendamping, melainkan benteng yang menggagalkan tipu daya setan. (Ilustrasi: shutterstock.com)

Istri Shalihah, Benteng Rumah Tangga dari Tipu Daya Setan

1 Juni 2026
1 Juni bukan sekadar sejarah; Pancasila adalah kompas persatuan yang menjaga Indonesia tetap utuh. (Ilustrasi: AI)

Juni Bukan Sekadar Juni, Hari Lahir Pancasila yang Penuh Makna dan Misteri Sejarah

1 Juni 2026
Islam membuktikan bahwa iman, sains, dan teknologi dapat tumbuh bersama membangun peradaban manusia. (ilustrasi: shutterstock.com)

Islam dan Dunia Material: Agama yang Tak Pernah Memisahkan Iman dari Peradaban

1 Juni 2026
Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa generasi hebat lahir dari doa dan ikhtiar berkelanjutan nyata. (foto: Marjoko/pasmu.id)

Dr. Taufiqullah, M.Pd.I. Paparkan Pola Asuh Nabi Ibrahim AS dalam Pengajian Ahad Pagi Masjid Al-Ukhuwah

31 Mei 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan