• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Opini

Ramadhan dan “Boros” ala Nabi: Saat Pengeluaran Membengkak Justru Menjadi Investasi Akhirat

Marjoko oleh Marjoko
3 minggu yang lalu
in Opini
0
Pengeluaran membengkak di Ramadhan bukan karena kita boros, tapi karena kita sedang berinvestasi untuk keabadian.

Pengeluaran membengkak di Ramadhan bukan karena kita boros, tapi karena kita sedang berinvestasi untuk keabadian.

7
SHARES
16
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Bulan Ramadhan selalu hadir dengan berkah yang melimpah, namun tak jarang juga diiringi dengan “kekhawatiran” ringan di kalangan Masyarakat, pengeluaran membengkak. Seorang teman pernah berkeluh kesah kepada saya, “Selama Ramadhan, pengeluaranku selalu lebih besar dari bulan-bulan biasa.”

Fenomena ini menarik untuk direnungkan. Mengapa di bulan yang mengajarkan kita menahan diri dari makan dan minum, justru kita menjadi lebih “royal” dalam mengeluarkan uang?

Setelah berdiskusi panjang, kami sampai pada sebuah kesimpulan yang menenangkan. Selama pengeluaran yang membengkak itu digunakan untuk kebaikan, bersedekah lebih banyak, mentraktir teman berbuka, berdonasi untuk masjid dan yayasan, hingga mengirimkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada keluarga dan sanak saudara, maka itu adalah “aman”. Lebih dari sekadar aman, itu adalah sunnah yang mulia.

Kita mungkin khawatir menjadi boros, padahal Allah telah memperingatkan dalam Al-Qur’an, “Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan” (QS. Al-Isra: 27). Namun, ada jurang pemisah yang tebal antara boros karena setan dan dermawan karena mengikuti jejak Rasulullah SAW.

Related Post

KURMA Edisi Maret 2026: Tidur Berkah, Bernilai Ibadah

19 Maret 2026
Kajian i’tikaf malam 27 Ramadan menghadirkan Ustadz Ahmad Mudzakir mengungkap rahasia generasi hebat menurut Al-Qur’an.

Malam 27 Ramadan, Ustadz Ahmad Mudzakir Ungkap Rahasia Generasi Hebat Menurut Al-Qur’an: Dimulai dari Rumah

16 Maret 2026

Ustaz Baihaqi di Malam 25 Ramadan Bongkar Geo Politik dari Al-Qur’an

14 Maret 2026

Ustadz Heru Winarno Ungkap Rahasia Ikhlas dalam Kajian I’tikaf Malam 23

12 Maret 2026

Kedermawanan di bulan Ramadhan adalah teladan yang tak terbantahkan dari Nabi kita. Sahabat mulia, Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, menggambarkan akhlak mulia ini dengan sangat indah. Beliau berkata:

“Rasulullah adalah orang yang paling dermawan, dan beliau paling dermawan pada bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini bukan sekadar informasi sejarah, melainkan sebuah instruksi spiritual. Di bulan yang penuh rahmat ini, Rasulullah SAW bahkan digambarkan lebih cepat dalam berbuat kebaikan daripada angin yang berhembus. Artinya, ada peningkatan kualitas dan kuantitas dalam kedermawanan beliau. Inilah “pembengkakan pengeluaran” yang paling ideal. Beliau mengajarkan kita bahwa Ramadhan adalah momentum untuk meluaskan hati dan tangan, bukan untuk menahan keduanya.

Namun, di sinilah letak kewaspadaan yang perlu kita asah. Yang harus kita evaluasi dengan jujur adalah jika pengeluaran ugal-ugalan itu ternyata hanya untuk memuaskan ego. Saat kita makan berlebihan di meja berbuka, jajan takjil hingga mubazir, atau membeli pakaian baru bukan karena kebutuhan, melainkan sekadar mengikuti tren dan gengsi. Perilaku ini justru menunjukkan ketidakmampuan kita dalam menahan diri, sebuah ironi di tengah latihan pengendalian hawa nafsu selama berpuasa.

Semakin dewasa secara spiritual, kita akan menyadari sebuah kebenaran mendalam: Ramadhan pada hakikatnya adalah tentang berbagi, bukan sekadar menerima. Ia bukan tentang seberapa banyak makanan yang masuk ke perut kita saat berbuka, tetapi seberapa banyak manfaat yang keluar dari tangan kita untuk orang lain.

Maka, ketika dompet terasa lebih tipis di akhir Ramadhan, janganlah bersedih. Justru di situlah letak keberkahannya. Harta yang kita keluarkan untuk bersedekah, untuk menyenangkan saudara, dan untuk membantu sesama, adalah investasi jangka panjang. Hasilnya tidak akan kita lihat dalam bentuk saldo bank yang bertambah, tetapi akan kita petik dengan ranum kelak di akhirat.

Jadi, biarlah pengeluaran kita membengkak di bulan yang mulia ini, asalkan “kebengkakan” itu adalah karena kita sedang berlatih untuk menjadi pribadi yang dermawan, sebagaimana Rasulullah SAW. Karena rezeki yang keluar di jalan Allah tidak akan pernah berkurang; ia akan menjelma menjadi pahala yang kekal dan keberkahan yang terasa hingga ke liang lahat. Selamat bermurah hati!

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: keuanganpengeluaranramadhan
Share3Tweet2Share
Marjoko

Marjoko

Seorang pecinta tulisan, pengulik desain grafis, and Good Daddy in every universe.

Related Posts

Kabar

KURMA Edisi Maret 2026: Tidur Berkah, Bernilai Ibadah

oleh Nurul Mawaridah
19 Maret 2026
Kajian i’tikaf malam 27 Ramadan menghadirkan Ustadz Ahmad Mudzakir mengungkap rahasia generasi hebat menurut Al-Qur’an.
Kabar

Malam 27 Ramadan, Ustadz Ahmad Mudzakir Ungkap Rahasia Generasi Hebat Menurut Al-Qur’an: Dimulai dari Rumah

oleh Marjoko
16 Maret 2026
Kabar

Ustaz Baihaqi di Malam 25 Ramadan Bongkar Geo Politik dari Al-Qur’an

oleh Marjoko
14 Maret 2026
Next Post
Puasa yang berhasil adalah yang melahirkan kepedulian sosial, memperkecil jurang pemisah, serta menguatkan tali silaturahmi di tengah masyarakat.

Menjadikan Puasa Berbuah Kebaikan Sosial: Pesan Ustadz Suharsono di Masjid At Taqwa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Berita Duka: Ustaz Saiful Hadi Wafat, PDM Kota Pasuruan Kehilangan Sosok Teladan Dakwah

20 Februari 2026
Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 menjadi penegas presisi hisab KHGT sekaligus simbol kuat arah baru persatuan kalender umat Islam dunia.

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026: Validasi Astronomis KHGT dan Momentum Menuju Kesatuan Umat

3 Maret 2026
Menghidupkan malam-malam akhir Ramadhan, Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan menyelenggarakan kajian i’tikaf di lima masjid yang tersebar di Kota Pasuruan.

Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan Gelar Rangkaian Kajian I’tikaf Ramadhan

6 Maret 2026
Menuju 2029, Bawaslu dan Muhammadiyah Kota Pasuruan resmi bersinergi kawal demokrasi bersih dan berintegritas.

Langkah Besar Menuju 2029: Bawaslu dan Muhammadiyah Kota Pasuruan Teken MoU Strategis

3 Maret 2026

Ustaz Miftakhul Jannah Mengajak Menjadi Manusia Bertakwa Pasca Ramadhan

20 Maret 2026

Momentum Idul Fitri 1447 H, Jamaah di Lapangan SLB Wironini Diajak Jaga “Ritme” Ibadah Pasca Ramadan

20 Maret 2026
Dosa adalah malware yang merusak sistem fitrah, dan Ramadhan adalah proses reset total atas virus-virus keburukan.

Khutbah Idul Fitri di Halaman Masjid Baiturrahman: Rekonstruksi Jiwa Menuju Fitrah Orisinal

20 Maret 2026
Kita besarkan Allah di tempat ibadah, tapi kita agungkan kekayaan, kekuasaan, dan kedudukan di luar sana.

Ustaz Nurul Humaidi Bongkar Fakta: Banyak Orang Bertakbir di Masjid Tapi Takabur di Luar! 

20 Maret 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan