• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kabar

Malam 27 Ramadan, Ustadz Ahmad Mudzakir Ungkap Rahasia Generasi Hebat Menurut Al-Qur’an: Dimulai dari Rumah

Marjoko oleh Marjoko
5 hari yang lalu
in Kabar, Kajian
0
Kajian i’tikaf malam 27 Ramadan menghadirkan Ustadz Ahmad Mudzakir mengungkap rahasia generasi hebat menurut Al-Qur’an.

Kajian i’tikaf malam 27 Ramadan menghadirkan Ustadz Ahmad Mudzakir mengungkap rahasia generasi hebat menurut Al-Qur’an.

15
SHARES
34
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Malam ke-27 Ramadan di Masjid Al Ukhuwah menyuguhkan atmosfer yang begitu tenang, di mana kekhusyukan dan perenungan mendalam menyatu dalam harmoni. Di tengah rangkaian agenda iktikaf yang sarat keberkahan, Ustadz Ahmad Mudzakir, Lc. hadir membawakan untaian ilmu yang menggugah jiwa.

Beliau menekankan urgensi bagi umat Islam untuk mencetak generasi qurrata a’yun—sosok yang tidak hanya menjadi penyejuk mata dan hati bagi kedua orang tuanya, tetapi juga berdiri kokoh sebagai pilar perjuangan dalam meninggikan agama Allah di muka bumi.

Ustadz Ahmad mengajak jamaah untuk merenungkan bahwa membangun generasi unggul bukan sekadar wacana pendidikan, melainkan proyek peradaban yang harus dimulai dari rumah, dengan menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman utama.

Pada awal kajian, Ustadz Mudzakir mengisahkan sebuah peristiwa yang terjadi pada masa khalifah kedua Islam, Umar bin Khattab radhiyallahu anhu. Suatu hari, Umar meminta para sahabat menyampaikan cita-cita mereka. Sebagian sahabat berangan-angan memiliki rumah yang dipenuhi emas dan permata agar dapat diinfakkan di jalan Allah.

Related Post

KURMA Edisi Maret 2026: Tidur Berkah, Bernilai Ibadah

19 Maret 2026

Masjid Darul Arqom Tutup Rangkaian Kajian I’tikaf, Ustaz Arifin Ahmad Bahas Falsafah Idulfitri

18 Maret 2026

Ustaz Baihaqi di Malam 25 Ramadan Bongkar Geo Politik dari Al-Qur’an

14 Maret 2026

Ustadz Heru Winarno Ungkap Rahasia Ikhlas dalam Kajian I’tikaf Malam 23

12 Maret 2026

Namun, Umar memiliki visi yang jauh lebih besar. Ia tidak menginginkan harta melimpah, melainkan berharap agar di tengah umat lahir para rijal—generasi tangguh yang mampu menjadi penolong bagi tegaknya agama Allah.

Umar kemudian menggambarkan sosok generasi yang ia idamkan. Di antaranya adalah Abu Ubaidah bin Jarrah yang dikenal sebagai sosok terpercaya dan piawai menyusun strategi, Sa’ad bin Abi Waqqas yang memiliki kemampuan strategi perang sekaligus doa yang mustajab karena menjaga kehalalan makanan, serta Hudzaifah bin al-Yaman yang dikenal sebagai pemegang “rahasia umat” yang memahami kondisi sosial masyarakat.

Kisah ini menjadi pengantar bagi pembahasan utama kajian: bagaimana proses membentuk generasi berkualitas yang mampu menjadi pilar umat.

Ustadz Mudzakir menegaskan bahwa kunci utama dalam membangun generasi unggul adalah kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah. Ia mengutip firman Allah dalam Surat Thaha yang menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan bukan untuk menyengsarakan manusia, melainkan sebagai sumber kebahagiaan dan peringatan bagi mereka yang bertakwa.

Menurutnya, prinsip ini harus menjadi standar operasional dalam mendidik anak. Pendidikan dalam keluarga tidak cukup hanya mengandalkan metode modern atau teori psikologi semata, tetapi harus berakar pada nilai-nilai wahyu.

Puncak kajian berfokus pada tafsir Surat Al-Kahfi ayat 60–82 yang menceritakan perjalanan Nabi Musa AS dalam menuntut ilmu kepada Nabi Khidir AS. Dari kisah tersebut, terdapat sejumlah prinsip penting dalam pendidikan.

Pertama, pentingnya komitmen dan etika seorang murid dalam menuntut ilmu. Seorang pencari ilmu harus memiliki kesabaran, tidak tergesa-gesa mempertanyakan sesuatu yang belum ia pahami, serta menjaga komitmen terhadap kesepakatan belajar. Dalam proses itu, guru juga memiliki hak untuk menegur atau memberikan “sanksi” ketika komitmen dilanggar.

Kedua, adanya korelasi kuat antara kesalehan orang tua dan masa depan anak. Hal ini terlihat dalam kisah dinding milik dua anak yatim yang hampir roboh. Nabi Khidir memperbaiki dinding tersebut atas perintah Allah karena ayah kedua anak tersebut adalah orang yang saleh.

Menurut Ustadz Mudzakir, kisah ini mengandung pesan mendalam: kesalehan orang tua dapat menjadi sebab turunnya perlindungan Allah bagi anak-anak mereka, bahkan ketika orang tua tersebut telah tiada.

Selain itu, kajian juga menyoroti pentingnya peran aktif kedua orang tua dalam mendidik anak.

Dari kisah Nabi Yusuf AS, jamaah diajak memahami pentingnya dialog iman antara ayah dan anak. Nabi Yusuf memilih menceritakan mimpinya kepada ayahnya, Nabi Ya’qub AS, bukan kepada orang lain. Hal ini menunjukkan adanya kedekatan emosional dan spiritual yang kuat antara keduanya.

Fenomena ini, menurut Ustadz Mudzakir, semakin jarang terjadi di masa kini. Banyak ayah yang secara fisik hadir di rumah, tetapi secara emosional dan spiritual tidak benar-benar hadir bagi anak-anaknya.

Sementara itu, peran ibu dicontohkan melalui kisah keluarga Imran yang terdapat dalam Surat Ali Imran. Istri Imran yang salehah bernazar, berdoa, dan menyerahkan putrinya, Maryam, sepenuhnya di bawah perlindungan Allah. Maryam kemudian tumbuh menjadi wanita pilihan yang dimuliakan Allah.

Doa seorang ibu, ditambah dengan pengawalan ketat terhadap lingkungan dan konsumsi halal, menjadi faktor penting dalam pembentukan karakter anak.

Sebagai penutup, Ustadz Mudzakir menegaskan bahwa melahirkan generasi qurrata a’yun bukanlah proses instan. Ia merupakan proyek besar yang dimulai dari rumah tangga.

Sinergi antara ayah yang saleh dan memimpin keluarga dengan baik, ibu yang salehah yang terus berdoa dan menjaga anak-anaknya, serta penerapan metode pendidikan yang bersumber dari Al-Qur’an menjadi kunci lahirnya generasi yang kuat secara iman dan akhlak.

Kajian malam itu diakhiri dengan pesan reflektif: kesalehan orang tua adalah investasi terbesar bagi masa depan anak-anak. Ketika orang tua memperbaiki diri dan mendekat kepada Allah, pertolongan-Nya akan hadir—bukan hanya untuk mereka, tetapi juga bagi generasi yang akan datang.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: i'tikaframadhan
Share6Tweet4Share1
Marjoko

Marjoko

Seorang pecinta tulisan, pengulik desain grafis, and Good Daddy in every universe.

Related Posts

Kabar

KURMA Edisi Maret 2026: Tidur Berkah, Bernilai Ibadah

oleh Nurul Mawaridah
19 Maret 2026
Kabar

Masjid Darul Arqom Tutup Rangkaian Kajian I’tikaf, Ustaz Arifin Ahmad Bahas Falsafah Idulfitri

oleh Yogi Arfan
18 Maret 2026
Kabar

Ustaz Baihaqi di Malam 25 Ramadan Bongkar Geo Politik dari Al-Qur’an

oleh Marjoko
14 Maret 2026
Next Post
Ustaz Abu Nasir isi kajian berbuka bersama di Masjid Al-Ikhlas Bukir/Yogi Arfan

Masjid Al-Ikhlas Bukir Gelar Kajian Buka Bersama, Ustaz Abu Nasir Bahas Keutamaan Lailatul Qadar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Berita Duka: Ustaz Saiful Hadi Wafat, PDM Kota Pasuruan Kehilangan Sosok Teladan Dakwah

20 Februari 2026
Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 menjadi penegas presisi hisab KHGT sekaligus simbol kuat arah baru persatuan kalender umat Islam dunia.

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026: Validasi Astronomis KHGT dan Momentum Menuju Kesatuan Umat

3 Maret 2026
Menghidupkan malam-malam akhir Ramadhan, Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan menyelenggarakan kajian i’tikaf di lima masjid yang tersebar di Kota Pasuruan.

Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan Gelar Rangkaian Kajian I’tikaf Ramadhan

6 Maret 2026
Menuju 2029, Bawaslu dan Muhammadiyah Kota Pasuruan resmi bersinergi kawal demokrasi bersih dan berintegritas.

Langkah Besar Menuju 2029: Bawaslu dan Muhammadiyah Kota Pasuruan Teken MoU Strategis

3 Maret 2026

Ustaz Miftakhul Jannah Mengajak Menjadi Manusia Bertakwa Pasca Ramadhan

20 Maret 2026

Momentum Idul Fitri 1447 H, Jamaah di Lapangan SLB Wironini Diajak Jaga “Ritme” Ibadah Pasca Ramadan

20 Maret 2026
Dosa adalah malware yang merusak sistem fitrah, dan Ramadhan adalah proses reset total atas virus-virus keburukan.

Khutbah Idul Fitri di Halaman Masjid Baiturrahman: Rekonstruksi Jiwa Menuju Fitrah Orisinal

20 Maret 2026
Kita besarkan Allah di tempat ibadah, tapi kita agungkan kekayaan, kekuasaan, dan kedudukan di luar sana.

Ustaz Nurul Humaidi Bongkar Fakta: Banyak Orang Bertakbir di Masjid Tapi Takabur di Luar! 

20 Maret 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan