• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kabar

Masjid Al-Ikhlas Bukir Gelar Kajian Buka Bersama, Ustaz Abu Nasir Bahas Keutamaan Lailatul Qadar

Yogi Arfan oleh Yogi Arfan
5 hari yang lalu
in Kabar, Kajian
0
Ustaz Abu Nasir isi kajian berbuka bersama di Masjid Al-Ikhlas Bukir/Yogi Arfan

Ustaz Abu Nasir isi kajian berbuka bersama di Masjid Al-Ikhlas Bukir/Yogi Arfan

8
SHARES
19
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Masjid Al-Ikhlas Bukir, Kota Pasuruan menggelar kegiatan kajian menjelang berbuka puasa yang dirangkaikan dengan buka bersama dan berbagi takjil pada Minggu, 15 Maret 2026. Kegiatan ini dihadiri puluhan jamaah dan warga sekitar yang memanfaatkan waktu menunggu azan magrib dengan mengikuti majelis ilmu.

Kajian tersebut menghadirkan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Pasuruan, Ustaz Abu Nasir, sebagai narasumber. Dalam ceramahnya, beliau mengajak jamaah untuk bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat kesehatan dan kesempatan sehingga dapat berkumpul dalam majelis ilmu di bulan Ramadan.

Menurutnya, momen menunggu waktu berbuka merupakan waktu yang baik untuk memperdalam pemahaman agama, terlebih ketika umat Islam telah memasuki hari-hari terakhir Ramadan. Ia juga mengingatkan bahwa dalam beberapa hari ke depan umat Islam akan menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

“Perbedaan waktu penetapan hari raya tidak perlu dipertentangkan. Baik yang merayakan pada 19, 20, atau 21 Maret, semuanya tetap sama-sama memasuki tanggal 1 Syawal. Yang terpenting adalah saling menghargai dan menjaga persaudaraan,” jelasnya di hadapan jamaah.

Related Post

Ustaz Miftakhul Jannah Mengajak Menjadi Manusia Bertakwa Pasca Ramadhan

20 Maret 2026

Momentum Idul Fitri 1447 H, Jamaah di Lapangan SLB Wironini Diajak Jaga “Ritme” Ibadah Pasca Ramadan

20 Maret 2026

Ustaz Nurul Humaidi Bongkar Fakta: Banyak Orang Bertakbir di Masjid Tapi Takabur di Luar! 

20 Maret 2026

Muhammadiyah Kota Pasuruan Gelar Salat Idulfitri di Enam Titik, GOR Dipadati Ratusan Jamaah

20 Maret 2026

Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Abu Nasir juga menjelaskan tentang pentingnya memaksimalkan ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan, khususnya dalam mencari malam Lailatul Qadar. Ia mengutip hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah RA mengenai doa yang dianjurkan Rasulullah SAW ketika seorang hamba berharap bertemu dengan malam Lailatul Qadar.

Doa yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW adalah:

“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni”
(Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai permaafan, maka maafkanlah aku).

Ia menjelaskan bahwa Ramadan merupakan bulan yang menjadi sarana pembakaran dosa-dosa bagi orang-orang beriman. Selama bulan ini, umat Islam menempuh dua jalan yang juga ditempuh oleh para malaikat, yaitu menahan diri dari makan, minum, dan hawa nafsu di siang hari, serta memperbanyak ketaatan kepada Allah pada malam hari melalui salat, zikir, dan membaca Al-Qur’an.

“Puasa bukanlah perkara mudah. Menahan diri dari makan dan minum seharian penuh memerlukan keimanan yang kuat. Karena itu, Ramadan menjadi kesempatan bagi orang beriman untuk meningkatkan kualitas ketakwaannya,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Lailatul Qadar tidak seharusnya dipahami secara materialistik seolah-olah mendatangkan keuntungan dunia secara tiba-tiba. Menurutnya, makna utama Lailatul Qadar adalah momentum turunnya Al-Qur’an yang seharusnya mendorong umat Islam untuk semakin dekat dengan kitab suci tersebut.

“Ketika seseorang berinteraksi dengan Al-Qur’an, maka akan lahir perubahan dalam hidupnya. Ibadahnya menjadi lebih khusyuk, perilakunya lebih baik, dan tutur katanya lebih santun. Itulah hakikat keberkahan Lailatul Qadar,” jelasnya.

Ustaz Abu Nasir juga mengingatkan bahwa selain memohon ampun kepada Allah SWT, umat Islam juga harus menyelesaikan urusan dengan sesama manusia menjelang akhir Ramadan. Kesalahan, utang, maupun janji yang belum ditunaikan sebaiknya diselesaikan agar tidak menjadi beban saat menghadap Allah SWT kelak.

“Jika kita telah saling memaafkan dan menyelesaikan hak-hak sesama manusia, maka ketika Idulfitri tiba kita benar-benar kembali dalam keadaan bersih dari dosa. Karena itu tradisi saling memaafkan setelah Ramadan memiliki makna yang sangat dalam,” tuturnya.

Kegiatan kajian kemudian ditutup dengan doa bersama, dilanjutkan dengan pembagian takjil dan buka puasa bersama jamaah serta warga yang hadir. Suasana kebersamaan dan kekhusyukan terasa hangat di tengah masyarakat yang memanfaatkan momentum Ramadan untuk mempererat ukhuwah dan meningkatkan kualitas ibadah.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: Abu Nasirdakwahislammuhammadiyah
Share3Tweet2Share1
Yogi Arfan

Yogi Arfan

Kalau orang lain bisa, kenapa harus saya?

Related Posts

Kabar

Ustaz Miftakhul Jannah Mengajak Menjadi Manusia Bertakwa Pasca Ramadhan

oleh Muslim Notonegoro
20 Maret 2026
Kabar

Momentum Idul Fitri 1447 H, Jamaah di Lapangan SLB Wironini Diajak Jaga “Ritme” Ibadah Pasca Ramadan

oleh Firnas Muttaqin
20 Maret 2026
Kita besarkan Allah di tempat ibadah, tapi kita agungkan kekayaan, kekuasaan, dan kedudukan di luar sana.
Kabar

Ustaz Nurul Humaidi Bongkar Fakta: Banyak Orang Bertakbir di Masjid Tapi Takabur di Luar! 

oleh Marjoko
20 Maret 2026
Next Post
Pimpinan Daerah 'Aisyiyah Kota Pasuruan salurkan 35 paket santunan untuk anak yatim dan dhuafa.

Ta’awun Sosial Ramadan: Santunan Anak Yatim dan Dhuafa dengan Semangat Kesalehan Ekologis Berkeadilan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Berita Duka: Ustaz Saiful Hadi Wafat, PDM Kota Pasuruan Kehilangan Sosok Teladan Dakwah

20 Februari 2026
Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 menjadi penegas presisi hisab KHGT sekaligus simbol kuat arah baru persatuan kalender umat Islam dunia.

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026: Validasi Astronomis KHGT dan Momentum Menuju Kesatuan Umat

3 Maret 2026
Menghidupkan malam-malam akhir Ramadhan, Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan menyelenggarakan kajian i’tikaf di lima masjid yang tersebar di Kota Pasuruan.

Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan Gelar Rangkaian Kajian I’tikaf Ramadhan

6 Maret 2026
Menuju 2029, Bawaslu dan Muhammadiyah Kota Pasuruan resmi bersinergi kawal demokrasi bersih dan berintegritas.

Langkah Besar Menuju 2029: Bawaslu dan Muhammadiyah Kota Pasuruan Teken MoU Strategis

3 Maret 2026

Ustaz Miftakhul Jannah Mengajak Menjadi Manusia Bertakwa Pasca Ramadhan

20 Maret 2026

Momentum Idul Fitri 1447 H, Jamaah di Lapangan SLB Wironini Diajak Jaga “Ritme” Ibadah Pasca Ramadan

20 Maret 2026
Dosa adalah malware yang merusak sistem fitrah, dan Ramadhan adalah proses reset total atas virus-virus keburukan.

Khutbah Idul Fitri di Halaman Masjid Baiturrahman: Rekonstruksi Jiwa Menuju Fitrah Orisinal

20 Maret 2026
Kita besarkan Allah di tempat ibadah, tapi kita agungkan kekayaan, kekuasaan, dan kedudukan di luar sana.

Ustaz Nurul Humaidi Bongkar Fakta: Banyak Orang Bertakbir di Masjid Tapi Takabur di Luar! 

20 Maret 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan