• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kabar

Ta’awun Sosial Ramadan: Santunan Anak Yatim dan Dhuafa dengan Semangat Kesalehan Ekologis Berkeadilan

Nurul Mawaridah oleh Nurul Mawaridah
4 hari yang lalu
in Kabar
0
Pimpinan Daerah 'Aisyiyah Kota Pasuruan salurkan 35 paket santunan untuk anak yatim dan dhuafa.

Pimpinan Daerah 'Aisyiyah Kota Pasuruan salurkan 35 paket santunan untuk anak yatim dan dhuafa.

9
SHARES
22
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Pasuruan, 15 Maret 2026 – Semangat kepedulian dan kebersamaan di bulan suci Ramadan kembali diwujudkan melalui kegiatan Ta’awun Sosial Ramadan 1447 H/2026 M yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Pasuruan melalui Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS). Kegiatan santunan bagi anak yatim dan dhuafa ini mengusung tema “Gerakan ‘Aisyiyah Membangun Kesalehan Ekologis Berkeadilan.”

Tema tersebut menjadi pengingat bahwa gerakan sosial tidak hanya berfokus pada kepedulian terhadap sesama manusia, tetapi juga mendorong kesadaran untuk menjaga lingkungan serta membangun kehidupan yang adil, seimbang, dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, ‘Aisyiyah berupaya menghadirkan nilai-nilai keislaman yang tidak hanya berdampak pada aspek spiritual, tetapi juga pada kepedulian sosial dan lingkungan.

Acara diawali dengan pembukaan oleh MC, Ibu Dewi Atikah, yang memandu jalannya kegiatan dengan penuh hangat. Selanjutnya suasana semakin khidmat dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an secara tartil oleh Ibu Rif’atul Hasanah, yang mengajak seluruh hadirin untuk merenungkan makna Al-Qur’an sebagai pedoman dalam membangun kehidupan yang penuh kasih sayang dan kepedulian.

Dalam sambutan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Pasuruan, Ibu Farida Agustyarini, disampaikan bahwa kegiatan Ta’awun Sosial Ramadan merupakan wujud nyata dari nilai ta’awun atau saling menolong yang diajarkan dalam Islam. Menurut beliau, Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat empati sosial, khususnya kepada anak-anak yatim dan masyarakat dhuafa yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

Related Post

Ustaz Miftakhul Jannah Mengajak Menjadi Manusia Bertakwa Pasca Ramadhan

20 Maret 2026

Momentum Idul Fitri 1447 H, Jamaah di Lapangan SLB Wironini Diajak Jaga “Ritme” Ibadah Pasca Ramadan

20 Maret 2026

Ustaz Nurul Humaidi Bongkar Fakta: Banyak Orang Bertakbir di Masjid Tapi Takabur di Luar! 

20 Maret 2026

Muhammadiyah Kota Pasuruan Gelar Salat Idulfitri di Enam Titik, GOR Dipadati Ratusan Jamaah

20 Maret 2026

Beliau juga menekankan bahwa tema “Gerakan ‘Aisyiyah Membangun Kesalehan Ekologis Berkeadilan” mengandung pesan penting bahwa kesalehan seorang muslim tidak hanya ditunjukkan melalui ibadah ritual, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kesejahteraan sosial dan kelestarian lingkungan.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Ketua Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS), Ibu Hj. Wahyu Edy, yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa program santunan ini merupakan bagian dari upaya ‘Aisyiyah untuk terus menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan dukungan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah dan doa yang disampaikan oleh Ibu Nurul Mawaridah. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak para hadirin untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk memperkuat kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap sesama manusia.

Beliau menyampaikan bahwa kepedulian terhadap anak yatim dan kaum dhuafa merupakan bagian penting dari ajaran Islam yang menekankan nilai kasih sayang, empati, dan tanggung jawab sosial. Dalam Al-Qur’an, umat Islam berkali-kali diingatkan untuk tidak mengabaikan hak-hak anak yatim serta dianjurkan untuk membantu mereka dengan penuh keikhlasan.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa konsep kesalehan ekologis berkeadilan juga mengajarkan manusia untuk menjaga keseimbangan kehidupan, baik hubungan dengan Allah, hubungan dengan sesama manusia, maupun hubungan dengan alam. Menjaga lingkungan, tidak berlebihan dalam menggunakan sumber daya, serta membangun kehidupan yang adil dan harmonis merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi.

Dalam tausiyah tersebut, beliau juga mengingatkan bahwa berbagi kepada anak yatim dan dhuafa tidak hanya memberikan manfaat secara materi, tetapi juga menghadirkan keberkahan dalam kehidupan. Ketika seseorang membantu orang lain dengan tulus, Allah SWT akan menggantinya dengan kebaikan yang berlipat ganda.

Beliau pun mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbanyak amal kebaikan, memperkuat solidaritas sosial, serta menumbuhkan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Sebagai puncak kegiatan, panitia menyalurkan 35 paket santunan kepada anak yatim dan dhuafa yang hadir dalam kegiatan tersebut. Penyerahan santunan berlangsung dengan suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, di mana para penerima tampak bahagia dan bersyukur atas perhatian yang diberikan.

Para pengurus yang hadir dalam kegiatan ini juga mengenakan seragam batik baru berwarna kuning cerah, yang menambah kesan kompak dan semangat kebersamaan di antara para anggota.

Melalui kegiatan Ta’awun Sosial Ramadan ini, diharapkan semangat berbagi, kepedulian sosial, serta kesadaran akan pentingnya membangun kehidupan yang adil dan harmonis dengan lingkungan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa Ramadan bukan hanya bulan untuk meningkatkan ibadah pribadi, tetapi juga momentum untuk menguatkan solidaritas sosial, menebarkan kebaikan, serta menghadirkan kebahagiaan bagi sesama.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: AisyiyahmuhammadiyahTa’awun
Share4Tweet2Share1
Nurul Mawaridah

Nurul Mawaridah

Related Posts

Kabar

Ustaz Miftakhul Jannah Mengajak Menjadi Manusia Bertakwa Pasca Ramadhan

oleh Muslim Notonegoro
20 Maret 2026
Kabar

Momentum Idul Fitri 1447 H, Jamaah di Lapangan SLB Wironini Diajak Jaga “Ritme” Ibadah Pasca Ramadan

oleh Firnas Muttaqin
20 Maret 2026
Kita besarkan Allah di tempat ibadah, tapi kita agungkan kekayaan, kekuasaan, dan kedudukan di luar sana.
Kabar

Ustaz Nurul Humaidi Bongkar Fakta: Banyak Orang Bertakbir di Masjid Tapi Takabur di Luar! 

oleh Marjoko
20 Maret 2026
Next Post

Masjid Darul Arqom Tutup Rangkaian Kajian I’tikaf, Ustaz Arifin Ahmad Bahas Falsafah Idulfitri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Berita Duka: Ustaz Saiful Hadi Wafat, PDM Kota Pasuruan Kehilangan Sosok Teladan Dakwah

20 Februari 2026
Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 menjadi penegas presisi hisab KHGT sekaligus simbol kuat arah baru persatuan kalender umat Islam dunia.

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026: Validasi Astronomis KHGT dan Momentum Menuju Kesatuan Umat

3 Maret 2026
Menghidupkan malam-malam akhir Ramadhan, Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan menyelenggarakan kajian i’tikaf di lima masjid yang tersebar di Kota Pasuruan.

Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan Gelar Rangkaian Kajian I’tikaf Ramadhan

6 Maret 2026
Menuju 2029, Bawaslu dan Muhammadiyah Kota Pasuruan resmi bersinergi kawal demokrasi bersih dan berintegritas.

Langkah Besar Menuju 2029: Bawaslu dan Muhammadiyah Kota Pasuruan Teken MoU Strategis

3 Maret 2026

Ustaz Miftakhul Jannah Mengajak Menjadi Manusia Bertakwa Pasca Ramadhan

20 Maret 2026

Momentum Idul Fitri 1447 H, Jamaah di Lapangan SLB Wironini Diajak Jaga “Ritme” Ibadah Pasca Ramadan

20 Maret 2026
Dosa adalah malware yang merusak sistem fitrah, dan Ramadhan adalah proses reset total atas virus-virus keburukan.

Khutbah Idul Fitri di Halaman Masjid Baiturrahman: Rekonstruksi Jiwa Menuju Fitrah Orisinal

20 Maret 2026
Kita besarkan Allah di tempat ibadah, tapi kita agungkan kekayaan, kekuasaan, dan kedudukan di luar sana.

Ustaz Nurul Humaidi Bongkar Fakta: Banyak Orang Bertakbir di Masjid Tapi Takabur di Luar! 

20 Maret 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan