• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kabar

Khutbah Idul Fitri di Halaman Masjid Baiturrahman: Rekonstruksi Jiwa Menuju Fitrah Orisinal

Izzaudin Nuskha Khalifah oleh Izzaudin Nuskha Khalifah
2 bulan yang lalu
in Kabar, Khutbah
0
Dosa adalah malware yang merusak sistem fitrah, dan Ramadhan adalah proses reset total atas virus-virus keburukan.

Dosa adalah malware yang merusak sistem fitrah, dan Ramadhan adalah proses reset total atas virus-virus keburukan.

10
SHARES
23
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Pasuruan, 20 Maret 2026 – Fajar di Pasuruan disambut dengan gema takbir yang memenuhi halaman Masjid Baiturrahman. Suasana penuh ketenangan menyelimuti para jamaah yang hadir untuk melaksanakan shalat sunnah dua rakaat. Momen Idul Fitri 1447 H kali ini semakin bermakna dengan pesan spiritual yang disampaikan oleh Dr. H. Hery Kustanto dalam khutbahnya.

Khatib memulai khutbah dengan lantunan takbir, tahmid, dan tahlil yang menggema, mengajak jamaah merenungkan kepergian bulan suci Ramadhan. “Ramadhan telah melipat hamparan sajadahnya. Ia telah pamit dengan tenang meninggalkan jejak air mata di sudut-sudut mihrab. Tinggal tersisa haus dan lapar yang seharusnya melembutkan kerasnya batu di dalam hati kita semua,” ujar Dr. Hery di hadapan para jamaah,

Dalam khutbah bertema “Rekonstruksi Jiwa Menuju Fitrah” ini, khatib mengajak jamaah untuk bertanya pada diri sendiri apakah Ramadhan yang telah dilewati meninggalkan bekas atau sekadar berlalu seperti angin tanpa mengubah arah kehidupan.

Tiga Pesan Penting Idul Fitri

Mengawali pesan utamanya, Dr. Hery menjelaskan makna kemenangan Idul Fitri dari perspektif ilmiah. Ia menyebutkan bahwa puasa tidak hanya melatih kesabaran secara spiritual, tetapi juga memicu proses autofagi—mekanisme alami tubuh membersihkan sel-sel yang rusak—serta neuroplastisitas, yaitu kemampuan otak untuk tidak reaktif terhadap keinginan sesaat.

Related Post

Momentum Idul Fitri 1447 H, Jamaah di Lapangan SLB Wironini Diajak Jaga “Ritme” Ibadah Pasca Ramadan

20 Maret 2026
Foto: Yogi Arfan

Muhammadiyah Kota Pasuruan Gelar Salat Idulfitri di Enam Titik, GOR Dipadati Ratusan Jamaah

20 Maret 2026

“Kita menang karena sejatinya kita telah berhasil membuktikan bahwa rohani kita lebih kuat daripada jasmani kita. Kita membuktikan bahwa kita adalah tuan di atas diri kita sendiri, bukan budak terhadap nafsu dan keinginan,” tegasnya.

Khatib kemudian memaparkan tiga hal penting yang dapat dipetik dari peristiwa Ramadhan dan Idul Fitri:

Pertama, kembali ke fitrah orisinal. Idul Fitri secara bahasa berarti kembali berbuka atau kembali ke fitrah. Dr. Hery menganalogikan fitrah sebagai “default system” atau sistem bawaan manusia. “Secara ilmiah, manusia telah terlahir dengan hardware ketuhanan. Kita punya kecenderungan alami untuk mencintai kebaikan, kebenaran, keadilan, kejujuran, dan kedamaian. Dosa-dosa adalah malware yang merusak sistem itu,” jelasnya.

Kedua, puasa dan kecerdasan emosional. Khatib mengaitkan ibadah puasa dengan konsep kecerdasan emosional atau Emotional Quotient (EQ). Ia menjelaskan bahwa kemampuan menunda kesenangan sesaat demi tujuan yang lebih besar merupakan indikator utama EQ.

“Ketika kita mampu menahan lisan saat diprovokasi, ketika kita mampu menahan jari yang sedang panas-panasnya tersindir di grup WA, sejatinya kita sedang mengaktifkan Prefrontal Cortex—bagian otak yang mengendalikan dorongan emosional. Inilah ciri manusia bertakwa yang memiliki kendali penuh atas emosinya,” paparnya.

Ketiga, bersegera dalam kebaikan. Ramadhan mengajarkan empati melalui rasa lapar yang dirasakan, sehingga umat Islam berlomba-lomba memberikan takjil, berinfak, dan bersedekah. Khatib mengingatkan untuk terus mempertahankan semangat berbagi ini meskipun Ramadhan telah berlalu.

Memaafkan Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Dalam khutbahnya, Dr. Hery juga menyampaikan perspektif medis tentang pentingnya memaafkan. “Secara medis, dendam meningkatkan stres. Memaafkan adalah melepaskan beban sekaligus meningkatkan kekebalan tubuh. Orang yang mudah memaafkan, mampu mengendalikan emosi, dan gampang melupakan kesalahan orang lain cenderung memiliki kekebalan tubuh lebih baik,” ungkapnya mengutip firman Allah dalam Al Quran tentang menahan amarah.

Doa untuk Palestina dan Bangsa Indonesia

Di penghujung khutbah, khatib memimpin doa bersama yang khusyuk. Ia memohon kepada Allah agar menerima seluruh amalan Ramadhan, mengampuni dosa-dosa, dan merahmati kedua orang tua. Doa khusus juga dipanjatkan untuk saudara-saudara Muslim di Palestina, terutama Gaza, yang sedang menghadapi kezaliman.

“Lindungi dan selamatkan saudara-saudara kami di Gaza, Palestina. Mereka yang dizalimi, kepada siapa lagi kami mengadu ya Allah. Maafkan kami yang hanya bisa mendoakan dari jauh, menyaksikan kekejaman luar biasa yang dialami oleh saudara-saudara kami,” ucapnya dengan suara bergetar.

Khatib juga mendoakan keberkahan untuk bangsa Indonesia, memohon bimbingan bagi para pemimpin umat dan bangsa agar senantiasa menjunjung tinggi perintah Allah, sehingga negeri ini menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur—negara yang baik dan penuh ampunan.

Sebelum mengakhiri khutbah dengan salam, Dr. Hery mengingatkan tiga bekal penting sebagai resolusi hidup mulia pasca-Ramadhan: mempertahankan fitrah orisinal dengan istiqomah dalam kebaikan meskipun kecil, mengembangkan kecerdasan emosional dengan pandai mengendalikan emosi, dan melibatkan diri dalam komunitas orang-orang baik.

Taqabbalallahu minna wa minkum, semoga Allah menerima amal ibadah kita selama Ramadhan. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H, mohon maaf lahir dan batin.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: Idulfitri
Share4Tweet3Share1
Izzaudin Nuskha Khalifah

Izzaudin Nuskha Khalifah

Related Posts

Kabar

Momentum Idul Fitri 1447 H, Jamaah di Lapangan SLB Wironini Diajak Jaga “Ritme” Ibadah Pasca Ramadan

oleh Firnas Muttaqin
20 Maret 2026
Foto: Yogi Arfan
Kabar

Muhammadiyah Kota Pasuruan Gelar Salat Idulfitri di Enam Titik, GOR Dipadati Ratusan Jamaah

oleh Yogi Arfan
20 Maret 2026
Next Post

Momentum Idul Fitri 1447 H, Jamaah di Lapangan SLB Wironini Diajak Jaga "Ritme" Ibadah Pasca Ramadan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ilustrasi Hutan Wakaf Muhammadiyah/Generate by AI

Muhammadiyah akan Bangun Hutan di Lahan Wakaf, Lengkap dengan Vegetasi dan Laboratorium Ekologi

14 Mei 2026
Prestasi membanggakan SD Al Kautsar dalam Ujian TKA 2025–2026, wujud generasi islami, berkarakter, dan berprestasi. (Ilustrasi: pasmu.id)

Siswa SD Al Kautsar Tunjukkan Hasil Terbaik di Ujian TKA

29 Mei 2026
Pekerja rehab Masjid Darul Arqom kaget temukan sarang tawon di lubang kubah kecil, lalu lapor takmir hingga BPBD diterjunkan/Foto Agus pasmu.id

Proyek Rehab Masjid Darul Arqom Terganggu, Pekerja Temukan Sarang Tawon Raksasa di Lubang Kubah Kecil

17 Mei 2026
Iduladha yang disertai pelaksanaan khutbah oleh para khatib di berbagai titik wilayah Kota Pasuruan/Ilustrasi AI

Catat 6 Lokasi Sholat Idul Adha di Kota Pasuruan dan Imbauan Penting Ini!

18 Mei 2026
Istri shalihah bukan sekadar pendamping, melainkan benteng yang menggagalkan tipu daya setan. (Ilustrasi: shutterstock.com)

Istri Shalihah, Benteng Rumah Tangga dari Tipu Daya Setan

1 Juni 2026
1 Juni bukan sekadar sejarah; Pancasila adalah kompas persatuan yang menjaga Indonesia tetap utuh. (Ilustrasi: AI)

Juni Bukan Sekadar Juni, Hari Lahir Pancasila yang Penuh Makna dan Misteri Sejarah

1 Juni 2026
Islam membuktikan bahwa iman, sains, dan teknologi dapat tumbuh bersama membangun peradaban manusia. (ilustrasi: shutterstock.com)

Islam dan Dunia Material: Agama yang Tak Pernah Memisahkan Iman dari Peradaban

1 Juni 2026
Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa generasi hebat lahir dari doa dan ikhtiar berkelanjutan nyata. (foto: Marjoko/pasmu.id)

Dr. Taufiqullah, M.Pd.I. Paparkan Pola Asuh Nabi Ibrahim AS dalam Pengajian Ahad Pagi Masjid Al-Ukhuwah

31 Mei 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan