• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kabar

Ustadz Heru Winarno Ungkap Rahasia Ikhlas dalam Kajian I’tikaf Malam 23

Marjoko oleh Marjoko
3 bulan yang lalu
in Kabar, Kajian
0
15
SHARES
35
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Pasuruan, 12 Maret 2026 – Masjid Masjid Al Muttaqin menjadi pusat kegiatan ibadah pada malam-malam terakhir Ramadan melalui rangkaian kegiatan i’tikaf yang diikuti oleh jamaah dari berbagai kalangan. Dalam salah satu sesi kajian di malam ganjil tepatnya malam 23 Ramadhan, Ustadz Heru Winarno menyampaikan tausiyah bertema “Mengukur Keikhlasan”, yang mengajak jamaah untuk melakukan muhasabah terhadap niat dan kualitas amal ibadah yang mereka lakukan.

Kajian tersebut dihadiri oleh para jamaah i’tikaf, tokoh masyarakat, serta beberapa alim ulama setempat. Dalam pembukaan ceramahnya, Ustadz Heru menyampaikan rasa syukur karena jamaah dapat berkumpul untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Beliau berharap kegiatan i’tikaf ini menjadi sarana meningkatkan kesadaran spiritual sekaligus memperkuat jalan menuju ketakwaan.

Menurutnya, tema keikhlasan dipilih karena keikhlasan merupakan inti dari setiap amal ibadah. Namun beliau menegaskan bahwa keikhlasan bukanlah sesuatu yang mudah diukur secara pasti. “Ikhlas itu tidak seperti satu ditambah satu sama dengan dua. Tidak ada rumus pasti untuk mengukurnya,” ujar beliau di hadapan jamaah. Meski demikian, seseorang dapat mengenali tanda-tanda apakah amalnya mengarah kepada keikhlasan atau justru tercampuri oleh kepentingan lain.

Dalam penjelasannya, Ustadz Heru menguraikan makna ikhlas berdasarkan beberapa ayat Al-Qur’an. Beliau menyebutkan bahwa secara bahasa, kata ikhlas memiliki makna murni atau bersih dari campuran. Hal ini merujuk pada konsep “din yang khalish” atau agama yang murni hanya untuk Allah SWT sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an.

Related Post

Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa generasi hebat lahir dari doa dan ikhtiar berkelanjutan nyata. (foto: Marjoko/pasmu.id)

Dr. Taufiqullah, M.Pd.I. Paparkan Pola Asuh Nabi Ibrahim AS dalam Pengajian Ahad Pagi Masjid Al-Ukhuwah

31 Mei 2026
Di usia ke-79, PII ditantang bukan sekadar melahirkan alumni berjabatan, tetapi kader yang mampu menjawab paradoks Indonesia: negeri kaya raya yang rakyatnya belum sepenuhnya sejahtera/foto: Suharsono pasmu.id

Refleksi 79 Tahun PII: Menanti Jiwa Kader di Tengah Kekayaan Negeri yang Tergadai

25 Mei 2026

Al-Zalzalah dan Kesadaran tentang Hari Akhir

22 Mei 2026

Menggali Dasar Hukum dan Urgensi Revitalisasi Fikih Shalat

22 Mei 2026

Selain itu, beliau menjelaskan bahwa kata ikhlas juga berkaitan dengan makna menyendiri atau memisahkan diri dari motif lain selain mencari ridha Allah. Dalam konteks ini, seseorang dituntut untuk memurnikan niatnya sehingga amal yang dilakukan tidak bertujuan mencari pujian atau pengakuan manusia.

Makna lain dari ikhlas adalah memurnikan ibadah hanya kepada Allah SWT tanpa mencampurnya dengan riya atau kepentingan duniawi. Ustadz Heru menegaskan bahwa manusia sering kali memulai amal dengan niat baik, namun di tengah perjalanan niat tersebut dapat bergeser karena berbagai faktor seperti pujian, popularitas, atau kepentingan pribadi.

Beliau juga mengutip hadits Nabi Muhammad SAW yang menyatakan bahwa setiap amal tergantung pada niatnya. Oleh karena itu, menjaga niat sejak awal hingga akhir amal menjadi kunci penting agar ibadah diterima oleh Allah SWT.

Dalam kajian tersebut, Ustadz Heru juga menguraikan pandangan para ulama mengenai ikhlas. Salah satunya adalah penjelasan bahwa ikhlas berarti memurnikan hati dari segala noda yang dapat merusak niat ibadah. Selain itu, ikhlas juga berarti kesesuaian antara amal lahiriah dan niat batiniah seseorang.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa keikhlasan memiliki peran penting dalam kehidupan seorang muslim. Ikhlas menjadi senjata spiritual dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan, termasuk dalam melawan hawa nafsu dan godaan setan. Tanpa keikhlasan, seseorang dapat dengan mudah terjebak dalam riya atau kesombongan yang justru merusak amalnya.

Dalam bagian lain ceramahnya, Ustadz Heru mengingatkan bahwa ikhlas juga merupakan syarat diterimanya ibadah. Amal yang tampak baik di hadapan manusia belum tentu diterima oleh Allah jika tidak dilandasi niat yang benar.

Untuk membantu jamaah melakukan evaluasi diri, beliau menyebutkan beberapa indikator yang dapat menjadi tanda keikhlasan. Di antaranya adalah tidak mencari popularitas, tidak haus pujian, tetap semangat beramal meskipun tidak mendapat perhatian manusia, serta berusaha menyembunyikan amal baik yang dilakukan.

Beliau juga mendorong jamaah untuk memperbanyak amal secara tersembunyi, seperti sedekah diam-diam atau doa di waktu malam. Menurut beliau, amal yang tidak diketahui orang lain sering kali lebih dekat dengan keikhlasan.

Menutup kajiannya, Ustadz Heru mengingatkan bahwa keikhlasan merupakan proses yang harus terus dilatih sepanjang hidup. Manusia tidak pernah benar-benar bebas dari godaan untuk memamerkan amal, sehingga diperlukan muhasabah dan doa agar Allah menjaga hati tetap bersih.

Melalui kajian ini, jamaah i’tikaf di Masjid Al Muttaqin diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga niat dalam setiap amal ibadah. Dengan keikhlasan, setiap aktivitas—baik ibadah ritual maupun kegiatan sehari-hari—dapat bernilai ibadah di sisi Allah SWT.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: i'tikafkajianramadhan
Share6Tweet4Share1
Marjoko

Marjoko

Seorang pecinta tulisan, pengulik desain grafis, and Good Daddy and Hubby in every universe.

Related Posts

Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa generasi hebat lahir dari doa dan ikhtiar berkelanjutan nyata. (foto: Marjoko/pasmu.id)
Kabar

Dr. Taufiqullah, M.Pd.I. Paparkan Pola Asuh Nabi Ibrahim AS dalam Pengajian Ahad Pagi Masjid Al-Ukhuwah

oleh PasMu Media
31 Mei 2026
Di usia ke-79, PII ditantang bukan sekadar melahirkan alumni berjabatan, tetapi kader yang mampu menjawab paradoks Indonesia: negeri kaya raya yang rakyatnya belum sepenuhnya sejahtera/foto: Suharsono pasmu.id
Kajian

Refleksi 79 Tahun PII: Menanti Jiwa Kader di Tengah Kekayaan Negeri yang Tergadai

oleh Suharsono
25 Mei 2026
Kajian Al-Zalzalah menegaskan seluruh amal manusia akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT kelak/foto Firnas pasmu.id
Kabar

Al-Zalzalah dan Kesadaran tentang Hari Akhir

oleh Firnas Muttaqin
22 Mei 2026
Next Post

Muhammadiyah Kota Pasuruan Siapkan 6 Titik Sholat Idul Fitri 1447 Hijriyah, Ini Daftar Lengkapnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ilustrasi Hutan Wakaf Muhammadiyah/Generate by AI

Muhammadiyah akan Bangun Hutan di Lahan Wakaf, Lengkap dengan Vegetasi dan Laboratorium Ekologi

14 Mei 2026
Prestasi membanggakan SD Al Kautsar dalam Ujian TKA 2025–2026, wujud generasi islami, berkarakter, dan berprestasi. (Ilustrasi: pasmu.id)

Siswa SD Al Kautsar Tunjukkan Hasil Terbaik di Ujian TKA

29 Mei 2026
Pekerja rehab Masjid Darul Arqom kaget temukan sarang tawon di lubang kubah kecil, lalu lapor takmir hingga BPBD diterjunkan/Foto Agus pasmu.id

Proyek Rehab Masjid Darul Arqom Terganggu, Pekerja Temukan Sarang Tawon Raksasa di Lubang Kubah Kecil

17 Mei 2026
Iduladha yang disertai pelaksanaan khutbah oleh para khatib di berbagai titik wilayah Kota Pasuruan/Ilustrasi AI

Catat 6 Lokasi Sholat Idul Adha di Kota Pasuruan dan Imbauan Penting Ini!

18 Mei 2026
Istri shalihah bukan sekadar pendamping, melainkan benteng yang menggagalkan tipu daya setan. (Ilustrasi: shutterstock.com)

Istri Shalihah, Benteng Rumah Tangga dari Tipu Daya Setan

1 Juni 2026
1 Juni bukan sekadar sejarah; Pancasila adalah kompas persatuan yang menjaga Indonesia tetap utuh. (Ilustrasi: AI)

Juni Bukan Sekadar Juni, Hari Lahir Pancasila yang Penuh Makna dan Misteri Sejarah

1 Juni 2026
Islam membuktikan bahwa iman, sains, dan teknologi dapat tumbuh bersama membangun peradaban manusia. (ilustrasi: shutterstock.com)

Islam dan Dunia Material: Agama yang Tak Pernah Memisahkan Iman dari Peradaban

1 Juni 2026
Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa generasi hebat lahir dari doa dan ikhtiar berkelanjutan nyata. (foto: Marjoko/pasmu.id)

Dr. Taufiqullah, M.Pd.I. Paparkan Pola Asuh Nabi Ibrahim AS dalam Pengajian Ahad Pagi Masjid Al-Ukhuwah

31 Mei 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan