• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Opini

Pendidikan ala John D. Rockefeller Dipatahkan oleh Pondok Pesantren SPEAM

Marjoko oleh Marjoko
4 bulan yang lalu
in Opini
0
42
SHARES
98
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Selama satu abad terakhir, pendidikan di berbagai negara tumbuh dengan satu cita-cita besar yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun di balik cita-cita luhur itu, tersimpan pola lama yang jarang disadari banyak orang. Sistem pendidikan modern yang kini menjadi arus utama sejatinya dibangun bukan untuk mencetak pemimpin atau pengusaha, melainkan untuk mencetak pekerja.

Sejarah mencatat bahwa pada masa Revolusi Industri di Amerika Serikat, para pemilik modal besar seperti John D. Rockefeller memiliki kepentingan besar terhadap sistem pendidikan. Rockefeller, seorang pengusaha minyak tersukses pada zamannya, disebut-sebut menghadapi kesulitan mencari pekerja yang disiplin dan patuh terhadap aturan pabrik. Maka, lahirlah sistem sekolah modern yang terstruktur, kaku, dan berorientasi pada kepatuhan. Sekolah menjadi tempat membentuk karakter pekerja, datang tepat waktu, duduk rapi, mengikuti instruksi, serta tunduk pada sistem yang sudah ditentukan.

Pola tersebut bertahan dalam satu abad terakhir kemudian dan diadopsi oleh banyak negara, termasuk Indonesia. Tak heran jika sebagian besar siswa tumbuh dengan pola pikir yang sama yaitu sekolah, kuliah, lalu mencari pekerjaan. Sangat sedikit yang berpikir untuk membuka usaha atau menciptakan lapangan kerja. Kurikulum pun banyak menekankan pada hafalan dan ujian, bukan pada kreativitas dan keberanian mengambil risiko. Akibatnya, lulusan sekolah banyak yang cemerlang secara teori, namun ragu ketika harus memulai sesuatu dari nol.

Kondisi inilah yang kini mulai ditantang oleh berbagai lembaga pendidikan alternatif, salah satunya Pondok Pesantren Sekolah Entrepreneur Al-Ma’un (SPEAM) Muhammadiyah Kota Pasuruan. Lembaga ini hadir dengan semangat baru, mencoba mematahkan paradigma pendidikan lama yang berorientasi pada penciptaan pekerja. SPEAM menegaskan bahwa pendidikan seharusnya menjadi jalan menuju kemandirian, bukan ketergantungan.

Related Post

Ramadhan Camp SPEAM Pasuruan: Cetak Generasi Muslim Berjiwa Entrepreneur dan Berkemajuan.

Bukan Sekadar Pesantren Kilat! Intip Serunya 90 Siswa ‘Nyantri’ di Ramadhan Camp SPEAM Pasuruan

9 Maret 2026
Ramadan Ceria 1447 H/Yogi Arfan

IGABA Kota Pasuruan Gelar Ramadan Ceria 1447 H untuk Murid TK ABA se-Kota Pasuruan

2 Maret 2026

PCA Gadingrejo Gelar Kegiatan Senam Sehat Ceria di SPEAM Putri

27 Januari 2026

Pembinaan dan Upgrading SDM SPEAM Tekankan Strategi Promosi dan Tabligh Terstruktur

10 Januari 2026

SPEAM lahir dari keyakinan bahwa Islam sendiri menempatkan kemandirian ekonomi sebagai bagian dari ibadah. Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya adalah wirausahawan tangguh yang menjalankan bisnis dengan kejujuran dan keberanian. Berdasarkan nilai itu, SPEAM merancang pendidikan yang menanamkan nilai-nilai keislaman sekaligus semangat kewirausahaan. Para santri tidak hanya belajar membaca kitab, tetapi juga mempelajari bagaimana mengelola usaha, memahami pasar, dan membangun mental tangguh ketika menghadapi kegagalan.

Dalam kesehariannya, santri SPEAM dibimbing untuk mengembangkan potensi diri di berbagai bidang. Mereka diajak untuk memahami bahasa asing, mempelajari ilmu teknologi, serta mengasah keterampilan hidup atau life skill. Namun yang membedakan SPEAM dengan sekolah lain adalah pendekatan langsung terhadap dunia usaha. Di sini, santri bukan hanya mempelajari teori bisnis, tetapi juga menjalankan proyek usaha kecil sebagai bagian dari kurikulum. Mereka belajar mencari ide, merancang produk, memasarkan hasil, hingga menghitung keuntungan dan kerugian secara nyata.

Filosofi yang diusung oleh SPEAM sangat sederhana namun mendalam yaitu sekolah tidak boleh hanya mencetak pencari kerja, tetapi harus mencetak pencipta kerja. Kepala Sekolah SPEAM sering menyampaikan kepada santri bahwa menjadi pengusaha bukan berarti meninggalkan nilai-nilai agama. Justru, dalam Islam, bekerja keras dan mandiri merupakan bentuk ibadah yang tinggi nilainya.

SPEAM juga berusaha mengubah cara pandang terhadap kegagalan. Jika di banyak sekolah kegagalan dianggap aib, di SPEAM kegagalan justru dilihat sebagai bagian dari proses belajar. Santri diajarkan untuk tidak takut salah, berani mencoba, lalu memperbaiki diri. Budaya seperti ini menumbuhkan rasa percaya diri dan kemampuan berpikir kreatif, sesuatu yang sangat dibutuhkan dalam dunia nyata yang penuh ketidakpastian.

Selain menanamkan jiwa entrepreneur, SPEAM juga menekankan pentingnya integritas dan tanggung jawab sosial. Santri didorong untuk memahami bahwa menjadi pengusaha bukan hanya soal mencari keuntungan pribadi, tetapi juga soal memberi manfaat bagi masyarakat. Mereka belajar tentang etika bisnis, kejujuran dalam berdagang, serta pentingnya membangun usaha yang adil dan berkelanjutan.

Semangat ini sejalan dengan nilai-nilai Muhammadiyah yang menjadi dasar berdirinya SPEAM. Muhammadiyah sejak awal berdiri menekankan pentingnya kemandirian umat melalui pendidikan dan ekonomi. SPEAM menjadi wujud nyata dari cita-cita itu, menggabungkan ilmu agama, pengetahuan modern, dan semangat wirausaha dalam satu kesatuan pendidikan.

Prestasi para santri SPEAM pun menunjukkan bahwa pendidikan berbasis entrepreneur tidak mengurangi kualitas akademik. Salah satu santri bahkan berhasil meraih medali perunggu dalam kompetisi sains tingkat nasional. Ini membuktikan bahwa siswa dengan jiwa wirausaha justru mampu unggul dalam berbagai bidang karena terbiasa berpikir kreatif dan tidak takut menghadapi tantangan.

Langkah SPEAM ini menjadi contoh konkret bagaimana lembaga pendidikan dapat berperan dalam membalik arah sistem yang sudah berjalan ratusan tahun. Jika dulu pendidikan dirancang untuk melahirkan pekerja patuh, kini SPEAM berusaha melahirkan generasi mandiri yang berani mencipta dan memimpin.

SPEAM menjadi bukti bahwa pendidikan yang memadukan iman, ilmu, dan amal nyata bisa menghasilkan generasi yang tangguh secara spiritual sekaligus kuat secara ekonomi. Di tengah dunia yang berubah cepat, pendekatan seperti ini menjadi sangat relevan. Anak muda perlu dibekali bukan hanya dengan ijazah, tetapi juga dengan kemampuan berpikir kritis, semangat wirausaha, dan keberanian mengambil langkah pertama.

Jika semangat SPEAM dapat diikuti oleh lembaga-lembaga pendidikan lain, bukan tidak mungkin Indonesia akan memiliki generasi baru yang tidak hanya berlomba mencari pekerjaan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja untuk orang lain. Paradigma lama yang diwariskan sejak era Rockefeller perlahan akan tergantikan oleh paradigma baru: sekolah sebagai tempat melahirkan pemimpin, bukan pelaksana; pencipta, bukan sekadar pengikut.

Pondok Pesantren SPEAM Kota Pasuruan telah menunjukkan bahwa perubahan itu bukan utopia. Dengan mengintegrasikan nilai agama, ilmu pengetahuan, dan semangat kewirausahaan, SPEAM mematahkan rantai panjang pendidikan ala John D. Rockefeller dan membuka jalan baru bagi masa depan pendidikan Indonesia yang lebih merdeka, produktif, dan berjiwa pengusaha.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: SPEAMSpeam Kota Pasuruan
Share17Tweet11Share3
Marjoko

Marjoko

Seorang pecinta tulisan, pengulik desain grafis, and Good Daddy in every universe.

Related Posts

Ramadhan Camp SPEAM Pasuruan: Cetak Generasi Muslim Berjiwa Entrepreneur dan Berkemajuan.
Kabar

Bukan Sekadar Pesantren Kilat! Intip Serunya 90 Siswa ‘Nyantri’ di Ramadhan Camp SPEAM Pasuruan

oleh Firnas Muttaqin
9 Maret 2026
Ramadan Ceria 1447 H/Yogi Arfan
Kabar

IGABA Kota Pasuruan Gelar Ramadan Ceria 1447 H untuk Murid TK ABA se-Kota Pasuruan

oleh Yogi Arfan
2 Maret 2026
Kabar

PCA Gadingrejo Gelar Kegiatan Senam Sehat Ceria di SPEAM Putri

oleh Nurul Mawaridah
27 Januari 2026
Next Post

Pengajian Kamis Malam di Masjid At-Taqwa Pasuruan, Ustadz Suharsono Ingatkan Bahaya Hati yang Mati

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Berita Duka: Ustaz Saiful Hadi Wafat, PDM Kota Pasuruan Kehilangan Sosok Teladan Dakwah

20 Februari 2026
Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 menjadi penegas presisi hisab KHGT sekaligus simbol kuat arah baru persatuan kalender umat Islam dunia.

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026: Validasi Astronomis KHGT dan Momentum Menuju Kesatuan Umat

3 Maret 2026
Menghidupkan malam-malam akhir Ramadhan, Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan menyelenggarakan kajian i’tikaf di lima masjid yang tersebar di Kota Pasuruan.

Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan Gelar Rangkaian Kajian I’tikaf Ramadhan

6 Maret 2026
Menuju 2029, Bawaslu dan Muhammadiyah Kota Pasuruan resmi bersinergi kawal demokrasi bersih dan berintegritas.

Langkah Besar Menuju 2029: Bawaslu dan Muhammadiyah Kota Pasuruan Teken MoU Strategis

3 Maret 2026

Ustaz Miftakhul Jannah Mengajak Menjadi Manusia Bertakwa Pasca Ramadhan

20 Maret 2026

Momentum Idul Fitri 1447 H, Jamaah di Lapangan SLB Wironini Diajak Jaga “Ritme” Ibadah Pasca Ramadan

20 Maret 2026
Dosa adalah malware yang merusak sistem fitrah, dan Ramadhan adalah proses reset total atas virus-virus keburukan.

Khutbah Idul Fitri di Halaman Masjid Baiturrahman: Rekonstruksi Jiwa Menuju Fitrah Orisinal

20 Maret 2026
Kita besarkan Allah di tempat ibadah, tapi kita agungkan kekayaan, kekuasaan, dan kedudukan di luar sana.

Ustaz Nurul Humaidi Bongkar Fakta: Banyak Orang Bertakbir di Masjid Tapi Takabur di Luar! 

20 Maret 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan