• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Opini

Lebih Penting Mana Attitude atau Skill ?

Marjoko oleh Marjoko
8 bulan yang lalu
in Opini
0
foto: shutterstock.com
11
SHARES
26
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Banyak orang beranggapan bahwa kunci utama untuk bisa diterima di sebuah perusahaan adalah kemampuan atau skill. Pandangan ini tidak sepenuhnya keliru. Dunia kerja memang sangat kompetitif. Perusahaan akan menilai calon karyawan dari apa yang mereka kuasai, mulai dari keahlian teknis, pengalaman kerja, hingga sertifikasi yang mendukung. Tanpa skill yang relevan, hampir mustahil seseorang bisa melewati tahap seleksi. Namun, ada hal lain yang sering terlupakan, yakni attitude. Jika skill adalah tiket masuk, maka attitude adalah cara untuk tetap duduk nyaman di kursi itu dalam jangka panjang.

Skill Sebagai Pintu Masuk

Bayangkan sebuah lowongan kerja yang mensyaratkan kemampuan mengoperasikan perangkat lunak tertentu atau menguasai bahasa asing. Di tahap rekrutmen, perusahaan tentu tidak bisa menilai seseorang hanya dari kepribadian atau sikap. Yang pertama kali ditimbang adalah kemampuan nyata. Skill yang terukur menjadi indikator awal bahwa seseorang memang layak dipertimbangkan.

Inilah sebabnya banyak orang berlomba-lomba menambah sertifikat, mengikuti kursus, atau memperbanyak pengalaman. Mereka sadar bahwa tanpa skill, peluang untuk sekadar dipanggil wawancara saja sudah tipis. Skill adalah faktor objektif, bisa diuji, bisa dibandingkan, dan bisa dipertanggungjawabkan.

Related Post

Ilustrasi dibuat menggunakan AI

Mengapa Perempuan Sering ‘Mood-Moodan?’ Analisis Psikologi Emosi dan Komunikasi Relasional

27 Mei 2026
Profesor bisa salah, juri bisa keliru, karena manusia tidak pernah sepenuhnya objektif berpikir/Ilustrasi AI

Peserta Sudah Benar, Tapi Dikalahkan Ego Juri? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

17 Mei 2026

Ancaman atau Peluang? Rahasia yang Perlu Diketahui Produktivitas Naik 40% Berkat AI

4 Mei 2026

Belajar dari Film yang Tiba-tiba Laku Keras: Kelas Menengah Bukan Lemah, Mereka Hanya Lelah

11 April 2026

Namun, skill hanya sebatas tiket. Saat seseorang sudah diterima di perusahaan, perjalanan sesungguhnya baru dimulai.

Attitude sebagai Pondasi Bertahan

Mengapa banyak karyawan yang pintar secara teknis, namun tidak bertahan lama di sebuah perusahaan? Jawabannya sederhana yaitu karena attitude mereka tidak mendukung. Attitude mencakup banyak hal, mulai dari kedisiplinan, kerendahan hati, keterbukaan terhadap kritik, kemampuan bekerja sama, hingga kejujuran sampai integritas.

Seorang karyawan bisa sangat mahir dalam bidangnya, tetapi jika ia sulit diajak bekerja sama, sering menunda pekerjaan, atau tidak mau menerima masukan, maka ia menjadi beban bagi tim. Skill tinggi justru kehilangan nilai ketika tidak diiringi dengan sikap yang baik. Perusahaan pada akhirnya akan lebih menghargai karyawan dengan skill standar namun memiliki attitude positif, daripada karyawan yang brilian tapi berperangai buruk.

Attitude pula yang membentuk budaya kerja. Perusahaan adalah ekosistem yang terdiri dari banyak individu. Budaya kerja yang sehat hanya bisa tercipta bila sikap karyawan saling mendukung. Seorang pemimpin pun tidak hanya mencari bawahan yang pintar, tetapi juga yang bisa dipercaya, mampu menjaga komunikasi, dan punya etika kerja yang konsisten.

Skill Bisa Dipelajari, Attitude Sulit Diubah

Ada perbedaan mendasar antara skill dan attitude. Skill adalah sesuatu yang relatif mudah dipelajari. Dengan waktu, sumber daya, dan kemauan, seseorang bisa meningkatkan keterampilannya. Kursus, pelatihan, bahkan belajar mandiri melalui internet bisa membuat orang menguasai banyak hal baru.

Sebaliknya, attitude adalah refleksi dari nilai, kebiasaan, dan karakter seseorang. Mengubahnya bukan perkara sehari – semalam. Attitude yang buruk sering kali berakar dari pola pikir dan perilaku yang telah terbentuk sejak lama. Karena itu, banyak perusahaan lebih memilih karyawan dengan attitude baik meski skill belum terlalu sempurna. Skill bisa diasah, tetapi attitude buruk akan sulit diperbaiki.

Harmoni Antara Attitude dan Skill

Bukan berarti kita hanya perlu mengandalkan attitude lalu mengabaikan skill. Dunia kerja tetap menuntut keahlian yang konkret. Namun, kesuksesan sejati datang ketika keduanya berjalan beriringan. Skill membuat seseorang memiliki nilai jual, sementara attitude menjadikannya sosok yang menyenangkan untuk diajak bekerja sama.

Bayangkan dua orang dengan skill yang sama tinggi. Yang satu disiplin, rendah hati, dan selalu membantu rekan kerja. Yang lain arogan, sering telat, dan tidak mau mengalah. Jelas perusahaan akan lebih menghargai yang pertama. Bahkan ketika promosi jabatan dipertimbangkan, attitude sering menjadi penentu. Posisi kepemimpinan, misalnya, lebih membutuhkan kemampuan membangun hubungan dan kepercayaan dibanding sekadar kecakapan teknis.

Penutup

Kesuksesan di dunia kerja tidak pernah hanya ditentukan oleh satu faktor. Skill memang penting sebagai pintu masuk, tetapi attitude adalah kunci untuk bertahan dan berkembang. Banyak cerita karyawan yang awalnya diterima karena skill, tetapi akhirnya diberhentikan karena attitude. Sebaliknya, ada pula yang masuk dengan skill pas-pasan, namun berhasil naik ke posisi strategis karena sikapnya yang positif, mau belajar, dan mampu membangun kepercayaan.

Pada akhirnya, attitude dan skill adalah dua sayap yang membuat karier bisa terbang tinggi. Tanpa salah satunya, perjalanan akan timpang. Maka, saat kita berusaha mengembangkan diri, jangan hanya mengejar kemampuan teknis. Latih juga sikap, nilai, dan etika kerja. Karena pada dunia nyata, bukan hanya apa yang kita tahu yang dihargai, melainkan juga bagaimana kita bersikap.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: self devlopmentselfupdate
Share4Tweet3Share1
Marjoko

Marjoko

Seorang pecinta tulisan, pengulik desain grafis, and Good Daddy and Hubby in every universe.

Related Posts

Ilustrasi dibuat menggunakan AI
Opini

Mengapa Perempuan Sering ‘Mood-Moodan?’ Analisis Psikologi Emosi dan Komunikasi Relasional

oleh Nashrul Muminin
27 Mei 2026
Profesor bisa salah, juri bisa keliru, karena manusia tidak pernah sepenuhnya objektif berpikir/Ilustrasi AI
Opini

Peserta Sudah Benar, Tapi Dikalahkan Ego Juri? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

oleh Marjoko
17 Mei 2026
Pakai AI bukan curang, asal kamu tetap berpikir kritis dan gak bergantung sepenuhnya/Ilustrasi Shutterstock.com
Opini

Ancaman atau Peluang? Rahasia yang Perlu Diketahui Produktivitas Naik 40% Berkat AI

oleh Marjoko
4 Mei 2026
Next Post

Pentingnya Ta'awun dalam Kebaikan dan Takwa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ilustrasi Hutan Wakaf Muhammadiyah/Generate by AI

Muhammadiyah akan Bangun Hutan di Lahan Wakaf, Lengkap dengan Vegetasi dan Laboratorium Ekologi

14 Mei 2026
Prestasi membanggakan SD Al Kautsar dalam Ujian TKA 2025–2026, wujud generasi islami, berkarakter, dan berprestasi. (Ilustrasi: pasmu.id)

Siswa SD Al Kautsar Tunjukkan Hasil Terbaik di Ujian TKA

29 Mei 2026
Pekerja rehab Masjid Darul Arqom kaget temukan sarang tawon di lubang kubah kecil, lalu lapor takmir hingga BPBD diterjunkan/Foto Agus pasmu.id

Proyek Rehab Masjid Darul Arqom Terganggu, Pekerja Temukan Sarang Tawon Raksasa di Lubang Kubah Kecil

17 Mei 2026
Iduladha yang disertai pelaksanaan khutbah oleh para khatib di berbagai titik wilayah Kota Pasuruan/Ilustrasi AI

Catat 6 Lokasi Sholat Idul Adha di Kota Pasuruan dan Imbauan Penting Ini!

18 Mei 2026
Istri shalihah bukan sekadar pendamping, melainkan benteng yang menggagalkan tipu daya setan. (Ilustrasi: shutterstock.com)

Istri Shalihah, Benteng Rumah Tangga dari Tipu Daya Setan

1 Juni 2026
1 Juni bukan sekadar sejarah; Pancasila adalah kompas persatuan yang menjaga Indonesia tetap utuh. (Ilustrasi: AI)

Juni Bukan Sekadar Juni, Hari Lahir Pancasila yang Penuh Makna dan Misteri Sejarah

1 Juni 2026
Islam membuktikan bahwa iman, sains, dan teknologi dapat tumbuh bersama membangun peradaban manusia. (ilustrasi: shutterstock.com)

Islam dan Dunia Material: Agama yang Tak Pernah Memisahkan Iman dari Peradaban

1 Juni 2026
Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa generasi hebat lahir dari doa dan ikhtiar berkelanjutan nyata. (foto: Marjoko/pasmu.id)

Dr. Taufiqullah, M.Pd.I. Paparkan Pola Asuh Nabi Ibrahim AS dalam Pengajian Ahad Pagi Masjid Al-Ukhuwah

31 Mei 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan