• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Opini

Islam dan Gaya Hidup Kekinian

Nurul Mawaridah oleh Nurul Mawaridah
2 bulan yang lalu
in Opini
0
4
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Perkembangan zaman yang ditandai dengan kemajuan teknologi, digitalisasi, dan budaya media sosial telah melahirkan gaya hidup baru yang sering disebut sebagai kekinian. Fenomena ini memengaruhi cara berpikir, berinteraksi, hingga cara seseorang memaknai hidup. Dalam konteks ini, Islam kerap dipersepsikan sebagai ajaran yang bertentangan dengan modernitas. Padahal, Islam justru hadir sebagai pedoman hidup yang relevan di setiap zaman, termasuk di era kekinian.

Islam tidak menolak perubahan. Sejak awal, Islam mendorong umatnya untuk berpikir, belajar, dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Hal ini ditegaskan dalam prinsip shalih li kulli zaman wa makan, bahwa ajaran Islam senantiasa sesuai dengan waktu dan tempat. Oleh karena itu, menjadi Muslim di era modern bukan berarti harus meninggalkan nilai-nilai agama, melainkan mampu mengintegrasikan kemajuan zaman dengan tuntunan syariat.

Gaya hidup kekinian identik dengan pemanfaatan teknologi digital, khususnya media sosial. Platform digital dapat menjadi sarana produktif jika digunakan secara bijak. Dalam Islam, setiap aktivitas, termasuk di dunia maya, tidak terlepas dari nilai pertanggungjawaban. Umat Islam diajarkan untuk menjaga lisan, sikap, dan etika, baik dalam pergaulan langsung maupun melalui ruang digital. Konten yang dibagikan seharusnya membawa manfaat, menghindarkan dari hoaks, ujaran kebencian, dan perilaku yang merugikan orang lain.

Selain itu, Islam juga mendorong umatnya untuk menjadi pribadi yang produktif dan bermanfaat. Rasulullah SAW bersabda bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama. Nilai ini sangat relevan dengan semangat generasi kekinian yang kreatif dan inovatif. Berkarya di bidang pendidikan, ekonomi kreatif, teknologi, maupun dakwah digital merupakan bentuk kontribusi nyata umat Islam dalam membangun peradaban modern.

Related Post

Ustaz Abu Nasir isi kajian berbuka bersama di Masjid Al-Ikhlas Bukir/Yogi Arfan

Masjid Al-Ikhlas Bukir Gelar Kajian Buka Bersama, Ustaz Abu Nasir Bahas Keutamaan Lailatul Qadar

16 Maret 2026

Muhammadiyah Kota Pasuruan Siapkan 6 Titik Sholat Idul Fitri 1447 Hijriyah, Ini Daftar Lengkapnya

12 Maret 2026 - Updated On 13 Maret 2026

“Sayur Berkah” setelah Subuh: Ikhtiar Masjid Al-Ukhuwah Menghidupkan Jamaah

3 Maret 2026

Ustaz Yisno di Kultum Tarawih Masjid Al-Ukhuwah: 9 Sifat Hamba Allah yang Mulia

1 Maret 2026

Namun, gaya hidup kekinian juga menghadirkan tantangan, seperti budaya konsumtif, pencarian popularitas semu, serta tekanan mental akibat perbandingan sosial di media digital. Islam menawarkan keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat. Prinsip wasathiyah atau moderasi mengajarkan umat untuk hidup sederhana, tidak berlebihan, dan mampu mengendalikan diri. Kesadaran spiritual melalui ibadah, dzikir, dan refleksi diri menjadi penopang ketenangan batin di tengah dinamika kehidupan modern.

Islam juga menempatkan akhlak sebagai fondasi utama dalam menjalani kehidupan. Modernitas tanpa akhlak akan melahirkan krisis moral. Oleh karena itu, Muslim kekinian dituntut untuk tidak hanya cerdas secara intelektual dan digital, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual. Kejujuran, tanggung jawab, empati, dan kepedulian sosial tetap menjadi nilai inti yang harus dijaga.

Dengan demikian, Islam dan gaya hidup kekinian bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Islam justru memberikan arah agar umat mampu menjalani kehidupan modern secara bermakna. Dengan memadukan iman, ilmu, dan akhlak, umat Islam dapat menjadi bagian aktif dari perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai hamba Allah.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: gaya hidupislam
Share2Tweet1Share
Nurul Mawaridah

Nurul Mawaridah

Related Posts

Ustaz Abu Nasir isi kajian berbuka bersama di Masjid Al-Ikhlas Bukir/Yogi Arfan
Kabar

Masjid Al-Ikhlas Bukir Gelar Kajian Buka Bersama, Ustaz Abu Nasir Bahas Keutamaan Lailatul Qadar

oleh Yogi Arfan
16 Maret 2026
Kabar

Muhammadiyah Kota Pasuruan Siapkan 6 Titik Sholat Idul Fitri 1447 Hijriyah, Ini Daftar Lengkapnya

oleh Marjoko
12 Maret 2026 - Updated On 13 Maret 2026
Sayur Berkah Masjid Al-Ukhuwah/Yogi Arfan
Kabar

“Sayur Berkah” setelah Subuh: Ikhtiar Masjid Al-Ukhuwah Menghidupkan Jamaah

oleh Yogi Arfan
3 Maret 2026
Next Post

Konsekuensi Waktu, Mengapa Perubahan Tidak Bisa Ditunda

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 menjadi penegas presisi hisab KHGT sekaligus simbol kuat arah baru persatuan kalender umat Islam dunia.

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026: Validasi Astronomis KHGT dan Momentum Menuju Kesatuan Umat

3 Maret 2026

Berita Duka: Ustaz Saiful Hadi Wafat, PDM Kota Pasuruan Kehilangan Sosok Teladan Dakwah

20 Februari 2026
Menghidupkan malam-malam akhir Ramadhan, Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan menyelenggarakan kajian i’tikaf di lima masjid yang tersebar di Kota Pasuruan.

Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan Gelar Rangkaian Kajian I’tikaf Ramadhan

6 Maret 2026
Menuju 2029, Bawaslu dan Muhammadiyah Kota Pasuruan resmi bersinergi kawal demokrasi bersih dan berintegritas.

Langkah Besar Menuju 2029: Bawaslu dan Muhammadiyah Kota Pasuruan Teken MoU Strategis

3 Maret 2026

Ustaz Miftakhul Jannah Mengajak Menjadi Manusia Bertakwa Pasca Ramadhan

20 Maret 2026

Momentum Idul Fitri 1447 H, Jamaah di Lapangan SLB Wironini Diajak Jaga “Ritme” Ibadah Pasca Ramadan

20 Maret 2026
Dosa adalah malware yang merusak sistem fitrah, dan Ramadhan adalah proses reset total atas virus-virus keburukan.

Khutbah Idul Fitri di Halaman Masjid Baiturrahman: Rekonstruksi Jiwa Menuju Fitrah Orisinal

20 Maret 2026
Kita besarkan Allah di tempat ibadah, tapi kita agungkan kekayaan, kekuasaan, dan kedudukan di luar sana.

Ustaz Nurul Humaidi Bongkar Fakta: Banyak Orang Bertakbir di Masjid Tapi Takabur di Luar! 

20 Maret 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan