• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Opini

Dari Swasta ke Negeri: Saat Orang Tua Belajar Ulang Arti Pelayanan

Marjoko oleh Marjoko
8 bulan yang lalu
in Opini
0
foto: ilustrasi AI

foto: ilustrasi AI

19
SHARES
45
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Saya menulis ini bukan sekadar curhat atau gimmick. Ini refleksi dari banyak suara orang tua, yang memutuskan memilih sekolah dari SD swasta ke jenjang SMP maupun MTs berbasi ssekolah negeri.

Awalnya, keputusan ini terasa logis dengan sekolah negeri tidak berbayar, fasilitas katanya lengkap, dan statusnya “favorit.” Tapi setelah berjalan beberapa waktu, barulah beberapa walimurid sadar, label “favorit” tidak selalu identik dengan “pelayanan terbaik.”

Sekolah swasta memang hidup dari pelayanan dan mutu. Bagaimana tidak, tanpa keduanya, mereka akan ditinggalkan. Maka, setiap wali murid disapa, setiap keluhan direspons, setiap kegiatan dikelola dengan semangat profesional. Guru-gurunya mungkin tidak semuanya sempurna, tapi mereka sadar dengan keberadaan mereka adalah bagian dari sistem pelayanan pendidikan yang harus dirawat. Mereka hadir bukan hanya untuk murid, tapi juga untuk wali murid, orang-orang yang mempercayakan masa depan anaknya.

Di sekolah negeri, ceritanya agak berbeda. Banyak fasilitas yang sebenarnya bagus, tapi tidak semua dijalankan dengan semangat yang sama. Beberapa anak wali murid, pernah melihat guru yang mengajar sambil menggenggam ponsel, entah membuka TikTok atau Reels. Mungkin itu hanya satu-dua orang, tapi cukup menggambarkan ada sesuatu yang longgar di sistem. Mungkin karena sudah ASN, mungkin karena rutinitas yang membuat semangat mengajar jadi menurun.

Related Post

Poster siswa berprestasi bukan merendahkan, melainkan bukti nyata bahwa kerja keras membuahkan hasil. (Ilustrasi: shutterstock.com)

Poster Siswa Berprestasi Bukan Bentuk Ketidakadilan, Melainkan Cermin Realitas dan Inspirasi

4 Juni 2026
Profesionalisme pendidik dibangun melalui keteladanan, pengelolaan emosi, pembelajaran berkelanjutan, dan komunikasi sehat. (foto: Nurul Waridah/pasmu.id)

KURMA Edisi Mei 2026: Profesionalisme Aktor Pendidikan dalam Sikap, Peran, dan Keteladanan

30 Mei 2026

Dolar Naik, Pocong Datang: Kebetulan atau Pola Lama yang Diulang?

29 Mei 2026

Kuliah Belasan Juta, tapi Susah Dapat Kerja: Ada yang Salah dengan Kampus Kita?

27 Mei 2026

Di sisi lain, orang tua terbiasa dengan ritme sekolah swasta akhirnya kembali harus menambah “biaya tersembunyi” yaitu dengan mencarikan les tambahan untuk anak baik daring maupun luring. Bukan karena anak tidak pintar, tapi karena ruang pembelajaran di sekolah kadang terasa formalitas. Hanya sekadar hadir, mencatat, lalu pulang. Padahal yang diharapkan adalah pengalaman belajar yang menginspirasi.

Bicara soal kegiatan ekstrakurikuler pun sama. Di brosur atau papan pengumuman, ekskul musik sudah tercantum. Tapi kenyataannya, alat musiknya belum ada. Drum set mungkin masih angan-angan, gitar hanya satu dua, dan siswa yang berminat akhirnya berlatih seadanya. Ini kecil memang, tapi dari hal kecil itulah anak-anak belajar mencintai sekolahnya. Jika semangat itu tak dirawat, maka yang tumbuh hanyalah rasa jenuh.

Namun, tulisan ini bukan untuk menyalahkan. Justru sebaliknya, ini refleksi untuk semua pihak. Bagi sekolah swasta, pengalaman ini menjadi pengingat bahwa pelayanan adalah ruh utama. Jangan pernah berpuas diri hanya karena sudah “terlihat bagus.” Dunia pendidikan berubah cepat, dan pelayanan yang hangat tetap menjadi pembeda utama.

Sementara bagi sekolah negeri, ini juga saatnya bercermin. Negeri seharusnya menjadi wajah terbaik dari negara, tempat di mana mutu dan pelayanan publik bertemu dalam harmoni. Fasilitas boleh besar, status boleh tinggi, tapi tanpa sentuhan pelayanan yang manusiawi, semuanya terasa hambar.

Pepatah Jawa berkata, “Ono rego, ono rupa” artinya ada harga, ada rupa. Tapi di dunia pendidikan, semestinya pepatah itu tidak berhenti di soal biaya. Karena sejatinya, pendidikan adalah ruang pelayanan publik yang paling suci dimana tempat membentuk manusia, bukan sekadar mencetak nilai.

Sebagai orang tua, saya belajar untuk lebih bijak. Bahwa tidak semua sekolah negeri buruk, tidak semua sekolah swasta sempurna. Tapi yang paling penting, sekolah apa pun bentuknya, harus punya komitmen untuk melayani, bukan sekadar mengajar.

Pelayanan itu bukan basa-basi. Ia adalah bentuk penghormatan terhadap masa depan anak-anak kita. Dan di situlah sebenarnya mutu pendidikan itu diuji, bukan di papan nilai, tapi di cara sekolah memperlakukan manusia di dalamnya.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: opinipendidikansekolah negerisekolah swasta
Share8Tweet5Share1
Marjoko

Marjoko

Seorang pecinta tulisan, pengulik desain grafis, and Good Daddy and Hubby in every universe.

Related Posts

Poster siswa berprestasi bukan merendahkan, melainkan bukti nyata bahwa kerja keras membuahkan hasil. (Ilustrasi: shutterstock.com)
Opini

Poster Siswa Berprestasi Bukan Bentuk Ketidakadilan, Melainkan Cermin Realitas dan Inspirasi

oleh Marjoko
4 Juni 2026
Profesionalisme pendidik dibangun melalui keteladanan, pengelolaan emosi, pembelajaran berkelanjutan, dan komunikasi sehat. (foto: Nurul Waridah/pasmu.id)
Kabar

KURMA Edisi Mei 2026: Profesionalisme Aktor Pendidikan dalam Sikap, Peran, dan Keteladanan

oleh Nurul Mawaridah
30 Mei 2026
Setiap ekonomi memburuk, rakyat selalu disibukkan ketakutan baru agar lupa mempertanyakan keadaan sebenarnya. (Ilustrasi: pasmu.id)
Opini

Dolar Naik, Pocong Datang: Kebetulan atau Pola Lama yang Diulang?

oleh Marjoko
29 Mei 2026
Next Post
foto: ilutrasi AI

Kita Bukan Elon atau Zuckerberg, Maka Dress Well Itu Penting Buat Kita

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ilustrasi Hutan Wakaf Muhammadiyah/Generate by AI

Muhammadiyah akan Bangun Hutan di Lahan Wakaf, Lengkap dengan Vegetasi dan Laboratorium Ekologi

14 Mei 2026
Prestasi membanggakan SD Al Kautsar dalam Ujian TKA 2025–2026, wujud generasi islami, berkarakter, dan berprestasi. (Ilustrasi: pasmu.id)

Siswa SD Al Kautsar Tunjukkan Hasil Terbaik di Ujian TKA

29 Mei 2026
Pekerja rehab Masjid Darul Arqom kaget temukan sarang tawon di lubang kubah kecil, lalu lapor takmir hingga BPBD diterjunkan/Foto Agus pasmu.id

Proyek Rehab Masjid Darul Arqom Terganggu, Pekerja Temukan Sarang Tawon Raksasa di Lubang Kubah Kecil

17 Mei 2026
Iduladha yang disertai pelaksanaan khutbah oleh para khatib di berbagai titik wilayah Kota Pasuruan/Ilustrasi AI

Catat 6 Lokasi Sholat Idul Adha di Kota Pasuruan dan Imbauan Penting Ini!

18 Mei 2026
Rupiah melemah bukan akhir segalanya, tapi panggilan untuk naikkan nilai jual globalmu. (ilustrasi: shutterstock.com)

Rupiah Melemah: Krisis yang Menakutkan atau Peluang yang Bisa Dimanfaatkan?

5 Juni 2026
Umat Islam harus bijak bermedia digital, tabayyun, dan jadikan AI untuk dakwah, bukan fitnah. (foto: Firnas/pasmu.id)

Masjid At Taqwa, Kota Jagalan Peluang Dakwah di Era Artificial Intelligence (AI)

5 Juni 2026
Ustadz Umar Efendi ajak umat perbanyak munajat, perbaiki keluarga, dan cetak generasi bertakwa untuk selamatkan bangsa. (foto: Firnas/pasmu.id)

Ustadz Umar: Pemimpin Bertakwa Kunci Selamatkan Bangsa

5 Juni 2026
Teknik mesin dan Islam selaras: Al-Jazari pelopor poros engkol, ihsan jadi etika, green tech amanah khalifah. (Ilustrasi: AI)

Menelusuri Jejak Sejarah Indah Islam dan Etika Teknik Mesin

4 Juni 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan