• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Opini

Besar Hari Ini, Hilang Besok: Alarm Bahaya untuk Ormas di Era Disrupsi

Marjoko oleh Marjoko
6 bulan yang lalu
in Opini
0
2
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Tidak sedikit organisasi, kelompok, atau ormas hari ini yang dengan lantang mengklaim diri sebagai yang paling besar, paling berpengaruh, dan paling banyak pengikutnya. Ukuran massa sering dijadikan legitimasi kebenaran, seolah-olah jumlah adalah jaminan keabadian. Padahal sejarah, teknologi, dan peradaban telah berkali-kali memberi pelajaran pahit, yang besar bukan berarti kebal, yang dominan bukan berarti abadi.

Kebanggaan yang berlebihan justru sering menjadi awal dari kejatuhan. Ketika sebuah ormas merasa paling kuat, paling benar, dan paling dibutuhkan, di situlah bahaya mulai mengintai. Rasa puas diri menumpulkan kemampuan untuk melakukan koreksi, menutup telinga dari kritik, dan menumpahkan energi untuk mempertahankan simbol, bukan memperbaiki substansi.

Kita hidup di era disrupsi, sebuah zaman di mana perubahan bergerak lebih cepat daripada kesiapan banyak pihak. Studi-studi tentang kegagalan organisasi besar menunjukkan pola yang sama, bukan karena kekurangan sumber daya, melainkan karena keengganan untuk berubah. Contoh paling klasik adalah Nokia. Pada masanya, Nokia adalah raksasa industri telekomunikasi dunia. Pangsa pasarnya menguasai hampir seluruh benua, produknya merajai pasar, dan namanya identik dengan ponsel itu sendiri. Namun, ketika dunia bergerak menuju ekosistem smartphone berbasis Android dan iOS, Nokia bersikeras bertahan dengan Symbian. Kesombongan atas kejayaan masa lalu membuat mereka menolak realitas masa depan. Hasilnya jelas, Nokia jatuh, bukan karena kecil, tetapi karena tidak mau berubah.

Sejarah peradaban pun menyimpan pelajaran yang jauh lebih besar dan lebih dalam. Islam di Andalusia adalah contoh paling monumental. Selama hampir 800 tahun, dari tahun 711 hingga 1492 M, Islam berjaya di tanah Eropa. Andalusia bukan sekadar wilayah kekuasaan, melainkan pusat peradaban dunia, ilmu pengetahuan, filsafat, arsitektur, kedokteran, dan toleransi berkembang pesat. Cordoba, Sevilla, dan Granada menjadi mercusuar peradaban ketika Eropa masih berada dalam abad kegelapan.

Related Post

Setiap ekonomi memburuk, rakyat selalu disibukkan ketakutan baru agar lupa mempertanyakan keadaan sebenarnya. (Ilustrasi: pasmu.id)

Dolar Naik, Pocong Datang: Kebetulan atau Pola Lama yang Diulang?

29 Mei 2026
Tenang bukan karena takut, tapi karena yakin Allah Maha Adil.

GUDBAE: Gak Usah Drama, Biar Allah Eksekusi

14 Maret 2026

Kita Pernah Salah Soal Covid, Yakin Masih Mau Bercanda Soal Perang Dunia III?

3 Maret 2026

Protokol Nabi Yusuf : Strategi Anti Miskin 3.000 Tahun yang Lalu, Masih Relevan Hari Ini?

21 Januari 2026

Namun, kejayaan itu tidak abadi. Perlahan, konflik internal, perebutan kekuasaan, kemewahan yang berlebihan, dan melemahnya semangat koreksi diri menggerogoti fondasi peradaban tersebut. Hingga akhirnya, Granada adalah kesultanan Islam terakhir yang menyerah kepada Raja Ferdinand dan Ratu Isabella pada tahun 1492. Itu bukan hanya akhir sebuah kerajaan, tetapi akhir dari kehadiran Islam sebagai kekuatan politik di Andalusia.

Yang lebih menyedihkan, warisan Islam di Spanyol hampir bersih. Simbol-simbol Islam dihapus, masjid diubah menjadi gereja, dan identitas Islam dipinggirkan hingga nyaris tak bersisa. Delapan ratus tahun kekuasaan runtuh tanpa sisa yang signifikan. Jika peradaban sebesar itu bisa lenyap, maka apa artinya organisasi yang baru berusia puluhan atau seratus tahun?

Inilah poin refleksi yang sering diabaikan oleh banyak ormas hari ini. Usia, jumlah anggota, dan besarnya pengaruh bukanlah jaminan keberlangsungan. Justru semakin besar sebuah organisasi, semakin besar tanggung jawabnya untuk terus bercermin dan mengoreksi diri. Tanpa mekanisme kritik internal yang sehat, organisasi akan membusuk dari dalam sebelum diserang dari luar.

Opini ini bukan ditujukan untuk menjatuhkan satu ormas tertentu, melainkan sebagai koreksi bagi semua. Tidak ada yang kebal dari hukum sejarah. Tidak ada yang terlalu besar untuk gagal. Ketika sebuah ormas mulai sibuk membanggakan jumlah pengikut, mengklaim diri paling benar, dan meremehkan pihak lain, saat itulah alarm bahaya seharusnya berbunyi.

Kerendahan hati adalah kunci keberlanjutan. Keterbukaan terhadap perubahan adalah syarat utama untuk bertahan. Ormas yang hidup adalah ormas yang mau mendengar kritik, mau beradaptasi dengan zaman, dan mau menempatkan nilai di atas simbol. Tanpa itu, kebesaran hanya akan menjadi catatan masa lalu.

Sejarah tidak berpihak pada yang paling keras bersuara, tetapi pada yang paling mampu membaca zaman. Nokia gagal membacanya. Andalusia terlambat menyadarinya. Jangan sampai ormas-ormas hari ini mengulangi kesalahan yang sama. Karena sejarah selalu memberi kesempatan belajar, tetapi tidak selalu memberi kesempatan kedua.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: distrupsiopiniormas
Share1Tweet1Share
Marjoko

Marjoko

Seorang pecinta tulisan, pengulik desain grafis, and Good Daddy and Hubby in every universe.

Related Posts

Setiap ekonomi memburuk, rakyat selalu disibukkan ketakutan baru agar lupa mempertanyakan keadaan sebenarnya. (Ilustrasi: pasmu.id)
Opini

Dolar Naik, Pocong Datang: Kebetulan atau Pola Lama yang Diulang?

oleh Marjoko
29 Mei 2026
Tenang bukan karena takut, tapi karena yakin Allah Maha Adil.
Opini

GUDBAE: Gak Usah Drama, Biar Allah Eksekusi

oleh Nurul Mawaridah
14 Maret 2026
Kita boleh tertawa saat ancaman masih jauh, tapi sejarah selalu menghukum mereka yang mengira candaan adalah strategi bertahan hidup.
Opini

Kita Pernah Salah Soal Covid, Yakin Masih Mau Bercanda Soal Perang Dunia III?

oleh Marjoko
3 Maret 2026
Next Post

Ustadz Umar Efendi Ingatkan Musibah Sebagai Peringatan, Soroti Empati dan Tanggung Jawab Pemimpin

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ilustrasi Hutan Wakaf Muhammadiyah/Generate by AI

Muhammadiyah akan Bangun Hutan di Lahan Wakaf, Lengkap dengan Vegetasi dan Laboratorium Ekologi

14 Mei 2026
Prestasi membanggakan SD Al Kautsar dalam Ujian TKA 2025–2026, wujud generasi islami, berkarakter, dan berprestasi. (Ilustrasi: pasmu.id)

Siswa SD Al Kautsar Tunjukkan Hasil Terbaik di Ujian TKA

29 Mei 2026
Pekerja rehab Masjid Darul Arqom kaget temukan sarang tawon di lubang kubah kecil, lalu lapor takmir hingga BPBD diterjunkan/Foto Agus pasmu.id

Proyek Rehab Masjid Darul Arqom Terganggu, Pekerja Temukan Sarang Tawon Raksasa di Lubang Kubah Kecil

17 Mei 2026
Iduladha yang disertai pelaksanaan khutbah oleh para khatib di berbagai titik wilayah Kota Pasuruan/Ilustrasi AI

Catat 6 Lokasi Sholat Idul Adha di Kota Pasuruan dan Imbauan Penting Ini!

18 Mei 2026
Istri shalihah bukan sekadar pendamping, melainkan benteng yang menggagalkan tipu daya setan. (Ilustrasi: shutterstock.com)

Istri Shalihah, Benteng Rumah Tangga dari Tipu Daya Setan

1 Juni 2026
1 Juni bukan sekadar sejarah; Pancasila adalah kompas persatuan yang menjaga Indonesia tetap utuh. (Ilustrasi: AI)

Juni Bukan Sekadar Juni, Hari Lahir Pancasila yang Penuh Makna dan Misteri Sejarah

1 Juni 2026
Islam membuktikan bahwa iman, sains, dan teknologi dapat tumbuh bersama membangun peradaban manusia. (ilustrasi: shutterstock.com)

Islam dan Dunia Material: Agama yang Tak Pernah Memisahkan Iman dari Peradaban

1 Juni 2026
Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa generasi hebat lahir dari doa dan ikhtiar berkelanjutan nyata. (foto: Marjoko/pasmu.id)

Dr. Taufiqullah, M.Pd.I. Paparkan Pola Asuh Nabi Ibrahim AS dalam Pengajian Ahad Pagi Masjid Al-Ukhuwah

31 Mei 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan