• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kajian

Ustadz Umar Efendi Ingatkan Musibah Sebagai Peringatan, Soroti Empati dan Tanggung Jawab Pemimpin

Firnas Muttaqin oleh Firnas Muttaqin
3 bulan yang lalu
in Kajian
0
1
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Pasuruan, – Dalam pengajian rutin di Masjid At-Taqwa Jagalan, Kota Pasuruan, Kamis (18/12/2025), Ustadz Umar Efendi menyampaikan tausiyah yang mengajak jamaah untuk merenungkan hakikat musibah. Ceramahnya berfokus pada refleksi atas berbagai bencana yang melanda negeri, menghubungkannya dengan konsep dosa kolektif, tanggung jawab sosial, dan kepemimpinan yang amanah.

Hubungan Kerusakan Alam dan Ulah Manusia

Ustadz Umar mengawali dengan menegaskan bahwa bencana alam merupakan peringatan dari Allah yang tidak terlepas dari perbuatan manusia. Beliau mengutip Surah Ar-Rum ayat 41 yang menyebut kerusakan di darat dan laut disebabkan ulah tangan manusia.

“Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan akibat perbuatan dosa manusia,” ujarnya, mengutip ayat tersebut.

Ia memberikan contoh konkret pembabatan hutan untuk perkebunan sawit di Papua yang diduga memicu banjir bandang hingga menghilangkan tiga kabupaten. Menurutnya, musibah adalah cara Allah menguji dan mengingatkan hamba-Nya untuk kembali ke jalan yang benar.

Related Post

Kita besarkan Allah di tempat ibadah, tapi kita agungkan kekayaan, kekuasaan, dan kedudukan di luar sana.

Ustaz Nurul Humaidi Bongkar Fakta: Banyak Orang Bertakbir di Masjid Tapi Takabur di Luar! 

20 Maret 2026

Ustadz Heru Winarno Ungkap Rahasia Ikhlas dalam Kajian I’tikaf Malam 23

12 Maret 2026

Ustadz Abdul Basith Bagikan Kunci Agar I’tikaf Kita Berpahala Ganda!

10 Maret 2026

Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan Gelar Rangkaian Kajian I’tikaf Ramadhan

6 Maret 2026

Kritik terhadap Respons Bencana dan Kepemimpinan

Dalam ceramahnya, Ustadz Umar menyoroti kurangnya empati dan respons dari sebagian pihak saat bencana melanda. Ia memuji inisiatif organisasi kemasyarakatan Islam—yang secara mandiri menggalang dana sebesar Rp 70 miliar untuk membantu korban bencana di Sumatra.

“Itu rahmat, rasa kasih sayang, ada empati. Bukan menikmati saja… tapi ketika ada musibah, pernah empati, bahkan menghilang,” tegasnya.

Di sisi lain, ia mengkritik sikap sebagian relawan dan pemimpin yang dianggap lebih fokus pada mempertahankan kekuasaan daripada membantu masyarakat yang tertimpa musibah.

Jabatan sebagai Amanah dan Ujian

Ustadz Umar menekankan bahwa jabatan dan kekuasaan adalah amanah yang berat, bukan sekadar prestasi duniawi. Ia mengangkat teladan Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Abdul Aziz yang justru bersedih dan gemetar ketika menerima amanah kepemimpinan.

“Ketika dapat jabatan, kedudukan, pangkat, itu musibah… Mereka ucapkan Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un,” jelasnya, menegaskan bahwa sikap itu mencerminkan kesadaran akan tanggung jawab besar di hadapan Allah.

Seruan Tauhid dan Teladan Para Nabi

Inti dakwah para nabi, dari Nabi Nuh hingga Nabi Muhammad SAW, adalah seruan untuk menyembah Allah semata (tauhid). Ustadz Umar mengingatkan bahwa kemusyrikan merupakan dosa besar yang dapat mendatangkan murka Allah.

“Jangan kamu mempersekutukan Allah… sesungguhnya syirik itu kezaliman yang sangat besar,” pesannya, mengutip sebuah hikmah.

Solusi yang ditawarkan adalah memperbaiki diri dan mendekatkan diri hanya kepada Allah, serta memohon petunjuk-Nya sebagaimana terkandung dalam makna Surah Al-Fatihah.

Sikap Muslim Menghadapi Ujian

Ustadz Umar mengajak jamaah untuk menyikapi segala ujian—mulai dari musibah hingga mendapat jabatan—dengan kesabaran dan pengembalian kepada Allah. Kalimat “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” ditekankan bukan hanya untuk kematian, tetapi sebagai pengakuan bahwa segala sesuatu berasal dari dan akan kembali kepada Allah.

“Mereka itulah yang mendapat doa dari Tuhan, rahmat, dan kasih sayang,” ujarnya, mengutip firman Allah tentang orang-orang yang sabar.

Ceramah ditutup dengan ajakan untuk introspeksi diri dan memperbaiki ketakwaan. Ustadz Umar menegaskan bahwa musibah yang silih berganti adalah peringatan agar manusia meninggalkan kemusyrikan dan kerusakan, serta mengedepankan empati, tolong-menolong, dan kepemimpinan yang amanah dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: bencanakajianujian
ShareTweetShare
Firnas Muttaqin

Firnas Muttaqin

Related Posts

Kita besarkan Allah di tempat ibadah, tapi kita agungkan kekayaan, kekuasaan, dan kedudukan di luar sana.
Kabar

Ustaz Nurul Humaidi Bongkar Fakta: Banyak Orang Bertakbir di Masjid Tapi Takabur di Luar! 

oleh Marjoko
20 Maret 2026
Kabar

Ustadz Heru Winarno Ungkap Rahasia Ikhlas dalam Kajian I’tikaf Malam 23

oleh Marjoko
12 Maret 2026
Kajian malam 21 di Masjid Al Kautsar bersama Ustadz Abdul Basith mengupas tuntas amalan istimewa penghuni surga.
Kabar

Ustadz Abdul Basith Bagikan Kunci Agar I’tikaf Kita Berpahala Ganda!

oleh Marjoko
10 Maret 2026
Next Post

Pentingnya Akhlak Islami dalam Dalam Kehidupan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 menjadi penegas presisi hisab KHGT sekaligus simbol kuat arah baru persatuan kalender umat Islam dunia.

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026: Validasi Astronomis KHGT dan Momentum Menuju Kesatuan Umat

3 Maret 2026
Menghidupkan malam-malam akhir Ramadhan, Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan menyelenggarakan kajian i’tikaf di lima masjid yang tersebar di Kota Pasuruan.

Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan Gelar Rangkaian Kajian I’tikaf Ramadhan

6 Maret 2026
Menuju 2029, Bawaslu dan Muhammadiyah Kota Pasuruan resmi bersinergi kawal demokrasi bersih dan berintegritas.

Langkah Besar Menuju 2029: Bawaslu dan Muhammadiyah Kota Pasuruan Teken MoU Strategis

3 Maret 2026

Muhammadiyah Kota Pasuruan Siapkan 6 Titik Sholat Idul Fitri 1447 Hijriyah, Ini Daftar Lengkapnya

12 Maret 2026 - Updated On 13 Maret 2026
2 Syawal: silaturahmi yang menjebak, perundingan yang menangkap / Lukisan Raden Saleh

2 Syawal, Ajang Silaturahmi yang Menjebak Pangeran Diponegoro

23 Maret 2026

Ustaz Miftakhul Jannah Mengajak Menjadi Manusia Bertakwa Pasca Ramadhan

20 Maret 2026

Momentum Idul Fitri 1447 H, Jamaah di Lapangan SLB Wironini Diajak Jaga “Ritme” Ibadah Pasca Ramadan

20 Maret 2026
Dosa adalah malware yang merusak sistem fitrah, dan Ramadhan adalah proses reset total atas virus-virus keburukan.

Khutbah Idul Fitri di Halaman Masjid Baiturrahman: Rekonstruksi Jiwa Menuju Fitrah Orisinal

20 Maret 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan