• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Opini

AI Canggih, SDM Rendah, Neraka Jadi Bahan Candaan

Marjoko oleh Marjoko
10 bulan yang lalu
in Opini
0
19
SHARES
44
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), muncul pula sisi gelap yang semakin meresahkan. Baru-baru ini, jagat maya dihebohkan oleh sebuah video yang memanfaatkan teknologi AI untuk menyuarakan dan menggambarkan peristiwa imajiner “hari pertama di neraka.” Frasa-frasa seperti “halo gaes, hari pertama di neraka bareng temen-temen gue” terdengar dalam video tersebut, yang jelas-jelas bernada olok-olok terhadap konsep keagamaan yang sangat sakral.

Konten video itu, yang dibuat dengan bantuan Google VEO 3, alat AI generatif canggih milik Google dihasilkan hanya dengan sebuah perintah teks (prompt) sederhana. Setelah diekspor, video itu langsung diunggah ke media sosial dan menjadi viral. Sayangnya, viralnya bukan karena pesan edukatif, melainkan karena daya tarik sensasi yang menyinggung nilai-nilai agama. Bentuk penyajian yang seolah-olah humoris tersebut justru memperjelas bagaimana teknologi canggih bisa menjadi alat pelecehan terhadap hal-hal yang suci jika berada di tangan yang tidak bertanggung jawab.

Fenomena ini menguak masalah yang lebih besar: rendahnya kesadaran etika dalam penggunaan teknologi. AI yang kini mampu menghasilkan video realistis dalam hitungan menit seharusnya dimanfaatkan untuk kemajuan, seperti promosi produk UMKM, kampanye sosial, atau pendidikan. Namun, di tangan pengguna dengan sumber daya manusia (SDM) yang rendah secara etika dan pemahaman, justru digunakan untuk membuat parodi yang menyesatkan dan menyakitkan banyak pihak.

Dalam ajaran Islam, mempermainkan hal-hal sakral seperti neraka dan keimanan disebut istihza’, yaitu memperolok agama. Tindakan ini digolongkan sebagai dosa besar dan bahkan dapat menggugurkan iman pelakunya. Allah SWT telah berfirman:
“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan), tentu mereka akan menjawab: ‘Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.’ Katakanlah: ‘Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?'” (QS. At-Taubah: 65)

Related Post

Gebyar Al-Kautsar 2026

Gebyar Al Kautsar 2026, Panggung Kreativitas dan Prestasi Siswa SD Al Kautsar Kota Pasuruan

31 Januari 2026

Kuota Inden Hampir Penuh, SD MuCES Buka Pendaftaran Siswa Baru 2026/2027

28 Januari 2026

TK ABA 3 Kota Pasuruan Peringati Isra’ Mi’raj dengan Pentas Seni dan Edukasi Islami

25 Januari 2026

Peresmian dan Launching Gedung Baru SD MuCES: Takdir Baik yang Berikan Ruang Gerak Lebih Luas bagi Siswa

5 Januari 2026

Para pakar etika teknologi juga sudah lama memperingatkan bahwa kecerdasan buatan, jika tidak dibarengi dengan kecerdasan moral, bisa menjadi alat untuk menyebarkan kebencian, misinformasi, bahkan penistaan terhadap agama. Inilah yang kini terjadi, saat AI digunakan untuk membuat hiburan murahan yang merendahkan nilai spiritual dan keyakinan umat.

Seruan kepada Masyarakat Digital

Masyarakat digital, khususnya generasi muda, harus lebih bijak dan selektif dalam menyikapi konten yang beredar. Jangan ikut menyebarkan, mengomentari, atau memberi panggung kepada pembuat konten yang mempermainkan agama. Diamnya umat terhadap penghinaan hanya akan membuka jalan bagi konten sejenis yang lebih ekstrem di masa depan.

Kesimpulan

Kecerdasan buatan adalah alat—bukan musuh, bukan juga penyelamat. Di tangan yang benar, AI mampu membawa manfaat besar bagi kemanusiaan. Namun di tangan yang salah, ia bisa berubah menjadi senjata yang merusak nilai luhur, memecah belah masyarakat, dan menistakan iman. Maka dari itu, kita semua memikul tanggung jawab moral untuk memastikan AI digunakan demi kebaikan, bukan untuk mempermainkan kesucian agama atau martabat manusia.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: AInerakapendidikansdmveo3
Share8Tweet5Share1
Marjoko

Marjoko

Seorang pecinta tulisan, pengulik desain grafis, and Good Daddy in every universe.

Related Posts

Gebyar Al-Kautsar 2026
Kabar

Gebyar Al Kautsar 2026, Panggung Kreativitas dan Prestasi Siswa SD Al Kautsar Kota Pasuruan

oleh Yogi Arfan
31 Januari 2026
Kabar

Kuota Inden Hampir Penuh, SD MuCES Buka Pendaftaran Siswa Baru 2026/2027

oleh PasMu Media
28 Januari 2026
Kabar

TK ABA 3 Kota Pasuruan Peringati Isra’ Mi’raj dengan Pentas Seni dan Edukasi Islami

oleh Yogi Arfan
25 Januari 2026
Next Post
Foto: Ustaz Anang Abdul Malik/SPEAM

Khutbah Idul Adha 1446 H: Kepatuhan Melaksanakan Perintah Allah adalah Prioritas Orang-Orang yang Beriman

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Berita Duka: Ustaz Saiful Hadi Wafat, PDM Kota Pasuruan Kehilangan Sosok Teladan Dakwah

20 Februari 2026
Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 menjadi penegas presisi hisab KHGT sekaligus simbol kuat arah baru persatuan kalender umat Islam dunia.

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026: Validasi Astronomis KHGT dan Momentum Menuju Kesatuan Umat

3 Maret 2026
Menghidupkan malam-malam akhir Ramadhan, Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan menyelenggarakan kajian i’tikaf di lima masjid yang tersebar di Kota Pasuruan.

Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan Gelar Rangkaian Kajian I’tikaf Ramadhan

6 Maret 2026
Menuju 2029, Bawaslu dan Muhammadiyah Kota Pasuruan resmi bersinergi kawal demokrasi bersih dan berintegritas.

Langkah Besar Menuju 2029: Bawaslu dan Muhammadiyah Kota Pasuruan Teken MoU Strategis

3 Maret 2026

Ustaz Miftakhul Jannah Mengajak Menjadi Manusia Bertakwa Pasca Ramadhan

20 Maret 2026

Momentum Idul Fitri 1447 H, Jamaah di Lapangan SLB Wironini Diajak Jaga “Ritme” Ibadah Pasca Ramadan

20 Maret 2026
Dosa adalah malware yang merusak sistem fitrah, dan Ramadhan adalah proses reset total atas virus-virus keburukan.

Khutbah Idul Fitri di Halaman Masjid Baiturrahman: Rekonstruksi Jiwa Menuju Fitrah Orisinal

20 Maret 2026
Kita besarkan Allah di tempat ibadah, tapi kita agungkan kekayaan, kekuasaan, dan kedudukan di luar sana.

Ustaz Nurul Humaidi Bongkar Fakta: Banyak Orang Bertakbir di Masjid Tapi Takabur di Luar! 

20 Maret 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan