Khutbah Pertama
Assalamualaikum wr wb
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ، اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
أَلَا إِنَّ خَيْرَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الْأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ.
Hadirin jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan takwa kita kepada Allah Swt. dengan sebenar-benarnya takwa, yaitu menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Salawat serta salam semoga tercurah kepada baginda Nabi Muhammad Saw., keluarga, dan para sahabatnya.
Dalam kesempatan yang berbahagia ini, saya ingin mengajak kita semua untuk merenungkan sebuah ibadah yang menjadi puncak segala amalan dan merupakan perlindungan jiwa setiap muslim. Ibadah itu adalah ibadah haji.
Haji bukan sekadar perjalanan fisik atau simbol status sosial. Haji adalah kebanggaan Islam, karena ia merupakan satu-satunya ibadah yang menyatukan tiga pilar kesempurnaan Islam: ibadah qalbiyah (hati), ibadah badaniyah (fisik), dan ibadah maliyah (harta).
- Haji adalah Ibadah Qalbiyah
Haji mendidik kita untuk berkhusyuk dan ikhlas kepada Allah. Saat jutaan manusia memakai pakaian yang sama (ihram), tanpa perbedaan, semua atribut dunia ditinggalkan. Hati dipaksa untuk hanya memanggil Allah tanpa kesombongan sedikit pun.
- Haji adalah Ibadah Badaniyah
Haji membutuhkan rakyat yang tangguh. Thawaf, sa’i antara Safa dan Marwah, hingga wukuf di Arafah — semuanya adalah gerakan fisik yang menguras energi. Ini meneladani perjuangan Siti Hajar, Nabi Ismail, dan Rasulullah Saw. Setiap tetes keringah di tanah suci adalah saksi perjuangan fisik seorang hamba demi menjemput keridaan Allah.
- Haji adalah Ibadah Maliyah
Haji menuntut pengorbanan materi. Seseorang harus menyisihkan harta yang dicintainya untuk biaya perjalanan, akomodasi, hingga nafkah keluarga yang ditinggalkan. Di sini iman diuji: apakah kita lebih mencintai harta dunia atau lebih mencintai bekal yang dikeluarkan untuk ibadah haji? Sesungguhnya itu semua menjadi investasi akhirat.
Allah Swt. berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 197:
ٱلْحَجُّ أَشْهُرٌ مَّعْلُومَٰتٌ ۚ فَمَن فَرَضَ فِيهِنَّ ٱلْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِى ٱلْحَجِّ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا۟ مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ ٱللَّهُ ۗ وَتَزَوَّدُوا۟ فَإِنَّ خَيْرَ ٱلزَّادِ ٱلتَّقْوَىٰ ۚ وَٱتَّقُونِ يَٰٓأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ
Artinya: “(Musim) haj itu adalah beberapa bulan yang diketahui. Barangsiapa menetapkan niatnya dalam bulan-bulan itu untuk mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats (berhubungan suami-istri), berbuat fasik, dan berbantah-bantahan di dalam (mengerjakan) haji. Dan apa saja kebaikan yang kamu kerjakan, Allah mengetahuinya. Berbekallah, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku, wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat.” (QS. Al-Baqarah: 197)
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Ketika ketiga dimensi ini — hati yang ikhlas, fisik yang tangguh, dan harta yang berkah — menyatu dalam satu momentum, maka surga telah disediakan oleh Allah. Rasulullah Saw. bersabda:
اَلْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ
“Haji yang mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Marilah kita berdoa semoga Allah menanamkan kecintaan yang dalam di hati kita, memampukan fisik dan harta kita, sehingga kita semua layak dan siap untuk bersyukur, beramal, dan pada akhirnya meraih predikat haji yang mabrur.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Kedua.
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ، كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ وَرَاقِبُوْهُ فِى السِّرِّ وَالْعَلَانِيَةِ، وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ، وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.
فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَىٰ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.
Pasuruan, 22 Mei 2026
Khatib,
Ustadz Suharsono
Ketua PCM Panggungrejo, Kota Pasuruan











