• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kajian

Pengajian Ahad Pagi: Menggali Makna Kedahsyatan Hari Akhir Melalui Tafsir Surah Al-Zalzalah

Firnas Muttaqin oleh Firnas Muttaqin
4 bulan yang lalu
in Kajian
0
11
SHARES
26
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Pasuruan 8 Februari 2025 – Suasana khidmat menyelimuti Majelis Taklim Masjid Al-Ukhuwah, Kota Pasuruan. Puluhan jamaah hadir menyimak dengan penuh antusias kajian tafsir Al-Qur’an yang disampaikan oleh Ustadz Yusuf Hasymi. Surah pilihan pada pertemuan kali ini adalah Surah Al-Zalzalah, surah pendek yang sarat dengan gambaran dahsyat tentang hari kiamat.

Dalam pengantarnya, Ustadz Yusuf menyampaikan bahwa surah ini, yang terdiri dari delapan ayat, turun setelah Surah An-Nisa. Beliau juga menyinggung perbedaan ulama mengenai klasifikasinya, apakah Makkiyah atau Madaniyah, namun menegaskan bahwa hal itu bukanlah fokus utama kajian. Yang lebih penting adalah memahami pesan universal yang dikandungnya.

“Surah Al-Zalzalah ini menjadi peringatan bagi kita yang hidup di abad ke-14 Hijriah ini untuk senantiasa mengimani datangnya hari akhir. Keimanan ini seharusnya telah mendarah daging, tidak seperti orang-orang kafir dahulu yang mempertanyakan hari kebangkitan sebagai bentuk pengingkaran,” tutur Ustadz Yusuf memulai penjelasan.

Bahasa Al-Qur’an yang Menggetarkan

Ustadz Yusuf kemudian mendalami kata kunci surah ini, yaitu “Zalzalah”. Beliau mengurai keajaiban bahasa Al-Qur’an, menjelaskan asal kata (etimologi) dan bentuk kata kerja (fi’il) yang digunakan. Kata “Zilzaalah” berasal dari akar kata yang bermakna “goyang”, “goncang”, atau “terpelanting”. Penggunaan bentuk kata kerja tertentu (fi’il madhi) dalam ayat pertama, “Idzaa zulzilatil ardhu…” mengisyaratkan kepastian mutlak bahwa peristiwa mengerikan itu akan terjadi.

Related Post

Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa generasi hebat lahir dari doa dan ikhtiar berkelanjutan nyata. (foto: Marjoko/pasmu.id)

Dr. Taufiqullah, M.Pd.I. Paparkan Pola Asuh Nabi Ibrahim AS dalam Pengajian Ahad Pagi Masjid Al-Ukhuwah

31 Mei 2026
Di usia ke-79, PII ditantang bukan sekadar melahirkan alumni berjabatan, tetapi kader yang mampu menjawab paradoks Indonesia: negeri kaya raya yang rakyatnya belum sepenuhnya sejahtera/foto: Suharsono pasmu.id

Refleksi 79 Tahun PII: Menanti Jiwa Kader di Tengah Kekayaan Negeri yang Tergadai

25 Mei 2026

Al-Zalzalah dan Kesadaran tentang Hari Akhir

22 Mei 2026

Menggali Dasar Hukum dan Urgensi Revitalisasi Fikih Shalat

22 Mei 2026

“Bumi digambarkan sebagai makhluk perempuan yang mengandung. Di hari itu, ia akan ‘melahirkan’ dengan goncangan yang sangat dahsyat, mengeluarkan semua beban berat yang dikandungnya selama ini: mineral, logam, hingga jasad-jasad manusia,” terangnya dengan penuh penekanan.

Beliau mengajak jamaah merenungkan betapa seringnya gempa bumi terjadi di berbagai belahan dunia. Guncangan yang kita rasakan itu, meski kuat, hanyalah fraksi kecil dari kekuatan “Zalzalah” sebenarnya yang akan mengguncang seluruh planet hingga ke fondasinya.

Refleksi Amal: Sekecil Debu pun Akan Dilihat

Inti kajian kemudian mengerucut pada pesan esensial surah: pertanggungjawaban setiap amal. Ustadz Yusuf menekankan bahwa di hari itu, bumi akan menjadi saksi yang berbicara. Tidak ada satu pun perbuatan, sekecil apapun, yang terluput.

“Ayat ke-7 dan ke-8 adalah pelipur sekaligus penyejuk bagi orang beriman. ‘Barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat dzarrah (debu), niscaya dia akan melihat balasannya.’ Ini adalah jaminan dari Allah. Amal kebaikan kita, walau terasa remeh seperti partikel debu yang beterbangan di cahaya jendela, akan dihitung dan diberi balasan,” ujarnya.

Sebaliknya, kezaliman sekecil apapun juga akan mendapat ganjarannya. Prinsip ini, menurut Ustadz Yusuf, seharusnya membentuk kesadaran kolektif (an-nas) sekaligus kesadaran individu (al-insan) untuk senantiasa berbuat baik dan menjauhi keburukan.

Iman kepada Hari Akhir: Pengingat yang Terus Diulang

Ustadz Yusuf juga menyoroti frekuensi penyebutan hari akhir dalam Al-Qur’an. “Perintah salat lima waktu detail dijelaskan, perintah Jum’at disebutkan sekali dalam satu surah. Tetapi peringatan tentang hari akhir disebutkan berulang-ulang di berbagai surah. Ini seperti seorang guru yang terus mengulangi pelajaran penting agar muridnya benar-benar paham dan tidak lalai,” analoginya.

Kajian yang berlangsung sekitar satu jam ini ditutup dengan kesimpulan bahwa Surah Al-Zalzalah bukan sekadar deskripsi menakutkan, melainkan “pengingat intensif” (mau’izhah) untuk memantik keimanan dan ketakwaan. Keimanan kepada hari pembalasan inilah yang akan menjadi penyeimbang dalam menghadapi gaya hidup materialistis dan filosofi sekuler yang meragukan keberadaan alam akhirat.

“Mari kita jadikan pemahaman atas surah ini sebagai bekal untuk lebih introspeksi diri, menata niat, dan memperbanyak amal shaleh. Karena setiap kita, sebagai insan, akan berdiri sendiri mempertanggungjawabkan ‘buku catatan’ amal kita di hadapan Allah,” pungkas Ustadz Yusuf mengingatkan, sebelum majelis ditutup dengan doa bersama.

Jamaah pun pulang dengan membawa bahan perenungan yang dalam, mengingat betapa dekatnya hubungan antara keimanan kepada hari akhir dengan praktik kebaikan dan keadilan dalam kehidupan sehari-hari di dunia

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: ahad pagikajian
Share4Tweet3Share1
Firnas Muttaqin

Firnas Muttaqin

Related Posts

Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa generasi hebat lahir dari doa dan ikhtiar berkelanjutan nyata. (foto: Marjoko/pasmu.id)
Kabar

Dr. Taufiqullah, M.Pd.I. Paparkan Pola Asuh Nabi Ibrahim AS dalam Pengajian Ahad Pagi Masjid Al-Ukhuwah

oleh PasMu Media
31 Mei 2026
Di usia ke-79, PII ditantang bukan sekadar melahirkan alumni berjabatan, tetapi kader yang mampu menjawab paradoks Indonesia: negeri kaya raya yang rakyatnya belum sepenuhnya sejahtera/foto: Suharsono pasmu.id
Kajian

Refleksi 79 Tahun PII: Menanti Jiwa Kader di Tengah Kekayaan Negeri yang Tergadai

oleh Suharsono
25 Mei 2026
Kajian Al-Zalzalah menegaskan seluruh amal manusia akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT kelak/foto Firnas pasmu.id
Kabar

Al-Zalzalah dan Kesadaran tentang Hari Akhir

oleh Firnas Muttaqin
22 Mei 2026
Next Post

KURMA Edisi Februari 2026: Sehat di Usia Emas, Menjaga Amanah Tubuh Menggapai Cinta Allah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ilustrasi Hutan Wakaf Muhammadiyah/Generate by AI

Muhammadiyah akan Bangun Hutan di Lahan Wakaf, Lengkap dengan Vegetasi dan Laboratorium Ekologi

14 Mei 2026
Prestasi membanggakan SD Al Kautsar dalam Ujian TKA 2025–2026, wujud generasi islami, berkarakter, dan berprestasi. (Ilustrasi: pasmu.id)

Siswa SD Al Kautsar Tunjukkan Hasil Terbaik di Ujian TKA

29 Mei 2026
Pekerja rehab Masjid Darul Arqom kaget temukan sarang tawon di lubang kubah kecil, lalu lapor takmir hingga BPBD diterjunkan/Foto Agus pasmu.id

Proyek Rehab Masjid Darul Arqom Terganggu, Pekerja Temukan Sarang Tawon Raksasa di Lubang Kubah Kecil

17 Mei 2026
Iduladha yang disertai pelaksanaan khutbah oleh para khatib di berbagai titik wilayah Kota Pasuruan/Ilustrasi AI

Catat 6 Lokasi Sholat Idul Adha di Kota Pasuruan dan Imbauan Penting Ini!

18 Mei 2026
Istri shalihah bukan sekadar pendamping, melainkan benteng yang menggagalkan tipu daya setan. (Ilustrasi: shutterstock.com)

Istri Shalihah, Benteng Rumah Tangga dari Tipu Daya Setan

1 Juni 2026
1 Juni bukan sekadar sejarah; Pancasila adalah kompas persatuan yang menjaga Indonesia tetap utuh. (Ilustrasi: AI)

Juni Bukan Sekadar Juni, Hari Lahir Pancasila yang Penuh Makna dan Misteri Sejarah

1 Juni 2026
Islam membuktikan bahwa iman, sains, dan teknologi dapat tumbuh bersama membangun peradaban manusia. (ilustrasi: shutterstock.com)

Islam dan Dunia Material: Agama yang Tak Pernah Memisahkan Iman dari Peradaban

1 Juni 2026
Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa generasi hebat lahir dari doa dan ikhtiar berkelanjutan nyata. (foto: Marjoko/pasmu.id)

Dr. Taufiqullah, M.Pd.I. Paparkan Pola Asuh Nabi Ibrahim AS dalam Pengajian Ahad Pagi Masjid Al-Ukhuwah

31 Mei 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan