• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kabar

Sholat Khusuf di Masjid Darul Arqom, Ustadz Anang Beberkan Fakta Ilmiah Tentang Gerhana Bulan

Marjoko oleh Marjoko
3 bulan yang lalu
in Kabar, Khutbah
0
Gerhana bukan sekadar fenomena langit, tapi momentum memperkuat keyakinan dan literasi umat.

Gerhana bukan sekadar fenomena langit, tapi momentum memperkuat keyakinan dan literasi umat.

7
SHARES
17
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Pasuruan, 3 Maret 2026 – Masjid Darul Arqom menjadi saksi kebersamaan jemaah yang antusias menyambut fenomena alam yaitu gerhana bulan total sekaligus menunaikan ibadah. Sejak Selasa petang, jamaah telah berkumpul untuk berbuka puasa bersama sebelum melanjutkan dengan sholat Maghrib berjamaah. Puncak kegiatan malam tersebut adalah pelaksanaan Sholat Khusuf (sholat gerhana bulan total) yang diikuti dengan khidmat bagi seluruh jamaah. Persiapan matang dari pengumuman sepekan sebelumnya membuahkan kehadiran jemaah yang luar biasa dalam mempererat tali silaturahmi.

Dalam penyampaiannya, Ustadz Anang mengawali dengan mengingatkan keutamaan bulan Ramadhan sebagai ruang penyucian diri. Beliau menegaskan bahwa setiap manusia memiliki potensi melakukan kesalahan, dan Ramadhan menjadi kesempatan untuk memperbarui komitmen keimanan serta memohon ampunan atas dosa-dosa masa lalu.

Lebih jauh, Uztadz Anang menguraikan bahwa fenomena gerhana tidak dapat dilepaskan dari ketetapan hukum Allah yang bersifat tetap dan tidak berubah. Mengutip sejumlah ayat Al-Qur’an, di antaranya dalam Surah Yasin dan Yunus, beliau menjelaskan bahwa matahari dan bulan beredar sesuai garis edarnya masing-masing. Ketetapan tersebut bersifat pasti dan terukur, sehingga manusia dapat menghitung waktu, bulan, dan tahun secara akurat. Dari pengamatan terhadap keteraturan itulah lahir disiplin ilmu astronomi atau ilmu falak.

Menurutnya, kemampuan manusia modern memprediksi gerhana jauh hari sebelumnya menunjukkan betapa eksaknya peredaran benda langit. Beliau mencontohkan bahwa gerhana yang terjadi malam itu telah dapat diperkirakan sejak lama. Hal tersebut, kata dia, seharusnya memperkuat keyakinan bahwa alam semesta berjalan sesuai sunnatullah.

Ustadz Anang juga menyinggung peristiwa gerhana matahari total yang melintasi Pulau Jawa pada 11 Juni 1983. Saat itu, banyak peneliti mancanegara datang ke Indonesia untuk mengamati fenomena tersebut. Namun di sisi lain, masih ada sebagian masyarakat yang diliputi ketakutan dan mempercayai mitos, seperti anggapan bahwa gerhana terjadi karena matahari “dimakan naga”. Ia menilai kondisi tersebut sebagai cerminan rendahnya literasi dan kurangnya pemahaman terhadap ajaran agama maupun ilmu pengetahuan.

Related Post

Cinta bisa tumbuh berbeda, tetapi pernikahan kokoh ketika dibangun di atas akidah yang sama. (ilustrasi: shutterstock.com

Cinta Beda Mazhab antara Muhammadiyah dan NU: Ketika Hati Bertemu, Haruskah Pernikahan Berpisah?

2 Juni 2026
Burung yang rajin berzikir pun bisa mati dengan suara kreek, bagaimana dengan kita (foto: Suharsono/pasmu.id)

Renungan Fajar: Ketika Burung Berzikir Mengajarkan Kita Tentang Kematian

2 Juni 2026

MasyaAllah! MI Muhammadiyah Pasuruan Sembelih 5 Kambing Qurban, Siswa Belajar Ikhlas dan Peduli Sesama

29 Mei 2026

Masjid Al-Ukhuwah Himpun 6 Sapi dan 10 Kambing Qurban, Distribusikan Hampir 1.800 Kantong Daging

28 Mei 2026

Mengacu pada teladan Nabi Muhammad SAW, beliau menegaskan bahwa gerhana bukan pertanda kematian atau kelahiran seseorang, melainkan tanda kebesaran Allah. Dalam sejarah, ketika terjadi gerhana bertepatan dengan wafatnya putra Nabi, Ibrahim, Rasulullah meluruskan anggapan masyarakat dan menekankan bahwa gerhana adalah fenomena alam yang berada dalam ketentuan Allah.

Menutup khutbahnya, Ustadz Anang mengajak jamaah untuk merespons gerhana sesuai tuntunan Nabi, yakni dengan memperbanyak dzikir dan doa, melaksanakan sholat gerhana, serta memperbanyak sedekah sesuai kemampuan masing-masing, baik berupa harta, tenaga, maupun pikiran. Ustadz Anang berharap umat Islam mampu memadukan keimanan dan ilmu pengetahuan, serta terus menjaga nilai-nilai kebenaran ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: darul arqomgerhana bulanmuhammadiyah
Share3Tweet2Share
Marjoko

Marjoko

Seorang pecinta tulisan, pengulik desain grafis, and Good Daddy and Hubby in every universe.

Related Posts

Cinta bisa tumbuh berbeda, tetapi pernikahan kokoh ketika dibangun di atas akidah yang sama. (ilustrasi: shutterstock.com
Opini

Cinta Beda Mazhab antara Muhammadiyah dan NU: Ketika Hati Bertemu, Haruskah Pernikahan Berpisah?

oleh Nashrul Muminin
2 Juni 2026
Burung yang rajin berzikir pun bisa mati dengan suara kreek, bagaimana dengan kita (foto: Suharsono/pasmu.id)
Kajian

Renungan Fajar: Ketika Burung Berzikir Mengajarkan Kita Tentang Kematian

oleh Suharsono
2 Juni 2026
MI Muhammadiyah Pasuruan gelar qurban Idul Adha untuk menanamkan kepedulian, keikhlasan, dan semangat berbagi. (foto: Istimewa/pasmu.id)
Kabar

MasyaAllah! MI Muhammadiyah Pasuruan Sembelih 5 Kambing Qurban, Siswa Belajar Ikhlas dan Peduli Sesama

oleh PasMu Media
29 Mei 2026
Next Post

Ustadz Umar Effendi di Masjid At-Taqwa: Al-Qur'an, Sains, dan Sejarah Kejayaan Islam yang Terputus

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ilustrasi Hutan Wakaf Muhammadiyah/Generate by AI

Muhammadiyah akan Bangun Hutan di Lahan Wakaf, Lengkap dengan Vegetasi dan Laboratorium Ekologi

14 Mei 2026
Prestasi membanggakan SD Al Kautsar dalam Ujian TKA 2025–2026, wujud generasi islami, berkarakter, dan berprestasi. (Ilustrasi: pasmu.id)

Siswa SD Al Kautsar Tunjukkan Hasil Terbaik di Ujian TKA

29 Mei 2026
Pekerja rehab Masjid Darul Arqom kaget temukan sarang tawon di lubang kubah kecil, lalu lapor takmir hingga BPBD diterjunkan/Foto Agus pasmu.id

Proyek Rehab Masjid Darul Arqom Terganggu, Pekerja Temukan Sarang Tawon Raksasa di Lubang Kubah Kecil

17 Mei 2026
Iduladha yang disertai pelaksanaan khutbah oleh para khatib di berbagai titik wilayah Kota Pasuruan/Ilustrasi AI

Catat 6 Lokasi Sholat Idul Adha di Kota Pasuruan dan Imbauan Penting Ini!

18 Mei 2026
Cinta bisa tumbuh berbeda, tetapi pernikahan kokoh ketika dibangun di atas akidah yang sama. (ilustrasi: shutterstock.com

Cinta Beda Mazhab antara Muhammadiyah dan NU: Ketika Hati Bertemu, Haruskah Pernikahan Berpisah?

2 Juni 2026
Burung yang rajin berzikir pun bisa mati dengan suara kreek, bagaimana dengan kita (foto: Suharsono/pasmu.id)

Renungan Fajar: Ketika Burung Berzikir Mengajarkan Kita Tentang Kematian

2 Juni 2026
Istri shalihah bukan sekadar pendamping, melainkan benteng yang menggagalkan tipu daya setan. (Ilustrasi: shutterstock.com)

Istri Shalihah, Benteng Rumah Tangga dari Tipu Daya Setan

1 Juni 2026
1 Juni bukan sekadar sejarah; Pancasila adalah kompas persatuan yang menjaga Indonesia tetap utuh. (Ilustrasi: AI)

Juni Bukan Sekadar Juni, Hari Lahir Pancasila yang Penuh Makna dan Misteri Sejarah

1 Juni 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan