Masjid Al-Ukhuwah Sekarsono, Kota Pasuruan, kembali membuat gebrakan. Kali ini, masjid yang berada di Sekargadung tersebut menggelar Pelatihan Perawatan Jenazah, Minggu (13/9/2026) pagi.
Tak disangka, kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB itu mendapat respons tinggi dari masyarakat. Lebih dari 50 peserta mengikuti pelatihan. Pesertanya pun tidak hanya berasal dari warga Muhammadiyah maupun lingkungan sekitar masjid, tetapi juga datang dari sejumlah kelurahan dan wilayah kecamatan lain di Kota Pasuruan.
Kegiatan ini digelar Masjid Al-Ukhuwah bekerja sama dengan Lazismu Kota Pasuruan dan PasMu Media. Pelatihan menghadirkan tiga pemateri, yakni Ustaz Muslim, Ustaz Rifai selaku Mudin Muhammadiyah Kota Pasuruan, serta Ustazah Rif’atul Hasanah selaku Mudin Aisyiyah Kota Pasuruan.
Ustaz Muslim membuka pelatihan dengan materi fiqih perawatan jenazah. Dalam pemaparannya, ia menggunakan dua rujukan, termasuk tuntunan Tarjih Muhammadiyah.
Materi yang disampaikan tidak berhenti pada teori. Ustaz Muslim juga membagikan pengalaman selama bertugas menangani jenazah di lapangan. Berbagai persoalan yang kerap muncul saat proses perawatan jenazah menjadi bahan diskusi bersama peserta.

Ia menekankan pentingnya menghindari konflik ketika terdapat perbedaan pendapat di lapangan. Menurutnya, petugas perawatan jenazah harus mengutamakan hak-hak jenazah dan tidak menunda proses pemakaman tanpa alasan yang dibenarkan.
Menariknya, sesi yang semula hanya dijadwalkan sekitar 15 menit itu berkembang menjadi hampir satu jam karena peserta aktif bertanya dan berdiskusi.
Ketua Takmir Masjid Al-Ukhuwah, H. Sadjilan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah meluangkan waktu mengikuti kegiatan tersebut.
Ia berharap pelatihan ini dapat membangun keberanian masyarakat untuk terlibat langsung dalam proses perawatan jenazah.
“Jangan sampai ketika ada jenazah, kita semua merasa tidak mampu atau tidak berani. Karena ini merupakan bagian dari kebutuhan umat,” menjadi semangat yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.
Praktik Langsung Memandikan hingga Mengafani Jenazah





Setelah materi dan diskusi, peserta mengikuti praktik langsung perawatan jenazah. Masjid Al-Ukhuwah menggunakan boneka manekin sebagai media praktik.
Peserta laki-laki mengikuti praktik bersama Ustaz Rifai, sedangkan peserta perempuan mendapatkan pendampingan dari Ustazah Rif’atul Hasanah di tempat yang berbeda.
Ustaz Rifai menjelaskan tahapan memandikan jenazah secara langsung, termasuk penanganan dalam kondisi tertentu, seperti jenazah korban kecelakaan atau tragedi lainnya.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul selama praktik. Mereka tidak hanya menanyakan prosedur umum, tetapi juga berbagai kemungkinan kondisi yang dapat ditemui ketika terjun langsung di lapangan.
Praktik kemudian dilanjutkan dengan tata cara mengafani jenazah. Ustaz Rifai memperagakan proses tersebut, sementara Ustaz Muslim membantu memberikan penjelasan kepada peserta.
Di kelompok perempuan, Ustazah Rif’atul Hasanah memberikan praktik serupa dengan penekanan pada tata cara perawatan jenazah perempuan yang memiliki sejumlah ketentuan khusus.
Seluruh rangkaian pelatihan berakhir sekitar pukul 11.45 WIB, atau 15 menit sebelum waktu Zuhur.
Dengan infaq Rp5.000, peserta mendapatkan konsumsi berupa roti dan air mineral serta sertifikat sebagai tanda keikutsertaan.
Tingginya antusiasme peserta membuat Masjid Al-Ukhuwah berencana menggelar Pelatihan Perawatan Jenazah Batch Kedua pada kesempatan berikutnya.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap pengetahuan praktis keagamaan masih sangat besar—terutama ilmu yang selama ini sering dianggap sederhana, tetapi justru sangat dibutuhkan ketika umat berhadapan dengan kematian.












