Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) sukses menggelar agenda pertemuan rutin pada hari Minggu (6/9/2026). Bertempat di area terbuka yang asri di Taman Lansia (Taman Purut), kegiatan ini berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 10.00 WIB dan dihadiri oleh jajaran pengurus PDA.
Acara diawali dengan sesi pembukaan oleh Ibu Nurul Hidayati, yang kemudian dilanjutkan dengan penyampaian Thoharotul Qulub oleh Ibu Rif’ah H. untuk mengkondisikan hati dan niat para peserta.
Memasuki acara inti, para jamaah menyimak “Kajian Kurma” yang pada edisi September ini disampaikan oleh Ibu Nurul Mawaridah, atau yang akrab disapa Bu Mawar. Kajian kali ini mengangkat tema krusial mengenai lingkungan hidup dalam perspektif Al-Qur’an.
Dalam paparannya, Bu Mawar membedah Q.S. Ar-Rum Ayat 41 tentang Al-Fasad (kerusakan). Dijelaskan bahwa kerusakan di darat (seperti penggundulan hutan dan pencemaran tanah) serta di laut (seperti rusaknya terumbu karang) berakar dari ulah tangan manusia—yakni akibat eksploitasi berlebihan dan keserakahan ekonomi.
Sebagai contoh yang sangat relevan saat ini, Bu Mawar menyoroti bagaimana ulah manusia yang serakah tidak hanya merusak alam, tetapi juga memicu krisis kesehatan dan keselamatan. Misalnya, munculnya berbagai penyakit saluran pernapasan akibat kabut asap dari kebakaran hutan. Lebih jauh, meskipun bencana seperti gempa bumi dan gunung erupsi adalah fenomena alam, dampaknya sering kali menjadi jauh lebih merusak dan menelan lebih banyak korban jiwa akibat hilangnya daya dukung lingkungan—seperti hutan penyangga atau kawasan resapan air—yang sebelumnya telah dirusak oleh manusia. Bencana ekologis ini, tegasnya, merupakan bentuk teguran dari Allah agar manusia kembali mawas diri dan melestarikan alam.
Lebih lanjut, kajian ini direlevansikan dengan etika lingkungan pada Q.S. Luqman Ayat 5. Keselamatan dan kelestarian ekologis hanya bisa dicapai jika manusia berpegang pada Al-Huda (petunjuk Allah). Terdapat korelasi kuat antara moral dan ekologi; kerusakan lingkungan sejatinya berakar dari krisis spiritual. Seseorang yang memiliki kesadaran spiritual yang baik tidak akan merusak bumi, melainkan memperlakukannya dengan penuh amanah sebagai khalifah fil ardhi.
Setelah sesi kajian yang mencerahkan, acara dilanjutkan dengan sambutan dan pengarahan langsung dari Ketua PDA, Ibu Hj. Emilis S. Dalam kesempatan tersebut, dibahas pula beberapa agenda strategis dan dinamika organisasi, yang meliputi:
• Pembahasan hasil audiensi ke Kemenag
• Persiapan supervisi SSR TB AISYIYAH
• Program Kerja Majelis
• Laporan progres renovasi TK ABA
• LBH AISYIYAH
• Laporan dinamika Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA)
Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan ini kemudian ditutup dengan sesi arisan dan pengumpulan infak yang dikoordinasikan oleh Ibu Liswandi, serta diakhiri dengan pembacaan doa penutup. Melalui pertemuan rutin ini, diharapkan para pengurus PDA semakin solid dalam menjalankan roda organisasi sekaligus membawa dampak positif bagi pelestarian lingkungan.











