• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
Pasmu
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Opini

iPhone Duo, Pendatang Baru di Dunia Flip, tapi Bisa Menjadi Pionir

Marjoko oleh Marjoko
19 detik yang lalu
in Opini
0
iPhone Duo datang terlambat, tetapi Apple mungkin justru mengubah standar pengalaman smartphone flip.

iPhone Duo datang terlambat, tetapi Apple mungkin justru mengubah standar pengalaman smartphone flip.

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Ada satu hal menarik dari perkembangan smartphone beberapa tahun terakhir, menjadi yang pertama belum tentu berarti menjadi yang paling berpengaruh.

Samsung sudah lebih dulu bermain di dunia ponsel lipat. Galaxy Z Flip bahkan telah melewati beberapa generasi dan menjadi salah satu perangkat yang membuat konsep smartphone clamshell atau flip semakin diterima oleh pasar. Jadi, ketika Apple akhirnya masuk melalui iPhone Duo, Apple sebenarnya bukanlah pionir dalam arti “perusahaan pertama yang membuat HP flip”.

Namun, Apple bisa menjadi pionir dalam hal yang jauh lebih penting: bagaimana teknologi flip tersebut digunakan dan dipahami oleh pengguna.

Kita bisa melihat pola ini dari sejarah Apple sendiri.

Related Post

Di 2026, Spider-Man saja mengandalkan AI. Masa kamu masih memilih bekerja tanpa AI? (Ilustrasi: pasmu.id)

2026 Masih Belum Pakai AI? Bahkan Spider-Man Saja Mengandalkannya!

2 Agustus 2026
Menghargai perempuan bukan sekadar bunga setahun sekali, melainkan akhlak mulia setiap hari. (Ilustrasi: AI)

Girlfriend Day: Sekadar Romantis atau Pelajaran Menghargai?

1 Agustus 2026

Christopher Nolan, IMAX, dan The Odyssey: Ketika Teknologi Tidak Lagi Sekadar Alat

21 Juli 2026

Menjaga Sumber Daya Alam adalah Wujud Keimanan, Bukan Sekadar Kepedulian Lingkungan

18 Juli 2026

Dynamic Island adalah contoh yang sangat menarik. Pada dasarnya, Apple memiliki area kamera depan dan sensor yang membutuhkan ruang di layar. Alih-alih sekadar membiarkannya menjadi “lubang” yang mengganggu, Apple mengubah keterbatasan hardware tersebut menjadi bagian dari pengalaman software.

Dynamic Island kemudian bukan hanya menjadi tempat kamera, tetapi berkembang menjadi elemen interaktif untuk musik, timer, panggilan, navigasi, notifikasi, hingga berbagai aktivitas lainnya.

Menariknya, konsep-konsep semacam itu kemudian mulai muncul dalam berbagai bentuk di ekosistem Android.

Dan sekarang, pola yang sama mulai terlihat pada iPhone Duo.

Belum genap 24 jam sejak iPhone Duo diperkenalkan, sudah muncul pengguna yang mencoba merecreate salah satu fitur transisi animasinya di perangkat Android, bahkan disebut-sebut bisa dibuat melalui Samsung Galaxy Z Flip 8.

Kalau benar demikian, pertanyaannya menjadi menarik:

Kalau fitur yang dianggap sebagai salah satu keunggulan iPhone Duo saja sudah bisa ditiru dalam waktu kurang dari 24 jam, lalu apa sebenarnya yang membuat iPhone Duo spesial?

Menurut saya, jawabannya bukan sekadar animasi.

Karena pada akhirnya, hampir semua fitur software bisa ditiru. Animasi bisa direkayasa. Gesture bisa dibuat ulang. Tampilan antarmuka bisa dibuat mirip. Bahkan konsep multitasking atau integrasi layar luar sekalipun pada akhirnya bisa diadaptasi oleh kompetitor.

Yang jauh lebih sulit untuk ditiru adalah ekosistem pengalaman secara keseluruhan.

Samsung mempunyai keunggulan sebagai pemain lama di kategori foldable. Mereka sudah memahami mekanisme engsel, durability, layar lipat, desain clamshell, serta kebiasaan pengguna selama beberapa generasi.

Apple datang belakangan.

Tetapi justru karena datang belakangan, Apple punya kesempatan untuk melihat semua kesalahan dan keterbatasan yang sudah terjadi di industri foldable.

Apple tidak perlu menjadi perusahaan pertama.

Apple hanya perlu bertanya:

“Kalau teknologi flip sudah matang, apa yang sebenarnya bisa kita lakukan dengannya?”

Di sinilah iPhone Duo berpotensi menjadi pionir.

Bukan pionir dalam menciptakan HP flip, melainkan pionir dalam mengubah HP flip dari sekadar bentuk perangkat menjadi pengalaman komputasi baru.

Kalau Samsung selama ini menunjukkan bahwa smartphone bisa dilipat, Apple berpotensi menunjukkan bahwa cara kita berinteraksi dengan smartphone juga bisa ikut dilipat.

Layar luar tidak lagi sekadar tempat melihat notifikasi. Layar dalam tidak hanya menjadi layar utama yang lebih besar. Transisi antara kedua layar bisa dibuat terasa natural. Aplikasi dapat memahami kapan perangkat dibuka atau ditutup. Animasi dapat menjelaskan perubahan konteks secara visual. Bahkan aktivitas yang sedang berjalan bisa berpindah dari satu layar ke layar lainnya tanpa terasa seperti dua perangkat berbeda.

Dan kalau Apple berhasil mengintegrasikan semuanya dengan iOS, Apple Watch, AirPods, Mac, iCloud, hingga ekosistem aplikasinya, maka keunggulan iPhone Duo bukan lagi satu fitur tertentu.

Ini juga alasan kenapa saya tidak terlalu khawatir ketika melihat fitur iPhone Duo langsung direcreate oleh Android.

Justru sebaliknya.

Kalau sebuah fitur bisa ditiru dalam waktu kurang dari 24 jam, berarti fitur tersebut memang cukup menarik untuk ditiru. Tetapi meniru tampilan tidak selalu berarti meniru pengalaman.

Dynamic Island juga mengajarkan hal yang sama. Bentuknya dapat ditiru. Animasi dapat dibuat mirip. Tetapi filosofi desain, integrasi sistem, dan konsistensi pengalaman membutuhkan jauh lebih banyak daripada sekadar menyalin UI.

Jadi, menurut saya, cerita iPhone Duo bukanlah “Apple akhirnya membuat HP flip setelah Samsung.”

Samsung lebih dulu menciptakan kategori dan menyempurnakan perangkat flip. Apple datang belakangan, lalu mencoba mendefinisikan ulang apa arti sebuah perangkat flip.

Kalau Samsung adalah salah satu pionir hardware foldable, Apple berpotensi menjadi pionir dalam pengalaman foldable.

Dan mungkin inilah paradoks terbesar iPhone Duo:

Apple datang terlambat ke pesta HP flip, tetapi justru bisa menjadi salah satu perusahaan yang menentukan seperti apa pesta itu akan berlangsung ke depannya.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: iphoneiphone duoopiniteknologi
ShareTweetShare
Marjoko

Marjoko

Seorang pecinta tulisan, pengulik desain grafis, and Good Daddy and Hubby in every universe.

Related Posts

Di 2026, Spider-Man saja mengandalkan AI. Masa kamu masih memilih bekerja tanpa AI? (Ilustrasi: pasmu.id)
Opini

2026 Masih Belum Pakai AI? Bahkan Spider-Man Saja Mengandalkannya!

oleh Marjoko
2 Agustus 2026
Menghargai perempuan bukan sekadar bunga setahun sekali, melainkan akhlak mulia setiap hari. (Ilustrasi: AI)
Opini

Girlfriend Day: Sekadar Romantis atau Pelajaran Menghargai?

oleh Nashrul Muminin
1 Agustus 2026
Christopher Nolan membuktikan teknologi IMAX terus berevolusi demi mendekatkan sinema pada realitas visual yang autentik. (Ilustrasi: AI)
Opini

Christopher Nolan, IMAX, dan The Odyssey: Ketika Teknologi Tidak Lagi Sekadar Alat

oleh Marjoko
21 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Jamaah Masjid Al-Ukhuwah healing ke Kota Batu/Pasmu.id

Apresiasi Jamaah yang Istiqamah, Masjid Al-Ukhuwah Ajak Healing dan Menginap di Villa Kota Batu

30 Agustus 2026

Renovasi Klinik SehatMu Dimulai, Muhammadiyah Kota Pasuruan Gelar Tasyakuran dan Doa Bersama

1 September 2026
Image Pasmu.id

Muhammadiyah Gadingrejo Terima Wakaf Rumah untuk Rumah Tahfidz dan Panti Asuhan Al Muttaqin

15 Agustus 2026
Cimory hadirkan edukasi, senam, dan keceriaan untuk ratusan siswa SMP MEKA di Krian. (foto: Nina Tri Wulyo/pasmu.id)

Semarak dan Edukatif, Cimory Hadirkan Pengalaman Berbeda untuk Siswa SMP MEKA

14 Agustus 2026
iPhone Duo datang terlambat, tetapi Apple mungkin justru mengubah standar pengalaman smartphone flip.

iPhone Duo, Pendatang Baru di Dunia Flip, tapi Bisa Menjadi Pionir

11 September 2026
SD Al Kautsar Pasuruan lestarikan budaya Jawa lewat, gamelan, blangkon, gasing, dan gobak sodor dalam program Jawa Lestari. (foto: istimewa)

Lestarikan Budaya Jawa, SD Al Kautsar Gelar Program “Jawa Lestari” dan Permainan Tradisional

11 September 2026

Guru SMP Muhadisa Raih Juara 2 OGN SMP Tingkat Kota Pasuruan, Bawa Gagasan Baru Pembelajaran Bahasa Indonesia

7 September 2026
PDA kajian lingkungan Q.S. Ar-Rum ayat 41, serukan moral dan ekologi untuk cegah kerusakan bumi.

Pesan Al-Qur’an untuk Kelestarian Lingkungan

7 September 2026
PasMu

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan