Kepala Sekolah TK ABA 3 Kota Pasuruan, Bakhtiarin Perihatin Bakhri, berhasil meraih Juara 3 Lomba Administrasi Jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Pasuruan Tahun 2026.
Lomba tersebut diselenggarakan pada Agustus 2026 oleh Forum Pengembangan PAUD Kota Pasuruan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan.
Pelaksanaan lomba berlangsung dalam dua tahap, yakni tingkat kecamatan dan tingkat kota. Pada tahap pertama, pelaksanaan lomba menjadi kewenangan Bunda PAUD Kelurahan dan Bunda PAUD Kecamatan dengan melibatkan stakeholder pendidikan di tingkat kelurahan dan kecamatan.
Sejumlah unsur turut dilibatkan, di antaranya Pengawas PAUD, Puskesmas, serta stakeholder terkait lainnya.
Selanjutnya, peserta yang mengikuti lomba di tingkat kota merupakan satuan pendidikan PAUD formal dan nonformal. Masing-masing kecamatan mengirimkan dua satuan pendidikan yang mendapatkan rekomendasi dari Bunda PAUD Kecamatan.
Pada tingkat kota, penilaian dilakukan oleh tim juri independen yang melibatkan unsur Dewan Pendidikan, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama Republik Indonesia, dan Dinas Kesehatan.
Penilaian dilakukan berdasarkan dokumen yang diunggah peserta serta verifikasi secara langsung melalui kunjungan lapangan.

Bagi Bakhtiarin, mengikuti lomba administrasi memberikan ruang untuk melihat kembali bagaimana TK ABA 3 selama ini menjalankan tata kelola lembaga.
Ia menyebut setidaknya ada lima manfaat yang dirasakan dari proses tersebut.
Pertama, evaluasi diri secara objektif. Proses penilaian membuat sekolah memiliki kesempatan untuk melihat kekuatan sekaligus bagian-bagian yang masih perlu diperbaiki.
Kedua, meningkatkan kualitas manajerial. Tuntutan untuk menyiapkan dokumen dan menghadapi proses verifikasi mendorong sekolah menata kembali sistem pengelolaan agar lebih tertib dan terukur.
Ketiga, membuka jejaring dan ruang pembelajaran antarlembaga. Kompetisi tersebut mempertemukan berbagai satuan PAUD dengan karakter dan model pengelolaan yang beragam. Dari sana, sekolah dapat melihat praktik-praktik baik yang kemudian berpotensi diadaptasi sesuai kebutuhan lembaga.
Keempat, menjadi motivasi bagi guru dan tim sekolah. Prestasi yang diraih tidak dipandang sebagai pencapaian personal kepala sekolah, melainkan sebagai hasil kerja bersama seluruh tim TK ABA 3.
Kelima, capaian tersebut turut memperkuat citra dan kredibilitas lembaga di mata orang tua/wali murid dan masyarakat.
Meskipun demikian, Bakhtiarin juga menilai kesan yang paling melekat dari mengikuti lomba ini justru bukan mengenai posisi sebagai juara.
Ia melihat bahwa administrasi yang rapi seharusnya tidak ditempatkan sebagai tujuan akhir. Administrasi merupakan bagian dari cara lembaga menunjukkan keseriusannya dalam mengelola pendidikan anak usia dini.
Dokumen yang tertata, program yang terdokumentasi, serta pengelolaan yang sistematis pada akhirnya bukan hanya kebutuhan saat mengikuti perlombaan. Semua itu menjadi fondasi agar proses pendidikan dapat berjalan secara lebih terarah.
Karena itu, Juara 3 bukanlah puncak, melainkan pengingat bahwa proses menata dan membenahi lembaga tidak pernah benar-benar selesai.
Selalu ada ruang untuk mengevaluasi diri, memperbaiki kekurangan, belajar dari lembaga lain, dan tumbuh menjadi satuan pendidikan yang lebih baik.
Penghargaan bagi para pemenang kemudian diserahkan pada 4 September 2026. Prosesi tersebut dipimpin dan dihadiri langsung oleh Ketua Forum Pengembangan PAUD Kota Pasuruan, Suryani Firdaus Adi Wibowo, yang juga menjabat sebagai Bunda PAUD sekaligus Ketua TP PKK Kota Pasuruan.
Bagi TK ABA 3 Kota Pasuruan, penghargaan itu menjadi catatan penting. Bukan semata karena sebuah piala berhasil dibawa pulang, tetapi karena proses di baliknya telah mendorong sekolah untuk melihat kembali satu hal mendasar: pendidikan yang baik juga membutuhkan tata kelola yang baik.














