• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kabar

Kiai Cepu Pimpin Refleksi Akhir Tahun Bersama Tokoh Lintas Agama di Berkah Fest 2025

Yogi Arfan oleh Yogi Arfan
2 minggu yang lalu
in Kabar
1
68
SHARES
158
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

GOR Kota Pasuruan menjadi ruang perjumpaan lintas iman pada malam hari ke-8 Berkah Fest 2025, Rabu (31/12). Muhammadiyah Kota Pasuruan bersama LazisMu menggelar acara refleksi akhir tahun bertajuk Malam Refleksi dan Harapan sebagai penutup tahun 2025 dengan nuansa dialog, kebudayaan, dan spiritualitas.

Acara ini dihadiri oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pasuruan, para tokoh dan pemuka agama dari Islam, Kristen, dan Hindu, serta perwakilan Nahdlatul Ulama (NU) yang diwakili oleh Gus Sholeh. Kehadiran lintas elemen ini menegaskan semangat kebersamaan dan toleransi dalam merefleksikan perjalanan Kota Pasuruan sepanjang tahun 2025.

Narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Kiai Cepu dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sosok yang dikenal sebagai filsuf, seniman, sekaligus ulama Muhammadiyah tersebut hadir memberikan refleksi kritis melalui pendekatan budaya, sastra, dan tausyiyah yang khas.

Baca Juga:

Related Post

Islam dan Gaya Hidup Kekinian

12 Januari 2026

Gaya Hidup Berkelanjutan dalam Perspektif Islam: Amanah Menjaga Bumi untuk Generasi Mendatang

11 Januari 2026

Tidak Baper! Respons NU & Muhammadiyah Soal Kritik Pandji di Mens Rea

10 Januari 2026

Kolaborasi IPM dan Panti Asuhan Darul Arqom Sukses Gelar Turnamen Mobile Legends di Berkah Fest 2025

5 Januari 2026
  • Kiai Cepu, Satu-satunya Kader Muhammadiyah yang Menjadi Dosen di Institut Agama Buddha

Sebelum acara inti dimulai, panggung Malam Refleksi dan Harapan dibuka dengan penampilan hadrah dari murid-murid SDN Gentong. Penampilan ini menjadi hal yang cukup unik, mengingat seni budaya hadrah relatif jarang ditampilkan dalam kegiatan Muhammadiyah. Selain itu, Aysha Vio F. H. Christvani Islamwell turut memukau hadirin dengan pembacaan puisi yang sarat satire tersirat terhadap fenomena perayaan Tahun Baru.

Perwakilan LazisMu Kota Pasuruan, PDM Kota Pasuruan, dan FKUB Pasuruan kemudian secara bergantian menyampaikan sambutan. Memasuki sesi refleksi, Kiai Cepu duduk bersama para pemuka agama Islam, Hindu, dan Kristen, serta perwakilan PDM, LazisMu, dan NU Kota Pasuruan dalam satu panggung. Masing-masing tokoh agama menyampaikan refleksi, harapan, dan evaluasi atas dinamika sosial, keagamaan, dan kebangsaan yang terjadi di Kota Pasuruan sepanjang tahun 2025.

Kritik Pendidikan Anak, Mental Bangsa, dan Etika Demokrasi

Dalam sesi tausyiyahnya, Kiai Cepu menyampaikan refleksi mendalam yang dikemas melalui pembacaan tiga puisi dan dongeng. Karya-karya tersebut sarat dengan kritik dan satire terhadap kualitas masyarakat serta para pemangku kebijakan di negeri ini. Salah satu penekanan utama Kiai Cepu adalah pentingnya pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini, khususnya di tingkat taman kanak-kanak.

Ia secara kritis membedah lirik lagu anak-anak yang selama ini dianggap biasa, namun menurutnya memiliki dampak psikologis tersembunyi. Lagu Balonku Ada Lima, misalnya, mendapat sorotan karena lirik “hatiku sangat kacau” dinilai mengajarkan kondisi depresi sejak dini. Menurut Kiai Cepu, anak-anak dapat menyerap makna tersebut secara bawah sadar dan berpotensi tumbuh dengan mental yang rapuh.

Selain itu, lagu Naik Kereta Api juga dikritisi melalui lirik “bolehlah naik dengan percuma”. Menurutnya, lagu tersebut dapat menanamkan mental gratisan pada anak-anak jika tidak disikapi secara kritis dalam dunia pendidikan.

Tak hanya soal pendidikan, Kiai Cepu juga menyinggung realitas sosial-politik masyarakat, khususnya praktik serangan fajar dalam pemilihan pemimpin. Ia berharap ke depan masyarakat semakin cerdas, berani menolak praktik tersebut, dan memilih pemimpin yang memiliki kapasitas serta integritas.

Usai tausyiyah, perwakilan dari agama Islam memimpin doa akhir tahun yang diikuti seluruh hadirin. Sebelum memulai doa, ia terlebih dahulu meminta izin kepada seluruh peserta karena doa dipanjatkan secara Islam, sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman yang hadir.

Setelah rangkaian Malam Refleksi dan Harapan selesai, suasana dilanjutkan dengan penampilan musik dari sejumlah musisi yang tampil bergantian sambil menunggu pergantian tahun dari 2025 ke 2026. Musisi yang memeriahkan malam tersebut antara lain Ranggi Akustik, Abnormal Streetrockers Unity, dan Madame Whimpsy.

Mas Pras, Pimpinan LazisMu Kota Pasuruan, dalam wawancara menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia dan sponsor yang telah bekerja tanpa lelah menyukseskan Berkah Fest 2025. Ia menyebutkan bahwa sebagian besar pembiayaan acara berasal dari sponsor, sementara dana ZIS hanya digunakan dalam porsi yang sangat kecil.

“Saya sangat berterima kasih dan mengapresiasi kepada seluruh panitia dan sponsor. Ini event besar pertama yang diselenggarakan oleh LazisMu, tapi hasilnya secara keseluruhan sangat baik,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Berkah Fest 2025 turut berdampak pada peningkatan saldo donasi LazisMu, meskipun jumlah pastinya masih dalam proses penghitungan. Masukan dan kritik dari masyarakat, menurutnya, akan dijadikan bahan evaluasi agar penyelenggaraan kegiatan serupa di tahun 2026 dapat berjalan lebih baik dan mendapat dukungan yang lebih luas.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: Berkah FestdakwahislamLazisMumuhammadiyah
Share27Tweet17Share5
Yogi Arfan

Yogi Arfan

Kalau orang lain bisa, kenapa harus saya?

Related Posts

Opini

Islam dan Gaya Hidup Kekinian

oleh Nurul Mawaridah
12 Januari 2026
Opini

Gaya Hidup Berkelanjutan dalam Perspektif Islam: Amanah Menjaga Bumi untuk Generasi Mendatang

oleh Nurul Mawaridah
11 Januari 2026
Opini

Tidak Baper! Respons NU & Muhammadiyah Soal Kritik Pandji di Mens Rea

oleh Marjoko
10 Januari 2026
Next Post

Mengetuk Pintu Langit Antara Kekuatan Doa dalam Menghadapi Ujian Hidup

Comments 1

  1. Sri Endang PI says:
    2 minggu yang lalu

    Muhammadiyah tdk jauh beda dg NU, punya kyai berambut gondrong hehe…

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Dua Siswa SD Al Kautsar Beserta Sekolah Yang Lain Terpilih Mewakili Kota Pasuruan dalam Tim Polisi Cilik

8 Januari 2026

Peresmian dan Launching Gedung Baru SD MuCES: Takdir Baik yang Berikan Ruang Gerak Lebih Luas bagi Siswa

5 Januari 2026

Kiai Cepu Pimpin Refleksi Akhir Tahun Bersama Tokoh Lintas Agama di Berkah Fest 2025

1 Januari 2026

Lomba Memasak Warnai Hari Ketiga Berkah Fest 2025, Dua Chef Profesional Menjadi Juri

27 Desember 2025

Konsekuensi Waktu, Mengapa Perubahan Tidak Bisa Ditunda

13 Januari 2026

Islam dan Gaya Hidup Kekinian

12 Januari 2026

Menjaga Jantung, Menjaga Ibadah

12 Januari 2026

Gaya Hidup Berkelanjutan dalam Perspektif Islam: Amanah Menjaga Bumi untuk Generasi Mendatang

11 Januari 2026

© 2025 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2025 PasMu - Media Pencerahan