Masjid Al-Ukhuwah kembali menggelar kajian ahad pagi setelah subuh pada Minggu (10/05), memasuki pekan kedua bulan Mei 2026. Kajian rutin yang dihadiri jamaah dari berbagai kalangan tersebut diisi oleh Ustaz M. Yusuf Hasmy dengan pembahasan tentang amal perbuatan manusia yang sekecil apa pun akan mendapat balasan dari Allah SWT.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Yusuf Hasmy mengingatkan bahwa manusia sering kali tergoda mengejar kenikmatan dunia dengan cara yang tidak baik. Ia mencontohkan fenomena korupsi dan tindakan melanggar amanah yang berujung pada kehancuran integritas seseorang.
“Kadang-kadang ada orang ingin mendapatkan sesuatu di dunia, tetapi caranya tidak baik. Ujungnya mengenaskan,” ujarnya di hadapan jamaah.
Beliau juga menyinggung bahwa setiap amal, baik maupun buruk, tidak akan luput dari perhitungan Allah SWT. Bahkan amal sebesar debu sekalipun akan dicatat dan diperlihatkan kelak di akhirat. Penjelasan tersebut merujuk pada makna ayat Al-Qur’an yang menerangkan bahwa siapa pun yang mengerjakan kebaikan atau keburukan sebesar zarrah akan melihat balasannya.
Menurutnya, manusia sering lupa terhadap ucapan maupun perbuatan yang pernah dilakukan selama hidup di dunia. Namun seluruh amal itu tetap tercatat dengan sempurna. Ia mengibaratkan pencatatan amal seperti tangkapan layar atau rekaman yang tidak meninggalkan satu detail pun.
“Sekecil apa pun amal itu akan ditimbang dan diperlihatkan. Tidak ada yang terlewat,” jelasnya.
Selain mengajak jamaah untuk memperbanyak amal saleh, beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga kehidupan agar tidak bebas tanpa arah dan tetap berada dalam tuntunan Allah SWT. Ia berharap umat Islam senantiasa mendapatkan rahmat, hidayah, dan pertolongan dari Allah.
Usai kajian, jamaah Al-Ukhuwah tidak langsung pulang. Seperti menjadi tradisi yang selalu dinanti, jamaah berkumpul bersama mengikuti program ngopi bareng di halaman depan masjid. Berbagai hidangan sederhana seperti teh, kopi, susu, gorengan, aneka kue, hingga ketan koya gurih disediakan untuk dinikmati bersama.
Suasana hangat penuh kebersamaan terlihat saat jamaah saling bercengkrama dan berbagi cerita. Kegiatan sederhana tersebut menjadi salah satu upaya mempererat ukhuwah, memperkuat kerukunan, serta menjadikan masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga ruang membangun kebersamaan masyarakat.













