PASURUAN – Guru KB-TK ABA 2 Kota Pasuruan, Tri Mayang Sari, berhasil meraih Juara Harapan 1 Lomba Inovasi Pembelajaran (Inobel) Jenjang PAUD Tingkat Kota Pasuruan 2026 yang digelar oleh Dinas Pendidikan Kota Pasuruan.
Prestasi tersebut terasa istimewa karena menjadi pengalaman perdana bagi KB-TK ABA 2 Kota Pasuruan mengikuti ajang Inobel. Dari lebih dari 100 peserta yang berasal dari berbagai lembaga PAUD di Kota Pasuruan, Tri Mayang Sari berhasil membawa pulang salah satu penghargaan.
“Kami baru kali pertama mengikuti lomba Inobel, tapi alhamdulillah dari 100 lebih peserta dari seluruh Kota Pasuruan, kami mendapatkan Juara Harapan 1,” ujar Kepala KB-TK ABA 2 Kota Pasuruan, Masfeyah, saat diwawancarai pada Selasa (6/10/2026).
Ajarkan Kelistrikan Dasar dengan Barang Bekas
Dalam lomba tersebut, Tri Mayang Sari menghadirkan inovasi pembelajaran yang cukup unik. Ia membuat sendiri sebuah media simulasi mekanisme kelistrikan dasar menggunakan bahan-bahan sederhana, seperti karton, kardus, lampu kecil, kabel kecil, serta berbagai barang bekas.
Konsep tersebut menjadi salah satu hal yang menarik perhatian para juri. Alih-alih menggunakan media pembelajaran yang umum, Mayang memilih tema yang terbilang out of the box, yakni memperkenalkan mekanisme kelistrikan dasar kepada anak-anak PAUD dengan metode yang menyenangkan, sederhana, sekaligus aman.
Melalui media tersebut, anak-anak dikenalkan pada konsep dasar kelistrikan, termasuk perbedaan rangkaian seri dan paralel, khususnya pada penggunaan lampu.
“Anak-anak sekarang itu sangat cepat belajar hal-hal baru. Terlebih sekarang zamannya gadget dan digitalisasi. Anak-anak sekarang suka banyak tanya hal-hal yang menurut mereka asing,” jelas Mayang Sari.
Dari situlah muncul gagasan untuk mengenalkan kelistrikan dasar kepada anak-anak sejak usia dini.
“Untuk itulah saya kepikiran untuk mengajarkan anak-anak tentang kelistrikan dasar. Meskipun mereka masih PAUD, alhamdulillah mereka tertarik dan cepat menangkap apa yang saya ajari,” lanjutnya.
Namun, menurut Mayang, pengenalan kelistrikan kepada anak-anak tidak hanya bertujuan memberikan pengetahuan. Aspek keselamatan justru menjadi pesan utama yang ia tekankan.
“Saya mengajarkan mereka tentang perbedaan seri dan paralel dalam listrik, terutama lampu. Tapi yang sangat penting saya sampaikan adalah bahwa listrik itu sangat berbahaya bagi mereka,” tegasnya.
Sempat Minder, Justru Dapat Apresiasi Juri
Sebelum mengikuti perlombaan, Mayang Sari mengaku sempat merasa gugup dan minder. Ia melihat para peserta lain membawa berbagai metode serta inovasi pembelajaran yang tidak kalah menarik.
Namun, dukungan dari Kepala KB-TK ABA 2 Kota Pasuruan membuatnya tetap percaya diri.
Masfeyah terus memberikan dorongan, semangat, dan motivasi agar Mayang tidak terlalu memikirkan persaingan, tetapi fokus menyampaikan inovasi pembelajaran yang telah dipersiapkannya.
Hasilnya, inovasi tersebut justru mendapat perhatian dari para juri. Bahkan, sejumlah juri yang berasal dari luar Kota Pasuruan tertarik untuk mengadopsi konsep pembelajaran kelistrikan dasar tersebut dan menerapkannya kepada anak-anak PAUD di lembaga mereka.
Bagi KB-TK ABA 2 Kota Pasuruan, apresiasi tersebut menjadi bukti bahwa inovasi pembelajaran tidak selalu harus menggunakan teknologi canggih. Dengan kreativitas, bahan sederhana dan barang bekas pun dapat diubah menjadi media pembelajaran yang edukatif dan menarik.
Target Lebih Tinggi Tahun Depan
Keberhasilan pada keikutsertaan perdana ini membuat KB-TK ABA 2 Kota Pasuruan semakin termotivasi untuk kembali mengikuti ajang Inobel pada tahun berikutnya.
Masfeyah berharap pengalaman tahun ini dapat menjadi modal untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.
“Tahun depan insyaallah kami akan ikut lagi. Bismillah target prestasinya bisa lebih baik lagi. Kalau bisa kami tidak hanya kirim satu orang, tapi dua,” ujar Masfeyah.
Prestasi tersebut menambah daftar capaian KB-TK ABA 2 Kota Pasuruan yang dikenal sebagai salah satu lembaga PAUD dengan berbagai prestasi di Kota Pasuruan.
Terbaru, sekolah tersebut berhasil meraih Juara 1 Soeropati Marching Competition 2026 yang digelar di GOR Untung Soeropati Pasuruan.
Tak hanya di bidang seni dan kreativitas, prestasi juga rutin diraih dalam bidang olahraga bela diri melalui kegiatan Tapak Suci.
Capaian Tri Mayang Sari di ajang Inobel 2026 sekaligus menunjukkan bahwa budaya berprestasi di KB-TK ABA 2 tidak hanya dibangun melalui kompetisi, tetapi juga melalui keberanian guru untuk menciptakan inovasi pembelajaran yang dekat dengan dunia anak.











