• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Opini

Ternyata Keberuntungan Bisa Dibikin Sendiri! Ini Rahasianya yang Disembunyikan Ilmu Psikologi

Marjoko oleh Marjoko
7 bulan yang lalu
in Opini
0
foto ilustrasi: shutterstock

foto ilustrasi: shutterstock

1
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Selama ini kita sering menganggap keberuntungan sebagai sesuatu yang datang dari langit, misterius, tak terduga, dan di luar kendali manusia. Tapi bagaimana kalau keberuntungan sebenarnya bisa diciptakan? Bagaimana kalau ternyata ia bukan kekuatan mistis, melainkan hasil dari cara berpikir dan bertindak yang bisa dilatih?

Pemikiran itu bukan omong kosong. Richard Wiseman, profesor psikologi dari University of Hertfordshire, melakukan riset menarik tentang “luck”. Ia mengumpulkan dua kelompok orang: yang merasa dirinya beruntung dan yang merasa hidupnya sial. Kedua kelompok ini diberi situasi sama, sebuah kafe di mana ada uang yang sengaja dijatuhkan di lantai. Hasilnya mengejutkan, mereka yang merasa dirinya beruntung lebih sering menemukan uang itu. Padahal lingkungannya sama. Artinya, perbedaannya bukan pada situasi, tapi pada cara pandang dan kepekaan terhadap peluang.

Wiseman menemukan bahwa orang beruntung cenderung lebih terbuka pada pengalaman baru, lebih mudah berinteraksi dengan orang lain, dan berani mengambil risiko kecil untuk mencoba hal-hal yang belum dikenal. Singkatnya, keberuntungan ternyata adalah pola pikir aktif: melihat, mendekati, dan menjemput peluang.

Hal yang sama juga disampaikan oleh pengusaha dan pemikir modern Naval Ravikant. Ia membagi keberuntungan menjadi tiga jenis. Pertama, dumb luck, keberuntungan acak yang tak bisa dikendalikan, seperti lahir di keluarga kaya atau menang undian. Kedua, luck from motion, keberuntungan yang muncul karena kita bergerak. Ketika seseorang aktif mencoba hal baru, menulis, membuat konten, menghadiri acara, atau menjalin relasi, ia sedang meningkatkan probabilitas “ketemuan” dengan peluang. Ketiga, unique luck magnet, keberuntungan yang datang karena keunikan. Saat seseorang punya keahlian atau karakter yang spesifik, ia menciptakan medan magnet bagi peluang yang cocok dengannya.

Related Post

Ilustrasi dibuat menggunakan AI

Mengapa Perempuan Sering ‘Mood-Moodan?’ Analisis Psikologi Emosi dan Komunikasi Relasional

27 Mei 2026
Profesor bisa salah, juri bisa keliru, karena manusia tidak pernah sepenuhnya objektif berpikir/Ilustrasi AI

Peserta Sudah Benar, Tapi Dikalahkan Ego Juri? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

17 Mei 2026

Ancaman atau Peluang? Rahasia yang Perlu Diketahui Produktivitas Naik 40% Berkat AI

4 Mei 2026

Belajar dari Film yang Tiba-tiba Laku Keras: Kelas Menengah Bukan Lemah, Mereka Hanya Lelah

11 April 2026

Contohnya nyata. Seorang kreator dari Thailand, “23 Mania”, memulai dengan kecintaan sederhana pada basket. Mereka konsisten membuat konten NBA dalam bahasa Thailand selama bertahun-tahun. Tanpa disangka, usaha itu menarik perhatian NBA secara global. Mereka diundang ke acara resmi, mendapat akses ke pemain-pemain besar, bahkan bisa bekerja sama langsung dengan liga basket terbesar dunia. Dari mana datangnya keberuntungan itu? Dari kerja keras dan keunikan yang terus diasah, persis seperti konsep unique luck magnet.

Pelajaran yang sama juga muncul dari banyak orang yang awalnya tidak punya “dumb luck”. Tidak lahir di keluarga kaya, tidak punya koneksi besar, tetapi perlahan menciptakan keberuntungan lewat motion. Misalnya, seseorang yang menulis blog kuliner dengan konsisten. Awalnya hanya hobi, tapi dari situ datang undangan dari restoran, brand, hingga lembaga pariwisata luar negeri. Keberuntungan muncul bukan karena nasib berubah, melainkan karena upaya yang terus dilakukan membuka jalan baru.

Wiseman bahkan mengembangkan “sekolah keberuntungan” untuk membuktikan bahwa keberuntungan bisa dilatih. Pesertanya diminta melakukan empat hal sederhana selama sebulan: berbicara dengan orang asing, mengambil rute berbeda menuju tempat kerja, menuliskan intuisi mereka setiap hari, dan mengubah cara pandang terhadap kegagalan menjadi pelajaran. Hasilnya, 80% peserta merasa hidup mereka jadi lebih beruntung. Ketika seseorang melatih keterbukaan, rasa ingin tahu, dan keberanian, peluang baru benar-benar lebih sering muncul.

Intinya sederhana, keberuntungan bukan hadiah semesta untuk segelintir orang istimewa, melainkan hasil dari kebiasaan berpikir dan bertindak yang aktif. “Luck is not a mystical force. It’s a statistical probability that you can tilt in your favor.” Semakin banyak kita bergerak, belajar, dan membuka diri, semakin besar kemungkinan peluang menghampiri kita.

Di zaman digital sekarang, menciptakan keberuntungan lebih mudah dari sebelumnya. Dulu untuk dikenal publik seseorang harus masuk TV atau jadi selebriti, sekarang cukup bermodal ponsel dan internet. Dunia maya membuka peluang yang sama besar bagi siapa pun yang mau beraksi.

Keberuntungan hanyalah nama lain dari momentum. Seperti kata Ali Abdaal, “Luck is momentum built by consistent action.” Momentum itu tidak akan datang pada orang yang diam. Ia datang kepada mereka yang terus belajar, berkembang, dan berani mencoba. Jadi berhentilah menunggu keberuntungan datang. Bangun sendiri keberuntunganmu lewat rasa ingin tahu, keberanian, dan konsistensi. Karena pada akhirnya, keberuntungan bukan soal siapa yang paling mujur, tapi siapa yang paling siap ketika peluang datang mengetuk.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: hokiselfdevelopmentselfupdate
ShareTweetShare
Marjoko

Marjoko

Seorang pecinta tulisan, pengulik desain grafis, and Good Daddy and Hubby in every universe.

Related Posts

Ilustrasi dibuat menggunakan AI
Opini

Mengapa Perempuan Sering ‘Mood-Moodan?’ Analisis Psikologi Emosi dan Komunikasi Relasional

oleh Nashrul Muminin
27 Mei 2026
Profesor bisa salah, juri bisa keliru, karena manusia tidak pernah sepenuhnya objektif berpikir/Ilustrasi AI
Opini

Peserta Sudah Benar, Tapi Dikalahkan Ego Juri? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

oleh Marjoko
17 Mei 2026
Pakai AI bukan curang, asal kamu tetap berpikir kritis dan gak bergantung sepenuhnya/Ilustrasi Shutterstock.com
Opini

Ancaman atau Peluang? Rahasia yang Perlu Diketahui Produktivitas Naik 40% Berkat AI

oleh Marjoko
4 Mei 2026
Next Post

KURMA Edisi Oktober: Kepemimpinan Kader Milenial Persyarikatan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ilustrasi Hutan Wakaf Muhammadiyah/Generate by AI

Muhammadiyah akan Bangun Hutan di Lahan Wakaf, Lengkap dengan Vegetasi dan Laboratorium Ekologi

14 Mei 2026
Prestasi membanggakan SD Al Kautsar dalam Ujian TKA 2025–2026, wujud generasi islami, berkarakter, dan berprestasi. (Ilustrasi: pasmu.id)

Siswa SD Al Kautsar Tunjukkan Hasil Terbaik di Ujian TKA

29 Mei 2026
Pekerja rehab Masjid Darul Arqom kaget temukan sarang tawon di lubang kubah kecil, lalu lapor takmir hingga BPBD diterjunkan/Foto Agus pasmu.id

Proyek Rehab Masjid Darul Arqom Terganggu, Pekerja Temukan Sarang Tawon Raksasa di Lubang Kubah Kecil

17 Mei 2026
Iduladha yang disertai pelaksanaan khutbah oleh para khatib di berbagai titik wilayah Kota Pasuruan/Ilustrasi AI

Catat 6 Lokasi Sholat Idul Adha di Kota Pasuruan dan Imbauan Penting Ini!

18 Mei 2026
Istri shalihah bukan sekadar pendamping, melainkan benteng yang menggagalkan tipu daya setan. (Ilustrasi: shutterstock.com)

Istri Shalihah, Benteng Rumah Tangga dari Tipu Daya Setan

1 Juni 2026
1 Juni bukan sekadar sejarah; Pancasila adalah kompas persatuan yang menjaga Indonesia tetap utuh. (Ilustrasi: AI)

Juni Bukan Sekadar Juni, Hari Lahir Pancasila yang Penuh Makna dan Misteri Sejarah

1 Juni 2026
Islam membuktikan bahwa iman, sains, dan teknologi dapat tumbuh bersama membangun peradaban manusia. (ilustrasi: shutterstock.com)

Islam dan Dunia Material: Agama yang Tak Pernah Memisahkan Iman dari Peradaban

1 Juni 2026
Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa generasi hebat lahir dari doa dan ikhtiar berkelanjutan nyata. (foto: Marjoko/pasmu.id)

Dr. Taufiqullah, M.Pd.I. Paparkan Pola Asuh Nabi Ibrahim AS dalam Pengajian Ahad Pagi Masjid Al-Ukhuwah

31 Mei 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan