• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Opini

Kapal Pesiar, Tikus, dan Ancaman yang Kita Remehkan

Marjoko oleh Marjoko
3 minggu yang lalu
in Opini
0
Tiga nyawa melayang di atas geladak MV Hodius. Hantavirus bukan sekadar nama asing dalam jurnal ilmiah — ia sudah mengetuk pintu dunia nyata, dan kita belum tentu siap.

Tiga nyawa melayang di atas geladak MV Hodius. Hantavirus bukan sekadar nama asing dalam jurnal ilmiah — ia sudah mengetuk pintu dunia nyata, dan kita belum tentu siap.

1
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Pekan lalu, dunia dikejutkan oleh berita dari perairan dekat Tanjung Verde. Kapal pesiar mewah MV Hodius — dengan hampir 150 penumpang dan kru di dalamnya — terpaksa berhenti berlayar menuju Spanyol setelah tiga orang ditemukan meninggal dan sejumlah penumpang lain jatuh sakit. Penyebabnya: dugaan wabah hantavirus. WHO pun langsung bergerak melakukan penyelidikan.

Bagi sebagian besar masyarakat, hantavirus mungkin terdengar seperti ancaman dari film fiksi ilmiah. Namun kenyataannya tidak demikian. Virus ini nyata, telah lama dikenal oleh dunia medis, dan memiliki angka kematian yang mengkhawatirkan — hingga 40 persen pada kasus berat. Yang membuat situasi ini lebih serius: hingga hari ini belum ada obat antivirus khusus untuk melawannya.

“Virus hanta menyerang sistem pernapasan dengan cara yang licik — gejalanya menyerupai flu biasa, namun dalam hitungan hari kondisi pasien bisa berubah menjadi kegagalan pernapasan akut.”

Hantavirus merupakan kelompok virus yang hidup dalam tubuh tikus tanpa menimbulkan gejala sama sekali pada hewan inangnya. Penularan ke manusia terjadi melalui jalur yang tampaknya sepele: menghirup partikel debu yang terkontaminasi urin, kotoran, atau air liur tikus. Kontak dengan permukaan yang tercemar cairan tubuh tikus pun cukup untuk memicu infeksi. Tidak perlu gigitan, tidak perlu kontak langsung dengan hewannya.

Related Post

Pensiunan TNI H. Hariyanto, Sosok Pengabdi Bangsa dan Agama, Jalani Perawatan di RS Saiful Anwar Malang

5 November 2025
foto: Agus/pasmu.id

Kajian Ahad Pagi Masjid Darul Arqom Pasuruan Bahas Kesehatan Tulang Belakang, Hadirkan dr. Hamzah

13 Oktober 2025

Vaksin TBC Milik Bill Gates akan Uji Coba di Indonesia, Patutkah Diwaspadai?

9 Mei 2025 - Updated On 10 Mei 2025

Inilah yang membuat insiden di MV Hodius patut menjadi bahan renungan serius. Sebuah kapal pesiar mewah — dengan standar higienitas yang diasumsikan tinggi — nyatanya tidak kebal terhadap ancaman yang datang dari hewan sekecil tikus. Ruang tertutup, sirkulasi udara yang terbatas, dan kepadatan penumpang menciptakan kondisi ideal bagi penyebaran partikel virus.

Para epidemiolog seperti Dick Budiman dari Gravit University Australia mengingatkan bahwa meski peluang hantavirus menjadi pandemi global tergolong kecil — karena penularannya tidak mudah terjadi antar manusia — hal itu bukan berarti ancaman ini bisa diabaikan. Justru sifat penularannya yang berasal dari lingkungan yang terkontaminasi tikus itulah yang harus menjadi fokus perhatian.

Kita perlu bertanya: sudahkah standar sanitasi di tempat-tempat tertutup seperti kapal, gudang, pasar, bahkan apartemen padat diperketat dengan sungguh-sungguh? Penanganan medis saat ini hanya bersifat suportif — oksigen, ventilator, pengawasan cairan. Artinya, pencegahan adalah satu-satunya senjata nyata yang kita miliki.

Tiga nyawa di MV Hodius seharusnya tidak menjadi sekadar berita yang lewat begitu saja. Ini adalah pengingat bahwa ancaman kesehatan sering kali datang bukan dari laboratorium canggih, melainkan dari sudut gelap ruang penyimpanan yang sudah lama tidak dibersihkan. Wabah ini menuntut respons, bukan sekadar perhatian sesaat.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: hantavirusKesehatanvirus
ShareTweetShare
Marjoko

Marjoko

Seorang pecinta tulisan, pengulik desain grafis, and Good Daddy and Hubby in every universe.

Related Posts

Kabar

Pensiunan TNI H. Hariyanto, Sosok Pengabdi Bangsa dan Agama, Jalani Perawatan di RS Saiful Anwar Malang

oleh PasMu Media
5 November 2025
foto: Agus/pasmu.id
Kabar

Kajian Ahad Pagi Masjid Darul Arqom Pasuruan Bahas Kesehatan Tulang Belakang, Hadirkan dr. Hamzah

oleh PasMu Media
13 Oktober 2025
Image: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Opini

Vaksin TBC Milik Bill Gates akan Uji Coba di Indonesia, Patutkah Diwaspadai?

oleh Marjoko
9 Mei 2025 - Updated On 10 Mei 2025
Next Post
SMPN 2 Kota Pasuruan Juara Futsal MUTU Cup V - 2026

Futsal MUTU Cup V 2026 Sukses Digelar, SMPN 2 Kalahkan SMPN 4 di Partai Puncak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ilustrasi Hutan Wakaf Muhammadiyah/Generate by AI

Muhammadiyah akan Bangun Hutan di Lahan Wakaf, Lengkap dengan Vegetasi dan Laboratorium Ekologi

14 Mei 2026
Prestasi membanggakan SD Al Kautsar dalam Ujian TKA 2025–2026, wujud generasi islami, berkarakter, dan berprestasi. (Ilustrasi: pasmu.id)

Siswa SD Al Kautsar Tunjukkan Hasil Terbaik di Ujian TKA

29 Mei 2026
Pekerja rehab Masjid Darul Arqom kaget temukan sarang tawon di lubang kubah kecil, lalu lapor takmir hingga BPBD diterjunkan/Foto Agus pasmu.id

Proyek Rehab Masjid Darul Arqom Terganggu, Pekerja Temukan Sarang Tawon Raksasa di Lubang Kubah Kecil

17 Mei 2026
Iduladha yang disertai pelaksanaan khutbah oleh para khatib di berbagai titik wilayah Kota Pasuruan/Ilustrasi AI

Catat 6 Lokasi Sholat Idul Adha di Kota Pasuruan dan Imbauan Penting Ini!

18 Mei 2026
Cinta bisa tumbuh berbeda, tetapi pernikahan kokoh ketika dibangun di atas akidah yang sama. (ilustrasi: shutterstock.com

Cinta Beda Mazhab antara Muhammadiyah dan NU: Ketika Hati Bertemu, Haruskah Pernikahan Berpisah?

2 Juni 2026
Burung yang rajin berzikir pun bisa mati dengan suara kreek, bagaimana dengan kita (foto: Suharsono/pasmu.id)

Renungan Fajar: Ketika Burung Berzikir Mengajarkan Kita Tentang Kematian

2 Juni 2026
Istri shalihah bukan sekadar pendamping, melainkan benteng yang menggagalkan tipu daya setan. (Ilustrasi: shutterstock.com)

Istri Shalihah, Benteng Rumah Tangga dari Tipu Daya Setan

1 Juni 2026
1 Juni bukan sekadar sejarah; Pancasila adalah kompas persatuan yang menjaga Indonesia tetap utuh. (Ilustrasi: AI)

Juni Bukan Sekadar Juni, Hari Lahir Pancasila yang Penuh Makna dan Misteri Sejarah

1 Juni 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan